
"Udah ayo pergi cari makanan di sana," bisik Adit
"Ide bagus!" semangat Devina
"Silahkan di nikmati pestanya om tante..." ujar Faris
"Makasih Faris," jawab Prima
Devan dan Prima pergi dan duduk bersama si Tuan Rumah. Sementara Sarah, Reyhan, Adit dan Devina mencari meja sendiri sambil menunggu Evelyn dan Wildan datang.
"Wuuaahhh... Cantik sekali? Dia siapa?"
"Apa dia model?"
"Astaga, aku baru pertama kali melihat dia,"
"Auranya sangat kuat,"
"Ow pria di sampingnya juga imut,"
"Bukan imut, tapi tampan!"
Banyak kasak-kusuk orang-orang di sekitar yang melihat kedatangan Evelyn dan Wildan. Memang pesta malam ini bertema hitam putih. Jadi rata-rata semua orang memakai pakaian yang berwarna hitam atau putih.
"Lyn..." panggil Devina
"Nah itu mereka," ujar Evelyn
Evelyn melihat Devina menyapa nya, ia langsung mengajak Wildan pergi ke meja itu untuk bergabung.
"Uwih mantap, pantes lama. Dandannya aja 10 jam yak," ledek Devina
"Biasa sayang, dia belum pake...BB cushion," sahut Adit dengan gaya iklan foundation
"Wildan, kamu kok di sini?" tanya Sarah bingung
"Iya kak, di ajak Evelyn. Kakak sendiri? Oh iya, ada Kak Rey ya ada Kak Sarah," ujar Wildan
"Ciee...."
"Apaan sih kalian," malu Sarah
Semuanya sudah selesai acaranya, hanya tinggal makan-makan. Sedangkan Kalandra's family merasa bosan dengan pesta seperti ini.
"Ngebosenin," sela Reyhan
"Gimana kalo adu rayuan?" tanya Evelyn
"Maksudnya?" tanya Reyhan
"Ya masing-masing kita harus merayu atau gombalin pasangan masing-masing. Yang menang nanti aku kasih tiket fashion show aku dan voucher brand baru yang kontrak aku buat jadi ambassador mereka, gratis!" ucap Evelyn
"Setuju!" tegas Sarah dan Devina bersamaan
"Cewek! Kalo ada yang gratis langsung sahut!" bingung Adit
"Nih ada botol kosong buat jadi puterannya," ujar Evelyn
"Aku yang putar!" sahut Devina
Devina memutar botol kosong itu dan setelah berputar beberapa saat, botol itu berhenti dan menunjuk ke arah Adit.
"ADIT!"
"Iya apa?" tanya Adit
"Sono gombalin siapa kek," sela Sarah
"Aduh..." keluh Adit
"Kenapa kak?" tanya Devina
"Kayaknya aku jatuh deh," jawab Adit
"Ngaco ya? Orang baik-baik aja kok," jawab Devina
"Jatuh cinta sama kamu maksud nya," sela Adit
"CIEE..... CUIT-CUIT,"
"A apaan sih!" malu Devina
"Puter lagi, puter lagi!" sahut Wildan
Kini giliran Adit yang memutar botol itu, setelah berputar beberapa saat, botol itu berhenti ke arah Wildan.
"WILDAN!"
"Kok aku?" kaget Wildan
"Iya, kan botolnya berhenti di kamu!" ujar Sarah
"Tapi kan aku nggak ikut," jawab Wildan
"Weits, nggak bisa!" sela Reyhan
"Huh baiklah," jawab Wildan
"Dengerin ah," ledek Devina
"Lyn bisa agak mundur nggak?" tanya Wildan
"Loh kenapa? Aku kan duduknya udah pas," protes Evelyn
"Cantiknya kelewatan," jawab Wildan
"Kyawwww...."
"Cieee..."
Evelyn sedikit salah tingkah sendiri di gombali oleh Wildan yang biasanya pendiam. Botol di putar oleh Wildan, lalu berhenti ke arah Devina.
"DEVINA!"
"Hih, kenapa aku sih!" kesal Devina
"Udah sana," ledek Reyhan
"Kak, pokoknya nanti aku laporin kamu ke polisi ya!" tegas Devina
"Loh kenapa Dev, aku salah apa?" kaget Adit
"Pencurian hati aku," jawab Devina
"Eaaaaa....."
"Cuit-cuit..."
"Udah-udah, langsung putar!" sahut Devina
Adit senyam-senyum sendiri mendengar gombalan gak jelas dari Devina yang cukup membuatnya bahagia. Devina memutar botol dan berhenti di Reyhan.
"KAK REY!"
"Ck, padahal selama ini aku belajar nya tentang bisnis. Kok malah suruh gombal," jawab Reyhan
"Udah lanjut!" sahut Evelyn
"Entah kenapa, aku merasa aku nggak sanggup jadi CEO perusahaan deh," ujar Reyhan
"Loh kenapa? Kamu kan pinter," kaget Sarah
"Jadi CEO itu tanggung jawab nya besar, harus mikir ini itu. Sedangkan sekarang otakku di penuhi pikiran tentang dirimu," ujar Reyhan
"Ooww..... Buciinn!"
"No komen!" tegas Reyhan
Reyhan memutar botol itu dan berhenti di Devina, karena Devina tadi sudah jadi Reyhan memutar lagi dan berhenti ke arah Evelyn.
"EVELYN..."
"Cewek cantik pasti bisa gombal," pd Evelyn
"Buktiin coba," sahut Adit
"Kemarin aku dapet tagihan kartu kredit," ujar Evelyn
"Terus?" tanya Wildan deg-degan
"Aku langsung deg-degan, kayak waktu aku ketemu kamu," sambung Evelyn
"Uuuu....."
"Puter-puter," elak Evelyn
Tanpa sadar, Wildan sedikit memerah dan jantungnya berdetak tak karuan. Evelyn memutar botolnya, awalnya berhenti di Adit, Wildan, Evelyn sendiri, Reyhan lalu akhirnya berhenti di Sarah.
"KAK SARAH..."
"Aku mana bisa? Bisanya bersih-bersih," jawab Sarah
"Coba dulu," ledek Wildan
"Ck, Rey..." panggil Sarah dengan datar
"Apa sayang?" tanya Reyhan mesra
"Ambilin aku jus dong," pinta Sarah
"Jus? Jus apa?" tanya Reyhan
"Just you in my heart (Hanya kamu di hatiku)," sambung Sarah
"Ciaatt..... Baper anj*yy...."
"A apaan sih," malu Sarah
"Im only for you my dear (Aku hanya untukmu sayangku)," jawab Reyhan
"Yah jadi obat nyamuk kita," sela Adit
"Main TOD yuk," ajak Devina
"Boleh-boleh," jawab Adit
"Aku boleh gabung?" tanya Faris yang tiba-tiba datang
"Silahkan duduk Tuan Muda Faris," gurau Reyhan
"Panggil saja Faris kak," ujar Faris
"Ck, dasar pengganggu!" gumam Adit
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏
Maaf ya teman-teman, author lagi nggak enak badan. Jadi nggak bisa up panjang deh :( Maap ya
Evelyn
Wildan