
"Yakin gini caranya?" tanya Reyhan
"Udah deh, pasti dia luluh," ucap Adit
"Kenapa gue agak ragu ya sama ide lo," ucap Reyhan
"Minta tolong, dibantuin, nggak terima kasih malah komentar mulu kaya netizen," protes Adit
"Ya rasanya aneh aja. Minta maaf kok kayak mau nembak cewek," ucap Reyhan
"Udah sana pergi!" ucap Adit sambil sedikit mendorong Reyhan agar pergi
Reyhan melangkahkan kakinya menuju rumah Sarah, kebetulan Sarah juga baru keluar untuk membeli bumbu dapur.
"Uhm hai..." sapa Reyhan
Aneh nggak ya - Batin Reyhan
"Ngapain lagi sih kesini? Pergi sekarang! Pergi!" kesal Sarah
"Nih buat kamu," ucap Reyhan sambil memberikan bunga dan coklat di tangannya
"Gak mau, sana pergi!" bentak Sarah
"Sarah aku mau minta maaf," ucap Reyhan
"Apaan sih, sana pergi! Pergi gak, kalo nggak pergi aku bakal teriak!" ancam Sarah
Reyhan langsung menaruh buket bunga dan coklatnya di depan rumah lalu lari pergi kembali ke mobil.
"Lah kok balik? Ngapain?" tanya Adit
"Dia mau teriak, ya kalo teriak bahaya lah. Kalo gue di gebukin gimana? Sakitnya sih bisa tahan, jelasinnya ke bokap nyokap gimana?" tanya Reyhan
"Alah, kebanyakan alasan lo. Lo grogi ya di depan Sarah," ledek Adit
"Enak aja," sahut Reyhan
Mereka berdua melihat Sarah mengambil bunga dan coklat. Lalu memberikannya kepada anak-anak kecil yang bermain di sekitar rumahnya.
"Yah... Kok di kasih orang sih, itu coklatnya mahal loh," protes Adit
"Udah deh ide lo emang buruk, sekarang pake cara gue!" kesal Reyhan
Mereka berdua putar balik dan pergi ke rumah Devan. Di sana mereka mengobrol di balkon. Reyhan kembali melihat data-data Sarah.
"Mau ngapain sih Rey?" tanya Adit
"Udah liat aja lo, di serahin ke lo malah rusak semua!" kesal Reyhan
Reyhan mengirim pesan pada Wildan lagi untuk menyelidiki semua tentang Sarah.
Reyhan
Hai Dan...
Wildan
Hai juga kak
Reyhan
Dan... Aku mau tanya boleh kan
Wildan
Boleh kak, ada apa?
Reyhan
Aku dulu pernah dengar kakakmu pernah kuliah ya?
Wildan
Iya kak, kenapa?
Reyhan
Masih lanjut?
Wildan
Nggak kak
Reyhan
Kenapa?
Wildan
Dulu ayah meninggal, kami nggak ada biaya. Kakak berhenti kuliah di semester 2
Reyhan
Jurusan apa?
Wildan
Manajemen bisnis
Reyhan
Oh begitu, lain kali kita bisa bertemu?
Wildan
Tentu, kabari saja aku
Reyhan
Baiklah
"Gimana bos? Udah ketemu caranya?" ledek Adit
"Ya udah lah," jawab Reyhan
"Mau lo apain?" tanya Adit
"Biayai kuliah," ucap Reyhan
"Kuliah? Dia lulus SMA doang?" tanya Adit
"Nggak, putus kuliah saat semester 2," ucap Reyhan
"Kok lo tau?" tanya Adit
"Ya aneh kali. Di data pendidikan terakhirnya SMA, tapi daftar sekolah sampai universitas," ucap Reyhan
"Oh iya, kok gak kepikiran ya," ucap Adit
"Otak lo isinya cuma godain adik gue mulu," kesal Reyhan
"Salah sendiri cantiknya kelewatan," ucap Adit
"Udah sana lo balik, gue ada urusan," ucap Reyhan
"Enak sekali ya, butuh datang kalo gak butuh buang," ucap Adit
"Udahlah, aku bukan teman musiman," ucap Reyhan
"Eaaa.... Quotesnya keluar hahahaha," tawa Adit
Adit pamit dan pergi pulang, sementara Reyhan mandi dan ganti baju. Setelah ganti baju ia turun untuk makan malam dan menemui Devan.
///***///
Ruang Makan
Setelah selesai makan, Reyhan baru mulai berbicara pada Devan.
"Dad..." panggil Reyhan
"Daddy kenal sama rektor kampusku?" tanya Reyhan
"Kenal baik, ada apa?" tanya Devan
"Gini, aku punya temen. Dia dulu kuliah, tapi putus kuliah karena ayahnya meninggal dan tidak punya biaya. Ayah bisa bantu nggak?" tanya Reyhan
"Namanya siapa?" tanya Devan
"Sarah... Sarah Agusta," jawab Reyhan
Semua mata langsung tertuju kepada Reyhan, Reyhan yang di lihat oleh semua orang merasa sedikit kikuk.
"Hmmm... Sepertinya daddy pernah dengar namanya," ucap Devan
"Daddy kenal?" tanya Reyhan
"Kayaknya, tapi lupa. Baiklah coba nanti ayah lihat apa anaknya pantas untuk daddy bantu," ucap Devan
"Beneran dad?" tanya Reyhan
"Iya, kenapa kaget?" tanya Devan
"Ya Rey kira daddy bakal nolak," ucap Reyhan
"Selama itu baik, kenapa tidak di jalankan?" tanya Devan
"Cewek yaa?" tanya Prima dengan nada penuh selidik
"Uuuu.... Cewek...." ledek Devina
"Mommy... Dev.. Apaan sih, Rey cuma niat bantu," ucap Reyhan
"Yakin nih cuma bantuin," ucap Prima
"Iya mom beneran," jawab Reyhan
"Dad... Coba di lihat, kalo orangnya baik dan cantik bisa pertimbangan buat menantu," ledek Prima
"Boleh kalau anaknya baik dan Rey suka," jawab Devan
"Tuh daddy udah ngode kak," ledek Devina
"Ini apaan sih, malah ngeledek Rey semua," kesal Reyhan
"Cie ngambek," ledek Devina
"Udah Rey mau masuk dulu," kesal Reyhan
///***///
Di Kamar Reyhan
Reyhan senyam-senyum sendiri karena tiba-tiba memikirkan kalau dirinya akan bertemu di kampus dengan Sarah.
"Loh.... Loh... Loh... Kok bayangin aneh-aneh sih," bingung Reyhan
Daripada senyam-senyum nggak jelas, Reyhan mengirim pesan pada Adit.
Reyhan
Woi
Adit
Gimana?
Reyhan
Beres
Adit
Tumben gampang
Reyhan
Ya iyalah, gue
Adit
Soms banget
Reyhan
Besok ada kelas?
Adit
Nggak, ngapain? Jangan-jangan lo mau ajak gue kencan ya? Sorry Rey, gue masih normal. Maaf
Reyhan
Gila! Besok, kita samperin Laras
Adit
Jangan di bunuh ya boss
Reyhan
Tergantung orangnya
///***///
Besok Pagi
Reyhan sudah siap dan akan keluar dengan Adit untuk menemui Sarah. Adit sudah menunggu di bawah.
"Gimana, udah siap sayang?" tanya Adit
"Gila!" kesal Reyhan
"Mau kemana Rey?" tanya Prima
"Eh mommy cantik. Mau keluar Mom, cari tugas," jawab Adit
"Perasaan akhir-akhir ini kok sering keluar sih?" tanya Prima
"Lagi padet mom," jawab Adit
"Itu mommy gue, bukan mommy lo," ucap Reyhan yang kesal
"Satu untuk semua bro," jawab Adit
"Nggak bisa!" tegas Reyhan
"Lihat mom, Adit dimarahi Rey!" ucap Adit dengan gaya anak kecil
"Hih, sudah-sudah sana berangkat. Nanti kesiangan," ucap Prima
"Berangkat dulu mom," ucap Reyhan sambil mencium tangan Prima
"Adit juga," ucap Adit
Belum sempat Adit mencium tangan Prima, Reyhan sudah menarik Adit keluar.
"Ayo berangkat, nanti kesiangan!" ucap Reyhan
"Pilih kasih lo!" kesal Adit
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Kira-kira mau di apain itu si Laras? Kalo kalian jadi Reyhan, Laras mau kalian apain? Komen di bawah ok🤗
Baca karya lain saya: Penjara Cinta Tuan Muda
She As Sarah