
Prima berdebar-debar melihat tingkah Devan.
"aku baru menyadari setelah semua yang terjadi diantara kita. Aku bukan pria yang romantis yang pintar berkata-kata puitis, aku hanya pria yang hanya bisa mengungkapkan apa isi hatiku" ujar Devan
"i iya" gugup Prima
"untuk kali ini aku menyatakan, Aku Devan Elvano Kalandra mencintaimu Annisa Prima Chalondra. Dan untuk kali ini aku bertanya, pertanyaannya ini akan berlaku selamanya. Prima... Will you be mine?" tanya Devan
Prima bingung menjawab apa, satu sisi ia belum yakin dengan perasaannya dan satu sisi entah mengapa ia ingin mengatakan iya. Prima terdiam, Devan kebingungan sampai pucat.
"Primaa... Will you be mine?" tanya Devan
"yes i will" jawab Prima
Devan yang senang langsung mengangkat tubuh mungil Prima lalu berputar bersama di pantai.
"aku sangat bahagia bisa memilikimu" ucap Devan
"aku juga" jawab Prima
"aku sungguh lega bisa mengatakan semuanya" ucap Devan
"sejak kapan kau mulai mencintaiku?" tanya Prima
"entahlah, aku juga tidak tau tapi yang pasti sampai saat ini aku masih mencintaimu dan akan selamanya mencintaimu" ucap Devan
"kalau gitu ayo foto" ajak Prima
"foto?" tanya Devan
"ayooo...." pinta Prima dengan wajah imutnya
"hah.. aih kau benar-benar imut" ucap Devan sambil mencubit pipi Prima
"ih jangan gitu, ayo foto. Minta aja wisatawan lain buat fotoin kita" ucap Prima
"baiklah sayang" jawab Devan
Devan meminta tolong pada salah satu wisatawan untuk memotretnya di pantai.
1.... 2.... 3... Cekrek...
"terima kasih" ucap Devan
"sama-sama" jawab wisatawan
"wahhh bagus ya" ucap Prima
"of course" jawab Devan
"sekali lagi, yang kesannya kayak bayangan gitu" ucap Prima
"haih iya iya" ucap Devan pasrah
"ayo kesana, tempatnya bagus" ajak Prima
"ayo" jawab Devan
Mereka berpindah tempat dan kembali berfoto bersama untuk kenang-kenangan.
1... 2.... 3... Cekrek...
"wah aku kelihatan tinggi" ucap Prima
"ya kan waktu foto, kamu naik keatas batu" ucap Devan
"hehe iya juga ya" ucap Prima
"wuaahhh... bagus yaa" goda Devan
"aw aku malu" ucap Prima
"malu apanya, fotonya sama suami sendiri kan bukan suami orang" ucap Devan
"emm tapi maluuu..." ucap Prima cute
Prima memeluk Devan bahagia, dia benar-benar bahagia dan sampai lupa tentang semua masalah dalam hidupnya.
Jika ini mimpi aku berharap tidak akan pernah bangun - Batin Prima
Aku berharap akan selalu seperti ini sampai maut memisahkan kita - Batin Devan
Setelah cukup gelap mereka kembali, dan teman-teman Prima juga mulai bersiap untuk pulang.
"Tio gimana? Barang Prima udah di mobil?" tanya Devan
"sudah tuan" ucap Tio
"lho kenapa gitu?" tanya Prima
"kamu nanti pulang sama aku, trus emangnya nggak mau mampir kemana dulu gitu?" tanya Devan
"ke mall yuk, siapa tau ada something buat oleh-oleh mama papa sama nenek kamu" ucap Prima
"baiklah" jawab Devan
Semua teman-teman Prima sudah pulang duluan sementara Prima dan Devan pulang lebih akhir. Mereka mampir di sebuah mall terbesar di Cibinong.
///***///
Di Mall
Untung kaki Prima sudah mulai mendingan jadi lebih mudah untuk berjalan. Prima merengek untuk membeli pakaian ala anak badboy. Devan menurutinya.
"ayoo ayo beli baju ituu..." pinta Prima
"buat apa?" tanya Devan
"biar beda dikit. Ayoo ayook..." rengek Prima
"baiklah, kau yang pilih" ucap Devan
Prima memilih beberapa pakaian untuknya dan Devan, setelah membelinya ia langsung meminta Devan memakainya.
"ayo pakai" ucap Prima
"sekarang?" tanya Devan
"iya ayooo...." pinta Prima
Devan menurutinya, ia memakainya dan keluar dengan baju barunya.
"ayo foto..." ajak Prima
"dimana?" tanya Devan
"disitu..." ucap Prima
"jangan, diliatin orang malu lah" ucap Devan
"biasanya kan kamu nggak tau malu" ucap Prima
"what?" kaget Devan
"ayo dong ayooo, biar aku punya foto ala anak sekarang. Masa foto di hp ku semuanya cuma fotoku waktu pegang medali" rengek Prima
"baiklah" ucap Devan
"udah puas?" tanya Devan
"puas..." ucap Prima senang
Mereka sibuk berbelanja, membeli banyak oleh-oleh dan makanan khas Bogor untuk diberikan kepada mama, papa dan nenek Devan.
Tiingg...
Zalfa
Kak... Pulangnya kapan?"
Prima
Ini mau otw Fa
Zalfa
beliin oleh-oleh dong, cake atau roti khas Bogor
Prima
oke
Zalfa
makasih kak
"mas.. Zalfa minta oleh-oleh cake" ucap Prima
"tu anak aneh-aneh aja, heran" bingung Devan
"beliin ya, kasihan" ucap Prima
"iya..." jawab Devan pasrah
///***///
Di Toko Cake
Devan membelikan pesanan Zalfa dan memesan roti untuk mereka makan.
"Prim..." panggil Devan
"ya mas, kenapa?" tanya Prima
"itu..." ucap Devan
"apa?" bingung Prima
"ituloh" ucap Devan
"apa sih mas?" kesal Prima
"suapin" pinta Devan
"ahhh..." ucap Prima sambil menyodorkan sendoknya
"aih...hah" malu Devan
Devan malu-malu disuapi Prima, namun akhirnya tetap memakan cake dari suapan Prima. Setelah selesai makan mereka bergegas untuk pulang.
///***///
Di Mobil
Devan dan Prima duduk dibelakang sementara Tio menyetir didepan.
"eh wajah kamu kenapa?" tanya Devan sambil menyentuh pipi Prima
"kenapa?" bingung Prima
"tambah cantik" goda Devan
"aww... malyuuu diyiku" ucap Prima salting sambil memukul pundak Devan manja
Devan semakin manja kepada Prima setelah mengungkapkan perasaannya.
"mas..." ucap Prima
"apa sayang?" tanya Devan
"pipi kamu kenapa?" tanya Prima
"kenapa?" bingung Devan
Prima mencium telapak tangannya lalu menempelkannya pada pipi Devan.
"waahhh... Jantungku mau lepas" manja Devan
Tuhan kuatkan hatiku melihat kedua makhluk mu ini - Batin Tio
///***///
Di Rumah
Setelah lama berkendara akhirnya mereka sampai dirumah.
"Tio.. Bantu aku menurunkan barang-barang Prima" ucap Devan
"baik tuan" jawab Tio
"mas.." panggil Prima
"apa sayang?" tanya Devan lembut
"ada yang ketinggalan" ucap Prima
"apa?" tanya Devan
Prima masuk kedalam mobil lalu keluar lagi dan menghadap Devan dengan menyembunyikan tangannya.
"apa yang ketinggalan?" tanya Devan
"ini..." ucap Prima
Prima menempelkan jari telunjuk dan jempol nya, lalu mengarahkannya kepada Devan.
"iiihh... imutnyaa...." ucap Devan sambil mencubit kedua pipi Prima
Devan langsung mengangkat Prima ala bridal stlye.
"Tio masukkan semuanya kedalam rumah, biar aku yang membereskannya nanti. Besok kau libur 2 hari" ucap Devan
"baik tuan terima kasih" ucap Tio
"ihh.. Kamu baik ya" ucap Prima sambil mencubit hidung mancung Devan
Devan menempelkan dahinya ke dahinya Prima.
"ishh... Kamu yaa" ucap Prima
Prima tertawa melihat tingkah manja Devan.
Tuhan apa dosaku hingga membuatku melihat semua ini, dadaku sesak Tuhan. Aku masih jomblooo.... - Batin Tio