
Kalo gini caranya, bisa jantungan mendadak nih - Batin Sarah
"Kenapa? Nggak nyaman ya?" tanya Reyhan
"Nggak kok, cuma masih agak pusing aja," jawab Sarah
"Kan aku udah bilangin, pulang aja ayo. Istirahat di rumah," pinta Reyhan
"Nggak usah, rugi dong. Udah sampe sini eh malah pulang," protes Sarah
"Tapi kan kamu masih sakit," peringat Reyhan
"Aku nggak papa asal ada kamu," gurau Sarah
"Udah diem, bangan banyak ngomong. Nanti tambah pusing," ucap Reyhan
"Hehe iya..." jawab Sarah
Selama pelajaran, Sarah hanya sedikit memperhatikan dan banyak tidur di pundak Reyhan. Reyhan pun hanya diam memperhatikan sambil sesekali mengelus kepala Sarah. Untuk mahasiswa yang lain hanya menggigit jari iri.
.
.
.
.
.
Akhirnya kelas pun selesai, Reyhan membangunkan Sarah yang masih tertidur di pundaknya.
"Sar... Bangun! Ayo pulang," ajak Reyhan
"Hmm... Udah selesai?" tanya Sarah
"Udah, ayo pulang!" Ajak Reyhan
"Iya," jawab Sarah
Mereka pun pergi untuk pulang, Reyhan menggendong Sarah sampai masuk ke dalam mobil.
"Pasang dulu sabuk pengamannya," ujar Reyhan sambil memasangkan sabuk pengaman Sarah
"Makasih," jawab Sarah sambil tersenyum manis
Reyhan berkendara dengan hati-hati sampai akhirnya sampai di sebuah traffic light yang lampu merahnya sedang menyala.
Reyhan pun memperhatikan Sarah yang sedang tertidur pulas, lampu hijau menyala. Reyhan menginjak gas hingga mobilnya berjalan, namun...
Ckiitt....
Bruaakk....
Reyhan mengerem mendadak, namun mobilnya masih tetap menabrak mobil depannya hingga bemper depan mobilnya rusak cukup parah. Badannya dan badan Sarah pun terhuyung kedepan, Sarah pun langsung terbangun dari tidurnya.
"Astaga... Aduuhh..." keluh Sarah
"Tu orang gila ya? Udah hijau malah ngerem dadak, b*go apa? Nggak liat belakangnya ada mobil!" gerutu Reyhan
"Aww... Ada apa Rey?" tanya Sarah
"Kamu baik-baik saja?" tanya Reyhan
"Hmm... Tanganku hanya sedikit terbentur," jawab Sarah sambil memegangi tangannya
"Perlukah kita ke rumah sakit?" tanya Reyhan
"Tidak perlu, kita pulang saja!" pinta Sarah
"Baiklah," jawab Reyhan
Reyhan kembali mengendarai mobilnya seperti biasa. Ia pergi ke sebuah swalayan dan membeli air minum. Ia tau kalau Sarah pasti masik syok karena kecelakaan kecil tadi.
"Nih minum," ucap Reyhan yang memberikan sebotol air mineral
"Makasih," jawab Sarah
Reyhan pergi melihat bemper depan mobilnya, cukup parah karena memang hantamannya sedikit keras.
"Parah juga, totalan nih pasti!" kesal Reyhan
Sepertinya di sengaja. Jarak dari lampu lalu lintas jauh dan di depannya juga sudah lenggang tak ada mobil. Ah sudahlah, memikirkannya membuatku kesal! - Batin Reyhan yang melihat bemper mobilnya
///***///
Di Rumah Sarah
Sesampainya di rumah Sarah, Sarah masih tertidur di dalam mobil. Karena tak tega membangunkannya, Reyhan pun mengangkat Sarah dan menaruhnya di kasur kamarnya.
"Hmm... Masih saja cantik, padahal sedang tidur," gumam Reyhan
Reyhan pun iseng-iseng memotret wajah imut Sarah saat sedang tidur. Kebetulan Sarah sedang tersenyum saat tidur, mungkin sedang bermimpi.
Imutnya... - Batin Reyhan
Ckrek....
Reyhan pun menyentuh dahi Sarah, masih sedikit hangat. Reyhan mencari sebuah kain kecil bersih dan mengambil air di sebuah wadah. Reyhan pun mengompres kembali Sarah agar semakin membaik.
"Rasanya aku tidak bisa jauh darimu, sekali saja aku lengah mungkin banyak musuhku yang mengincar mu," gumam Reyhan
Reyhan kembali melihat foto Sarah yang menjadi favoritnya. Melihat wajah imut dan ceria Sarah membuatnya sedikit lebih semangat.
Baru saja melihat foto Sarah, sudah ada seseorang yang mengirimkan pesan padanya.
Tingg...
"Siapa lagi ini yang mengirim pesan?" ucap Reyhan bertanya-tanya
Julia
Remember me?
Apa maksudnya? Dan kenapa tiba-tiba mengirimkan pesan seperti ini? Julia ini siapa? Kenapa aku menyimpan nomornya? - Batin Reyhan
"Astaga aku baru ingat! Julia itu sudah meninggal!" kaget Reyhan
Reyhan sedikit terkejut saat menerima pesan itu, masalahnya dulu Julia itu menyukainya, namun Reyhan menolaknya. Karena itu Julia pergi dengan mobilnya, namun di perjalanan terjadi kecelakaan. Saat hujan deras, sebuah truk box menghantam mobil Julia sampai mobilnya terjatuh ke sungai dengan arus yang deras.
Sebenarnya Reyhan merasa sedikit kasihan dengan Julia apalagi keluarganya, namun Reyhan tak se perhatian itu pada orang. Ia hanya diam dan seolah tak terjadi apa-apa lalu fokus ke hidup dan tujuannya.
Reyhan
Julia?
Julia
Remember me?
Reyhan
Ini Julia?
Julia
Remember me?
Reyhan
Kamu masih hidup?
Julia
Remember me?
Reyhan
Jul, jangan bercanda!
Julia
Remember me?
Karena mendapat jawaban yang selalu seperti itu, Reyhan hanya berpikir kalau itu pesan spam. Dan nomor Julia di bajak seseorang.
Mana mungkin orang mati hidup kembali? Ah sudahlah, itu tak penting. Tak ada untungnya untukku jika aku memikirkannya! - Batin Reyhan
Reyhan menulis sebuah catatan di kertas dan meninggalkannya di atas meja Sarah. Reyhan harus segera kembali ke perusahaan karena akan ada meeting untuk hari ini.
///***///
Di Perusahaan
"Dad... Apakah daddy merasa ada sesuatu yang salah?" tanya Reyhan
"Tidak, kenapa?" tanya Devan
"Entah kenapa akhir-akhir ini, perasaan ku selalu buruk. Aku sering berfirasat buruk dan akan ada sesuatu hal besar yang terjadi," jelas Reyhan
"Mungkin itu karena kau terlalu lelah, jangan paksakan dirimu. Orang kerja saja sudah capek, sekarang kamu malah sibuk ngurus Sarah segala," ucap Devan
"Hmm... Mungkin," jawab Reyhan
"Bagaimana dengan mommy?" tanya Devan
"Masih sama, hanya saja ada peningkatan. Dari 10% ke 13%," jawab Reyhan
"Haih... Dia benar-benar keras kepala, daddy pun juga sudah sering membujuk mommy mu, tapi sama saja hasilnya. Sepertinya kau harus berjuang sendiri nak!" ucap Devan sambil menepuk-nepuk pundak Reyhan
"Baiklah dad," jawab Reyhan
Tingg...
Sebuah pesan kembali masuk ke ponsel Reyhan.
Julia
Remember me?
Reyhan
Mau kamu apa sih? Iseng banget!
Julia
Aku mau kamu!
Reyhan
Gila!
Reyhan kesal sendiri membalas pesan dari nomor Julia, ia yakin kalau itu bukan Julia. Sudah di beritakan ke mana-mana kalau dulu Julia sudah mati, namun mayatnya tak ditemukan karena arus sungai yang deras.
"Kenapa Rey?" tanya Devan
"Ini dad, ada nomer temen yang udah meninggal di bajak ngechat-ngechat nggak jelas," kesal Reyhan
"Jangan-jangan hantunya masih ngejar-ngejar kamu Rey," gurau Devan
"Berarti hantu sekarang itu modern ya, coba nanti aku video call. Aku mau lihat keadaan alam baka," gurau Reyhan
"Hahahahaha....."
Mereka tertawa bersama dengan gurauan antar ayah dan anak. Namun perasaan tak nyaman masih saja menghantui Reyhan.
///***///
Besok Pagi
Reyhan sudah bersiap pergi ke rumah Sarah untuk melihat keadaannya karena hari ini mereka sedang tidak ada kelas. Namun Reyhan merasa ada yang kurang, pagi ini ia tak mendengar suara cempreng adik kesayangannya itu.
"Dad... Dev mana?" tanya Reyhan
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏