My Sexy Wife

My Sexy Wife
First Time



"Menurut kamu? Kalo kamu nggak ngomong ya aku nggak tau" ucap Prima sambil mengalungkan tangannya dileher Devan


"Hm udah berani ya sekarang!" ucap Devan


"Kenapa nggak?" gurau Prima


"Malam masih panjang sayang," bisik Devan ditelinga Prima


"Jadi?" tanya Prima


Tanpa basa-basi Devan langsung mencium bibir istrinya itu. Tidak mendapat penolakan, Devan langsung m*l*mat bibir Prima. Prima mengikuti permainan dan membalas ciuman Devan.


///***///


Di Swiss


Setelah hampir 17 jam perjalanan, mereka sampai ditujuan. Devan sudah mengatur semuanya, mereka langsung bergegas ke villa yang sudah disewa Devan.


"Wah, aku searching disini banyak gunung bersalju," senang Prima


"Tentu saja. Untungnya dalam beberapa hari kedepan, menurut prediksi cuaca tak akan ada badai salju. Jadi kita bisa benar-benar menikmati indahnya Swiss," ucap Devan


"Aku senang sekali," ucap Prima sambil memeluk Devan


///***///


Di Villa


Mereka beristirahat sampai pukul 12 siang. Setelah cukup lama istirahat mereka berkeliling negara coklat ini. Prima membeli berbagai macam olahan coklat. Mulai dari White Chocolate, Dark Chocolate, Hot Chocolate, Chocolate cake dll.


"Emmm.. Aku benar-benar senang, aku bisa makan banyak coklat," ucap Prima


"Kamu nggak takut gendut? Biasanya cewek-cewek kan pada takut makan coklat, katanya bisa cepet gendut?" tanya Devan


"Ya elah, berat badan aku bisa nambah 2 kg aja udah berkah. Aku itu susah gendut, kadang sampe mikir juga apa aku ini cacingan. Bahkan juga pernah minum obat cacing tapi tetep nggak ngefek," kesal Prima


"Nggak bisa gendut kok kesel?" bingung Devan


"Ya iyalah, liat badan aku jadi kurus kering gini kaya kekurangan gizi aja," kesal Prima


"Hahahaha bisa aja. Pokoknya kamu nggak bakal kurang gizi selama kamu jadi istriku, aku jamin deh," ucap Devan


"Iyain biar bahagia," ucap Prima


Mereka berputar-putar mengelilingi Swiss. Hari ini mereka pergi ke Chillon Castle.


///***///


Di Chillon Castle



"Waahh benar-benar indah," ucap Prima terkagum


"Kau menyukainya?" tanya Devan


"Sure my sweet husband," ucap Prima sambil memeluk suaminya itu


Lama berkeliling sampai lelah, mereka kembali pulang saat sore hari. Setelah pulang mereka mandi dan keluar sebentar untuk menikmati indahnya malam di Swiss.


///***///


Malam Hari


Puas menikmati malam di Swiss, mereka kembali ke villa. Sesampainya di Villa Prima langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Wahh aku benar-benar tidak merasa lelah sama sekali. Aku sangat bersemangat," ucap Prima sambil berguling-guling dikasur


"Wah benar-benar wanita ini. Sudah seharian jalan-jalan tapi tidak merasa lelah," ucap Devan


"Kalo aku diem aja disini trus ngapain kesini coba?" tanya Prima


Triinngg... Triingg... Trriinngg....


Tertera nama 'Zalfa' dilayar hp Prima. Prima langsung mengangkatnya.


Zalfa : "Halo kaaakkkkk....."


Prima : "Astaga Zalfa ada apa? Sampai kaget aku!"


Zalfa : "Liburan nggak bilang-bilang!"


Prima : "Hei gadis, aku sendiri juga taunya dadakan. Jangan protes!"


Zalfa : "Ya udah aku nggak jadi ngambek. Tapi balik bawain banyak cokelat dan keju ya!"


Zalfa : "Jangan lupa ponakan aku ya! Bye bye"


"Haih ni anak bikin ribet aja," ucap Prima


"Kenapa sayang?" tanya Devan


"Biasa Zalfa," ucap Prima


"Kayaknya dia nunggu ponakan tuh," goda Devan


"Terus?" tanya Prima sambil memeluk suaminya


"Malam itu panjang sayang," ucap Devan


"Ih gayanya," ledek Prima


Devan mencium bibir Prima tanpa aba-aba. Mengetahuinya Prima langsung membalasnya. Mereka saling mel*mat dan menjelajahi setiap inci bibir masing-masing. Setelah cukup lama dan mulai kehabisan nafas baru melepaskannya. Devan langsung mengangkat Prima ala bridal style sambil mencium bibirnya. Diangkat lalu diturunkan di atas kasur.


"Thanks for God because sending you to me," ucap Devan


"Im a lucky girl because have you as my husband," ucap Prima


Devan kembali mencium Prima, lalu turun ke lehernya serta meninggalkan beberapa tanpa kepemilikan di sana. Tangannya mulai meraba perut Prima dan semakin keatas. Lalu ia berbisik.


"Can i do it?" tanya Devan


"Sure you can," jawab Prima


Mendapat lampu hijau, Devan langsung menyerang Prima. Untuk pertama kalinya mereka melakukan hal itu. Mulai saat ini Prima menyerahkan dirinya seutuhnya pada Devan. Malam menjadi saksi bisu cinta mereka berdua.


Badan seksi abis kayak gini dibilang kurus kering, dasar - Batin Devan


///***///


Pagi Hari


Prima tidur di pelukan Devan semalaman. Pagi hari Prima terlebih dulu bangun dan memandang setiap inci wajah Devan lalu tersenyum simpul.


Dia benar-benar tampan tanpa cela sedikit pun. Persis seperti impianku dulu - Batin Prima


Pertama kali Prima menonton drama Korea ia langsung berharap jika suatu saat suaminya akan setampan oppa-oppa Korea. Mimpinya kali ini terwujud. Prima mencoba bangun namun badannya terasa remuk, area sensitifnya sakit dan pinggangnya terasa sangat pegal.


Aduuhh... Badanku rasanya remuk semua, ini gara-gara si serigala lapar di sampingku ini - Batin Prima


Dengan susah payah Prima mencoba berdiri, ia mengambil baju handuk dan memakainya. Saat hendak berjalan ia terjatuh.


"Aww...," keluh Prima


Mendengar keluhan Prima, Devan membuka matanya dan melihat Prima yang terduduk dilantai. Devan langsung bangun, melilitkan handuk di pinggangnya dan memapah Prima agar duduk di atas kasur. Lalu Devan berjongkok didepan Prima.


"Kenapa? Sakit ya?" tanya Devan


Prima merasa sedikit canggung mengingat apa yang terjadi semalam.


"Hei apa saja yang sakit? Perlu aku belikan obat atau yang lainnya?" tanya Devan


"Ng nggak usah," jawab Prima


"Ya udah tunggu bentar, aku mau siapin air panas dulu," ucap Devan


Devan berbalik untuk pergi ke kamar mandi, tapi Prima terkejut melihat badan Devan. Prima langsung menegur Devan saat keluar dari kamar mandi.


"Astaga mas punggung kamu kenapa? Kok banyak banget bekas cakaran, trus itu merah-merah. Ambilin obat dulu aku obatin!" ucap Prima


"Kamu pikir siapa yang berani melakukan ini semua padaku selain kamu?" tanya Devan


Prima langsung menunduk malu, pipinya langsung merah seketika.


"Eh kenapa merah? Udah inget semuanya?" tanya Devan


"Apaan sih, aku mau mandi," ucap Prima


"Emang kuat jalan? Udah sini aku bantuin," ucap Devan


"Eh," kaget Prima


Devan langsung mengangkat Prima dan masuk kedalam kamar mandi. Mandi yang harusnya 15 menit selesai, mereka malah berjam-jam. Ada yang tau kenapa?


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


_____________________________________________


Hai everyone, i'm sorry sementara ini ngga bisa up 1 hari 2 chpt. Di rumah tugas lagi bener-bener numpuk sampai pusing kepalaku, up 1 hari 1 chpt aja udah beruntung. Mohon toleransinya ya:)