My Sexy Wife

My Sexy Wife
Mendadak Kaya



"Hmmm.... Besok, paling cepat besok," jawab Vino


"Baiklah, kau tinggal saja disini dulu. Aku akan menyediakan semua makanan, dan kau bisa membuatnya dengan melihat rekaman CCTV ini," ucap Reyhan


"Baiklah," jawab Vino


Adit dan Reyhan pergi ke balkon sambil meminum minuman kaleng. Reyhan menghela nafas panjang.


"Kau ini kenapa? Stress?" tanya Adit


"Entahlah, rasanya aku sangat terbebani dengan masalah ini," ucap Reyhan


"Kenapa tidak langsung lacak saja sih? Kan lebih cepat untuk mengetahui semuanya," ucap Adit


"Kau pikir gampang? Jika bisa sudah dari awal aku melakukannya. Masalahnya, daddyku itu juga selalu ketat mengawasiku!" kesal Reyhan


"Uuuu... Anak daddy kacian," ledek Adit


"Huh... Daddy langsung memblokir kartu itu sehingga tidak bisa digunakan lagi. Untuk masalah hilangnya, daddy tidak terlalu perduli karena ATM nya sudah dibekukan," ucap Reyhan


"Haih, ini benar-benar rumit. Satu sisi jika semakin lama semakin rumit, satu sisi orang tuamu selalu ketat padamu," ucap Adit


"Huh... Aku ingin semuanya cepat selesai," ucap Reyhan sambil menghela nafas


"Tapi kenapa Dio mau menjebakmu ya? Kita tidak pernah menanggapinya selama ini," ucap Adit


"Iya juga," ucap Reyhan


///***///


Di Cafe


"Aku selalu penasaran, jika dia temanmu... Kenapa kau mau menjebaknya?" tanya Laras


"Haih teman dari mananya? Aku berteman dengannya hanya formalitas belaka. Aku berharap jika suatu saat dia akan membantuku mengembangkan bisnis keluargaku, tapi nyatanya dia malah selalu acuh padaku. Siapa yang tidak kesal?" jelas Dio


"Hanya itu?" tanya Laras


"Tentu saja tidak, selama ini dia selalu merebut wanitaku!" kesal Dio


"Merebut wanitamu?" bingung Laras


"Iya, setiap kali aku punya pacar, pacarku akan langsung mengejarnya. Bahkan teman masa kecilku yang sangat aku cintai harus meninggal setelah ditolak olehnya," ucap Dio


"Oh maaf, aku jadi mengungkitnya," ucap Laras


"Tidak apa," jawab Dio


Aku akan membalas semua perlakuan Reyhan padamu, Julia - Batin Dio


///***///


Besoknya


Di Rumah Sakit


"Dok bagaimana keadaan ibu saya?" tanya Sarah


"Sekarang kita hanya bisa berdoa, keadaan ibu anda semakin memburuk," ucap Dokter


"Apakah ada cara lain agar ibu selamat?" tanya Sarah


Dokter hanya menggeleng lalu pergi meninggalkan Sarah. Sarah dan Wildan berdoa tanpa henti berharap ibunya akan segera membaik. Sementara nenek, semakin lama semakin memburuk dan semakin drop. Kepala Sarah serasa mau pecah saat mengingat semua masalahnya.


///***///


Apartemen Reyhan


"Bagaimana?" tanya Reyhan


"Ini Rey," jawab Vino sambil memberikan hasil gambarnya


"Ini kan bukan wajah Laras," ucap Adit


"Aku familiar dengan wajah ini," ucap Reyhan


"Jadi ini pasti wajah wanita itu. Lalu Laras itu siapa?" tanya Adit


"Makasih Vin buat semuanya," ucap Reyhan


"Iya Rey," jawab Vino


Vino pergi pulang setelah pekerjannya selesai, sementara Adit dan Reyhan kembali membahas masalah tadi.


"Kita tanya Laras ayo," ajak Adit


"Tidak!" cegah Reyhan


"Kenapa?" tanya Adit


"Kita selidiki ini diam-diam lalu cari tau apa motif Laras mendekati dan menipu kita," ucap Reyhan


"Kenapa harus gitu sih Rey? Kelamaan!" ucap Adit


"Semua yang terburu-buru itu tidak bagus. Kau ingat siapa gadis yang satunya itu?" tanya Reyhan


"Iya, Sarah. Kenapa?" tanya Adit


"Cari info mendetail tentang wanita itu. Itu pasti membantu!" ucap Reyhan


"Baiklah, lalu apa yang harus kita lakukan hari ini?" tanya Adit


"Cukup diam dirumah dan istirahat sebentar," ucap Reyhan


"Tentu," jawab Adit


///***///


Di Rumah Sakit


"Bagaimana dok?" tanya Sarah


"Maaf, kami sudah berusaha sebaik mungkin," jawab dokter


"Apa... Apa maksud dokter?" tanya Sarah gugup


"Kami tidak bisa menyelamatkan ibu anda. Tubuhnya mengalami penolakan dengan jantungnya," jawab dokter


"Nggak... Nggak mungkin, Dan... Ibu nggak mungkin ninggalin kita kan?" tanya Sarah


"Kak... Sadar kak, kakak yang kuat ya," ucap Wildan


"Nggak mungkin... Ibu..." teriak Sarah


Sarah langsung mendekap jasad ibunya yang sudah terbaring kaku tak bergerak. Sementara Wildan hanya diam tak bisa berkata-kata melihat semuanya.


"Ibu...Ibu nggak boleh tinggalin aku bu! Aku masih butuh ibu," ucap Sarah sambil menangis


"Kak... Sudahlah, kakak yang kuat ya," ucap Wildan sambil memeluk Sarah


///***///


Di Cafe, Mall.


"Kalian pesan saja apa yang kalian mau. Aku yang traktir," ucap Laras


"Wah sekarang kamu udah banyak uang ya kayaknya. Nggak kayak dulu lagi," ujar teman Laras


"Hehe biasa aja kok," jawab Laras


"Tapi kok bisa sih? Masa bisa kaya secepat ini?" tanya teman Laras


"Ada deh," ucap Laras


"Lo nggak jual diri kan?" tanya teman Laras


"Enak aja," jawab Laras


Adit yang sedang kebetulan lewat di sana melihat Laras sedang berbincang dengan teman-temannya.


"Lah itu kan Laras?" kaget Adit


Adit diam-diam memotret Laras dari kejauhan, nampak Laras memakai barang-barang mahal dan banyak paper bag di tangannya.


Sepertinya dia cukup bersenang-senang dengan apa yang di beri oleh Rey. Tapi awalnya dia tampak menolak semuanya, setelah mendapatkan semuanya dia justru bersenang-senang. Rey harus tau! - Batin Adit


Adit mengirim fotonya pada Reyhan dan mengirim juga beberapa pesan.


Adit


@Adit send you a pict


Gila! Mending lo ambil balik apa yang udah lo kasih ke Laras!


Reyhan


Maksudnya?


Adit


Kayaknya dia bersenang-senang banget sama apa yang lo kasih


Reyhan


Dapet dari mana? Jangan asal tuduh


Adit


Siapa yang asal tuduh. Gue liat sendiri, kalo nggak percaya lo dateng ke sini! Di Mall X


Reyhan


Gak usah, gue percaya sama lo


Reyhan berpikir sejenak lalu mengecek pengeluaran kartu kreditnya, benar-benar ada banyak pengeluaran. Dan jika di total, bisa untuk membeli sebuah mobil. Reyhan mengirim pesan pada Laras.


Reyhan


Kamu dimana?


Laras


Di apartemen, ada apa?


Dia di apartemen? Lalu kenapa Adit bilang dia di mall? - Batin Reyhan


Reyhan


Aku akan kesitu sekarang


Laras


Tapi kenapa mendadak?


Reyhan tak membalas, Reyhan langsung mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi ke apartemen Laras. Sementara Laras mulai tampak kalang kabut dan takut jika Reyhan sampai lebih dulu.


"Maaf ya teman-teman, tapi aku harus pulang. Aku ada urusan penting," ucap Laras


"Ok, sering-sering ya traktir kita kayak gini,"


"Ok, next time ya," jawab Laras


Laras langsung keluar dan naik taksi menuju apartemennya. Untungnya Laras lebih dulu sampai daripada Reyhan


"Huh... Untung aja," ucap Laras


Laras masuk dan memberikan paper bagnya pada asisten rumah tangganya.


"Taruh ini di kamar," ucap Laras


Ceklek....


Belum sempat di bawa ke kamar, Reyhan sudah lebih dulu masuk ke dalam.


"Reyhan, kok kamu bisa masuk?" kaget Laras


"Kamu lupa ini apartemen siapa?" tanya Reyhan


"Ehee iya," gugup Laras


"Itu paper bag siapa? Banyak sekali?" tanya Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏