My Sexy Wife

My Sexy Wife
Pucat



"Maaf... Maafkan saya bos, tadi saya terjebak macet!"


"Potong gaji 20% bulan ini!" tegas Reyhan


"Bos maafkan saya bos, jangan potong gaji ya bos. Istri saya ulang tahun bulan ini. Saya perlu memberinya kado boss,"


"Kau telat 2 menit, bagaimana jika Sarah menungguku sambil tersiksa rindu?" kesal Reyhan


"Maaf bos,"


"Temani aku, jika malaikat membujukku, gaji mu ku naikkan 50% bulan ini," ucap Reyhan


"Baik bos,"


"Ayo pergi!" ajak Reyhan sambil melemparkan kunci mobil nya ke asistennya


Apa gajiku akan tetap di potong? Tuhan bantu aku!- Batin Asisten Reyhan


///***///


Di Mobil


"Mau ke mana bos?"


"Kalau orang demam itu di kasih apa?" tanya Reyhan


"Eh?"


"Aku tanya, kalau orang demam itu di beri apa?" ucap Reyhan kembali


"Di kasih obat bos,"


"Yang benar saja!" kesal Reyhan


"Loh kan benar boss, kalau orang demam di beri obat,"


"Ya kalau itu saya tau! Yang lain!" kesal Reyhan


"Oh... Biasanya kalau istri saya demam, saya beri obat, Paracetamol dan banyak minum air putih agar tidak dehidrasi,"


"Anak SD pun tau itu! Yang lainnya!" kesal Reyhan


"Oh... Sayangi biasanya memberikan buah yang mengandung Vitamin C tinggi agar daya imunnya semakin membaik dan cepat sembuh,"


"Ok baiklah ayo ke toko buah sekarang!" ajak Reyhan


"Baik boss,"


///***///


Di Toko Buah


"Siang mas... Masnya mau cari buah apa?"


"Berikan saya jeruk, lemon, blackcurrant, stroberi, apel dan... Itu saja masing-masing 2 kg," jelas Reyhan


"Emm... Mas bisa di ulang pesanannya?"


"Haih... Jeruk, lemon, blackcurrant, stroberi, dan apel masing-masing 2 kg..." jelas Reyhan kembali


"Baik mas silahkan di tunggu,"


"Berikan saya juga pisang, semangka dan pepaya!" ucap Reyhan


"Baik mas,"


Setelah membayar, Reyhan masuk kembali ke mobil dan meminta asistennya agar memasukkan semua buah-buahan yang ia beli ke bagasi.


"Sudah bos,"


"Apa lagi?" bingung Reyhan


"Mau ke mana bos?"


"Oh... Ke McD dan Pizza Hut!" ucap Reyhan


"Baik bos,"


Reyhan mampir ke McD dan Pizza Hut untuk membeli makan siang seperti pizza, nasi, lauk, minum, es krim, camilan dll.


///***///


Di Parkiran Rumah Sakit


"Sudah sampai bos,"


"Baiklah kau turunkan semua barang-barang yang ku beli dan bawa masuk ke kamar Sarah!" pinta Reyhan


"Semua ini bos?"


"Iya... Tapi kenapa rasanya aku beli banyak sekali ya," gumam Reyhan


"Halo... Ada apa?"


"Turunlah ke parkiran! Aku menunggumu!"


"Halo... Halo... Halo... Woy Rey... Dasar temen laknat!"


Siapa yang di telfon? Adit pastinya. Tak ada orang lain yang berani mengatai Reyhan seperti itu selain Adit. Entahlah, mungkin nyawa Adit double sampai berani mengata-ngatai Reyhan.


"Apa sih? Ngomong belum selesai main tutup-tutup aja!" kesal Adit yang baru datang


"Bawa itu semua bersama Asisten ku ke kamar Sarah! Pasti Sarah sudah menungguku!" ucap Reyhan


"Lah... Jauh-jauh turun dari lantai 4 cuma buat jadi kuli angkat-angkat?" bingung Adit


"Aku tunggu di atas," ucap Reyhan santai sambil pergi menuju kamar Sarah


"Dasar teman laknat!" kesal Adit


"Sabar Mas Adit, kita senasib kok," ujar asisten Reyhan


"Untung teman!" kesal Adit


Adit dan Asisten Reyhan pun susah payah membawa barang bawaan yang di beli oleh Reyhan. Bagaimana tidak susah payah? Semua pengeluaran Reyhan hari ini mungkin sudah cukup untuk membeli sebuah laptop baru.


"Nah udah sampe, lama banget sih. Ditunggu juga," cibir Reyhan


"Nyuruh emang enak ya!" kesal Adit


"Tapi kenapa menyuruhku?" kesal Adit


"Lo kan cowok," ujar Reyhan


"Lo juga cowok, Wildan juga cowok. Kenapa musti gue?" kesal Adit


"Aku harus segera menemani Sarah, sedangkan Wildan nggak boleh kerja yang berat-berat, masa depannya masih panjang," jelas Reyhan


"Masa depan gue gimana woy?" kesal Adit


"Tenang aja, selama kamu nanti menjadi suami adikku hidupmu pasti bahagia," jamin Reyhan


"Kenapa? Aku dapet warisan dari daddy mu ya?" tanya Adit antusias


"Tidak, tapi karena kamu dapat istri seperti adikku yang cantik dan boros ini," ucap Reyhan datar


"Yang di ghibahin masih di sini woy!" kesal Devina


"Ingin ku teriakk...." ucap Adit dengan gaya khas Dewi Aprikot bukan DP


"Taruh barang bawaannya di situ," ujar Reyhan


"Ya ampun... Banyak banget kak, bawa apa aja ini?" tanya Devina


"Sudahlah, lihat baby... Aku disuruh angkat-angkat nih," keluh Adit


"Uuu... Capek ya pasti," ucap Devina


"Iya nih," ujar Adit


"Sini-sini aku pijitin!" ucap Devina


"Kemesraan ini... Cepat-cepatlah berlalu..." Wildan bersenandung


"Jomblo menyingkir!" ucap Adit


"Kejam!" cibir Wildan


"Tuh makan, ada makanan buat makan siang kalian!" ujar Reyhan


"Nah gitu dong, kan jadi lupa marahnya kalo ada makanan," cibir Adit


"Sini-sini makan dulu..." ucap Devina


"Sarah masih tidur ya?" tanya Reyhan


"Iya, sejak kamu tinggal tadi tidur," ujar Adit


Reyhan pun mendekat ke ranjang Sarah dan menyentuh dahi Sarah.


"Ahh... Kenapa rasanya panasnya masih tinggi?" gumam Reyhan sambil mengangkat tangannya karena suhu tinggi Sarah


Reyhan pun mengambil termometer yang ada di meja sebelah ranjang pasien Sarah. Reyhan kembali mengecek suhu Sarah dengan termometer.


"Apa? 40° Celcius?" kaget Reyhan


"Ada apa kak?" tanya Wildan


"Kenapa terkejut?" tanya Evelyn


"Apakah perawat tadi sudah ke sini untuk mengecek keadaan Sarah?" tanya Reyhan


"Sudah kak, kenapa?" tanya Wildan


"Berapa suhu Sarah?" tanya Reyhan


"Tadi kalau tidak salah itu 39° Celcius," jawab Wildan


"Lalu kenapa sekarang sudah 40° lagi?" kaget Reyhan


"Apa?" kaget Wildan


"Kalian tunggu di sini, aku akan menemui mommy," ucap Reyhan


Reyhan langsung berlari keluar untuk menemui Prima, namun Prima sedang tidak ada di ruangan. Prima masih ada operasi, jadi Reyhan memanggil dokter lain untuk mengecek Sarah.


"Bagaimana dok?" tanya Reyhan


"Kita tunggu dulu sampai besok pagi, kalau masih panasnya tinggi kita akan adakan pemeriksaan lanjut," ucap dokter


"Baik dok," jawab Reyhan


Dokter pun keluar meninggalkan ruangan, Reyhan semakin cemas pada Sarah. Ia takut Sarah kenapa-kenapa.


"Dit... Tolong carikan es batu dan handuk ya please!" pinta Reyhan


"Baiklah, tunggu bentar!" ucap Adit


"Aku ikut!" pinta Devina


"Ayo," ajak Adit


Adit dan Devina pun keluar untuk mencari apa yang Reyhan inginkan.


"Apakah suhunya masih tinggi kak?" tanya Evelyn


"Iya," jawab Reyhan


Reyhan membangunkan Sarah untuk minum air, Reyhan juga takut kalau Sarah akan dehidrasi karena suhu tubuhnya yang benar-benar tinggi.


"Sar... Sarah... Bangun, minum air dulu ya..." pinta Reyhan


Sarah membuka matanya berat, ia melihat Reyhan di hadapannya.


"Minum air dulu ya, biar kamu nggak dehidrasi..." pinta Reyhan


"Aku pusing Rey... Perutku rasanya mual, aku tidak kuat membuka mata," lirih Sarah


"Apa? Segera panggil dokter lagi Dan!" ucap Reyhan


"Bukankah barusan Dokter bilang tunggu sampai besok pagi?" tanya Evelyn


"Tapi dia terlalu pucat!" risau Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏