My Sexy Wife

My Sexy Wife
Salah Paham



"Menurutku sih... Lebih baik kalian publish dulu hubungan kalian. Selama ini kalian Backstreet kan? Percuma hubungan bagus tapi nggak ada yang tau. Apalagi tujuan kalian sampai pernikahan. Dan lagi... Devina itu cantik, kalo di ambil orang gimana? Kan nggak ada yang tau kalo kalian pacaran?" tanya Reyhan


"Wah... Rey, lo bener-bener motivator yang bobrok..." ucap Adit dengan kedua jempolnya


"Karena kuliahku jurusan management bisnis, bukan psikologi," jawab Reyhan


"Nah pinter anak mama..." ledek Adit


"Mau?" tanya Sarah menawarkan makanannya


"Maunya di suapi," manja Reyhan


"Ahhh..."


"Ammm...."


Sarah dan Reyhan sedang sibuk bermesraan sambil sesekali saling menyuapi makanan. Sedangkan Adit mencoba agar tidak terpuruk dengan keadaan.


"Gak ada akhlak kalian!" kesal Adit


Adit pergi dari pada harus menjadi obat nyamuk yang tak di anggap di sana, ia menyibukkan dirinya dengan berbagai tumpukan dokumen agar bisa sedikit melupakan masalahnya.


"Tapi bener juga sih... Aku sama Devina udah pacaran lama, dan dari awal kami selalu Backstreet. Tapi aku juga perlu membicarakannya dengan Dev," gumam Adit


Hah... Nanti sore saja aku menemuinya - Batin Adit


///***///


Sore Hari


Adit sudah menyelesaikan tugasnya hari ini, ia berusaha keras menghindari godaan-godaan para karyawan cantik yang tampaknya tertarik padanya.


Adit


Di mana honey?


Devina


Lagi di taman kota, baru selesai keliling pake sepeda 😁


Adit


Kok keliling? Nanti kalo capek gimana?


Devina


Biasa aja kok, kenapa?


Adit


Aku susul ya!!!


Devina


Bukannya kamu masih kerja?


Adit


Udah selesai, baru aja


Devina


Oh ya udah, asal kamu nggak sibuk nggak papa


Adit


Ok, tunggu ya!


Devina


Siaapp pak bos...!!!


Ia keluar untuk membeli sesuatu, lalu pergi taman kota menyusul Devina.


///***///


Di Taman Kota


Adit berkeliling untuk mencari dimana Devina, sampai akhirnya ia melihat Devina sedang duduk di kursi taman sambil tertawa bersama seorang pria.


"Siapa lagi sih! Heran! Setelah ini aku nggak boleh Backstreet lagi!" gumam Adit


Adit berjalan menghampiri Devina yang masih duduk sambil tertawa di kursi taman.


"Dev sayang..." sapa Adit


"Hahahaha iya... Eh honey.... Udah sampe? Gimana kerjaannya?" tanya Devina


"Baik kok... Loh Kak Galang?" kaget Adit


"Hai Dit..." sapa Galang


"Kak Galang ngapain di sini?" tanya Adit


"Loh kamu nggak tau? Apartemen aku itu di ujung jalan sana itu... Jadi aku ya jalan-jalan di sekitar sini, eh ketemu Devina," jelas Galang


"Oh... Lagi apa? Kayaknya seru banget," ucap Adit sambil duduk menyela ditengah-tengah antara Devina dan Galang.


"Ini loh... Kak Galang tu ternyata pernah hilang bajunya di jemuran, ternyata di ambil sama cewek-cewek yang nge-fans banget sama dia hahahahaha..." tawa Devina


"Yah nggak tau... Kak Galang ini punya banyak penggemar di sembarang tempat," ujar Adit


"Ah nggak lah," malu Galang


"Dulu aja temen-temen cewekku pada naksir sama Kak Galang semua setelah main ke rumah," gurau Adit


"Biasa aja kok," jawab Galang


Devina langsung memicingkan matanya, Adit merasa sedikit dingin mendadak.


"Eh nggak-nggak! Maksudnya temen yang cewek-cewek cantik, eh yang cewek, aduh... Yang sekelas sama aku, ah tau! Susah jelasinnya," kesal Adit


"Honey... Jangan marah dong, ya jangan marah ya..." bujuk Adit


"...."


Devina duduk membelakangi Adit, karena sebenarnya Devina itu tipikal gadis yang posesif dan pencemburu.


"Ya jangan marah ya.. Nih aku bawain coklat," ucap Adit sambil menjulurkan coklat batangan di tangannya


Devina meliriknya sekilas lalu langsung menyahut coklat itu dengan cepat.


"Dimaafin nih?" tanya Adit


"Nggak tau," ketus Devina


"Lah.. Maafin dong, nanti aku kasih apapun yang kamu mau," bujuk Adit


"Beliin es krim coklat," pinta Devina


"Siap bu bos!" jawab Adit semangat 45


Adit langsung meluncur ke TKP, siap 86. Lho, langsung meluncur ke penjual es krim maksudnya. Ia langsung membelikan apa yang Devina mau, sementara Devina masih lanjut bercanda dengan Galang.


"Mama.... Hiks... Mama... Hiks..." tangis seorang anak kecil kira-kira berusia 6 tahun


"Loh, adik itu kenapa?" tanya Devina


"Nggak tau, lihat yuk," ajak Galang


"Yuk kak," ajak Devina


Devina dan Galang pun mendekati anak kecil yang sedang menangis di taman itu.


"Adik... Nama adik siapa? Kenapa nangis?" tanya Devina lembut


"Mama... Mama mana hiks..."


"Loh, memang mama kamu di mana?" tanya Galang


"Mama nggak ada hiks... Mama..."


"Nama kamu siapa?" tanya Devina


"Lily kak hiks..."


"Lily... Lily jangan nangis lagi ya, ayo kakak bantu cari mamanya," ajak Devina


"Iya,"


"Ayo... Lily mau kakak gendong?" tanya Galang


Gadis kecil bernama Lily itu pun mengangguk, Galang langsung menggendongnya lalu pergi. Sedangkan Adit belum kembali karena antrian es krim yang panjang. Devina dan Galang pun berkeliling mencari ibu dari Lily.


"Lily tadi ke sini sama siapa?" tanya Devina


"Mama..." jawab Lily


"Emang tadi mama kemana?" tanya Galang


"Nggak tau... Lily kejar kupu-kupu, terus mama ilang," jawab Lily


"Ya udah, kita bantu Lily cari mama ya," ajak Galang


Lily mengangguk, merek berkeliling sampai ada seseorang yang datang dan memanggil Lily.


"Lily... Ya ampun nak... Lily kemana aja?"


"Mama..." panggil Lily


"Lily..."


"Lily... Itu mama kamu?" tanya Galang


"Iya mama," jawab Lily


Galang pun memberikan Lily pada seorang ibu-ibu yang kira-kira berusia 30 tahunan. Mereka berdua bersyukur Lily bisa kembali bersama ibunya.


"Mama... Kakak ini baik... Lily di bantuin cari mama," jelas Lily


"Mas.. Mbak... Makasih ya sudah mau bantu Lily, saya tidak bisa bayangkan apa akibatnya kalau tidak ada mas dan mbak,"


"Sama-sama bu, lain kali putrinya lebih di jaga ya," pesan Galang


"Iya mas makasih,"


"Mama... Mau main sama kakak," pinta Lily


"Lily... Kakak punya urusan, lain kali ya temenin Lily,"


"Nggak mau!!!"


"Bu sudah biarkan, kami juga tidak ada acara," jawab Galang


"Iya bu, biarkan Lily bermain dengan kami," ucap Devina


"Maaf ya mas mbak... Merepotkan,"


"Tidak kok bu," jawab Devina


Mereka berempat pun bermain bersama di taman, yang paling aktif adalah Lily, Galang dan Devina. Mereka berlari-larian seperti Keluarga kecil.


Adit yang baru kembali terkejut saat melihat pacar dan kakaknya bersama seorang anak kecil. Ia langsung menghampiri mereka dengan cepat.


"Dev.. Kak Galang! Ini anak siapa? Ini anak kalian? Kalian diam-diam menikah di belakang ku? Dan sejak kapan kalian kenal? Kalian berdua menikam ku? Dan kapan kalian menikah? Kalian berdua mengkhianati aku dari belakang?" panik Adit


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Baca karya lain saya yuk!!!


'MY KETOS MY HUSBAND'