My Sexy Wife

My Sexy Wife
Jawaban



"Kenapa baru kasih tau sih kak? Kan aku baru bisa nyapa Calon Kakak iparku yang cantik ini," gurau Adit


"Ehem..." Devina berdehem


"Enggak-enggak, kamu yang tercantik kok honey...." ujar Adit


Devina hanya memutar bola matanya jengah. Mereka bercanda agar lebih akrab.


.


.


.


.


Waktu terus berlalu tanpa disadari, kini tiba sudah wisuda Adit, Reyhan dan Sarah untuk menyandang gelar sarjana.


"Ciee.... Selamat ya udah lulus nih..." ujar Galang


"Yah... Aku kapan ya lulus," ujar Devina


"Kuliah dulu yang bener!" sahut Reyhan


"Dih... Mentang-mentang udah selesai S1 langsung banyak gaya," cibir Devina


"Ya iyalah, harus pamerin kamu," gurau Reyhan


"Hahahaha...."


"Rey..." panggil Prima dan Devan


"Mommy...."


"Selamat ya, udah selesai deh S1 nya," ujar Prima


"Makasih juga buat mommy daddy yang selalu dukung Rey," ucap Reyhan


"Selamat ya boy.... Semangat terus buat kedepannya, Sarah.... Terus tingkatkan prestasi kamu ya," ucap Devan


"Siap dad!"


Tak lama, Adit turut bergabung bersama keluarga Devan.


"Hai semua... Hai mommy cantik, daddy ganteng..." sapa Adit


"Halo Adit... Udah lulus nih?" tanya Prima


"Iya dong! Sekarang udah lulus," jawab Adit


"Nanti malem ikutan semua aja," ajak Devan


"Ngapain emang nanti malem?" tanya Adit


"Kita adain pesta kelulusan di rumah, sambil bakar-bakar," sela Reyhan


"Bakar rumah?" tanya Adit


"Bakar otak lo!" jawab Reyhan kesal


"Mana bisa?" bingung Adit


"Ini orang LOL kok akut sih!" kesal Reyhan


"Bakar Barbeque, Adit!" jelas Sarah


"Oh gitu... Aku ikut!" jawab Adit semangat 45


"Hahahaha....."


Semua bahagia bersama, saat Devan pergi ke toilet, Adit menyusulnya. Adit menunggu Devan kembali untuk mengajaknya bicara.


"Dad...." panggil Adit


"Iya Dit? Kok kamu di sini?" tanya Devan


"Anu... Dad... Anu..." gugup Adit


"Mau ngomong apa sih Dit?" tanya Devan


"Anu...." gugup Adit


"Kalo nggak ngomong sekarang, aku pergi saja," ujar Devan


"Dad tunggu dulu!"


"Iya? Mau ngomong apa sih?"


"Mau minta restunya daddy...." ragu Adit


"Buat?"


"Hubungan Adit sama Devina,"


"Oh...."


"Daddy nggak kaget?" tanya Adit kebingungan


"Nggak, Devina udah bilang ke daddy. Dan dia juga sering sekali berbicara tentang kamu," jelas Devan


"Hah!?" kaget Adit


"Biasa aja kali...."


"Jadi... Jawaban daddy?" tanya Adit meragu


"Siap dad! Adit bakal kerja keras buat modal nikah sama Devina!" jawab Adit semangat 45


"Ya udah... Hubungannya di jaga, Devina juga di jaga. Sekali kamu membuat Devina menangis karena sakit hati, jangan pernah meminta kesempatan kedua," tegas Devan


"Siap dad!"


Devan kembali bersama yang lain dengan biasa, sedangkan Adit berjalan melompat-lompat kegirangan dan sesekali bersenandung karena terlalu senang saat mendapat restu dari Devan.


///***///


Malam Hari


Di Taman Rumah Devan


Banyak yang datang ke taman untuk merayakan kelulusan Adit, Reyhan dan Sarah. Mereka semua senang, lama-lama yang datang pun bertambah.


Mulai dari Devan, Prima, Reyhan, Sarah, Devina, Wildan, Adit, Zalfa, Joo, Galang hingga Silvy. Mereka bersenang-senang dengan pasangan masing-masing kecuali Wildan. Wildan hanya duduk saat yang lain menari bersama.


"Hah... Malangnya nasibku, dulu yang lain pacaran, aku jomblo. Sekarang aku pacaran, yang lain nari sama pasangannya, aku malah duduk ditemani sepiring steak daging sapi," gumam Wildan melas


Yang lain menari bersama saat mendengar lagu klasik diputar, mereka mencoba beberapa gerakan tarian salsa. Ada yang bisa dan ada juga yang hanya jadi keributan.


"Kapan kemalangan ini berakhir tuhan..." gumam Wildan


"Boleh aku gabung?"


Wildan tertegun mendengar suara itu, suara yang ia kenal, suara yang ia rindukan dan suara yang selalu ia nanti-nantikan kedatangan. Wildan berbalik menatap gadis cantik yang berdiri dibalut dress merah menyala dan nampak cantik malam ini.


"Velyn...."


"Boleh aku gabung?" tanya Evelyn dengan koper di tangannya


Tanpa pikir panjang Wildan langsung berlari memeluk erat gadisnya itu, Evelyn membalas pelukan Wildan. Mencurahkan semua rasa rindu yang tertahan selama ini karena jarak.


"Kamu kapan pulang? Kenapa nggak kasih kabar?" tanya Wildan yang masih memeluk Evelyn


"Aku mau kasih kejutan buat kamu, biar aku duluan yang lihat wajah kamu," jawab Evelyn


"Aku benar-benar rindu padamu," ujar Wildan


"Aku juga..."


Memang semua ini rencana para mahluk Tuhan, lebih tepatnya rencana Devina dkk. Wildan melepaskan pelukannya, ia berjongkok di depan Evelyn, semua mata menatapnya senang.


"Mau menari denganku lady?" tanya Wildan dengan romantis


"Lengan... Kaki... Aku milikmu," jawab Evelyn


Wildan berjalan bersama Evelyn untuk bergabung bersama yang lainnya. Mereka berdua menari bersama bagaikan Odette dan pangeran kerajaan.


Semua ikut senang, pasalnya selama ini Wildan cukup tertutup. Tidak pernah mengeluh atau bercerita tentang hubungannya dengan Evelyn. Cukup di pendam dan di simpan. Selesai menari, mereka makan bersama.


"Kamu pulang kok gak kasih kabar? Aku kan bisa jemput," ujar Wildan


"Cuma pengen kasih kejutan aja, lagian aku pengen lebih dulu liat kamu. Udah lama nggak ketemu, tambah ganteng aja ya kamu. Nggak ada pacar selain aku kan?" tanya Evelyn


"Apa-apaan sih? Ya nggak ada lah, cuma kamu kok selama ini," jawab Wildan


"Yakin?" tanya Evelyn


"Iya sumpah! Cuma kamu doang," jawab Wildan


"Biasa aja Dan, nggak usah serius gitu wajahnya," ledek Adit


"Hahahaha...."


Wildan sungguh senang malam ini, gadis yang ia tunggu-tunggu selama hampir 1 tahun ini sudah kembali. Bisakah mereka menjalin hubungan seperti pada umumnya saat Wildan sendiri anak yang kaku dan pendiam?


///***///


Beberapa Hari Kemudian


Di Rumah Adit


Adit sudah meneguhkan hatinya untuk berbicara dengan mama papanya mengenai hubungannya dengan Devina.


"Pa... Adit mau ngomong!" panggil Adit


"Ya Dit... Kenapa?" tanya Papa Adit


"Ini mengenai hubungan Adit sama Devina," ujar Adit


"Oh... Sini duduk dulu,"


Adit pun duduk di samping papanya, mereka hanya terhalang sebuah meja kecil. Papa Adit hanya menanggapinya dengan santai dan sesekali meminum kopinya di teras.


"Pa... Adit kan udah selesai S1..."


"Terus?"


"Adit mau minta restu papa buat hubungan Adit sama Devina," pinta Adit


"Terus?"


"Pa! Adit serius!" sentak Adit


"Papa tau,"


"Terus jawaban papa gimana?" tanya Adit


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏