My Sexy Wife

My Sexy Wife
Maaf (2)



"Bayarin es krim aku!" jawab Sarah


"Cuma itu?" tanya Reyhan


"Emang mau apa? Kamu mau aku minta kamu buat bunuh diri? Nabrak orang? Jual ginjal?" tanya Sarah yang masih jutek


"Jangan dong," tolak Reyhan


"Ya udah sana bayar!" ucap Sarah


"Ok-ok, oh iya... Daddy tadi suruh sampai in maafnya ke kamu," ujar Reyhan


"Di maafin," ujar Sarah


///***///


Besoknya


Reyhan datang pagi-pagi ke kantor untuk melihat hasil penyelidikan nya dan daddynya.


"Dad gimana?" tanya Reyhan yang langsung masuk ke ruangan Devan tanpa aba-aba


"Salam dulu kek atau nyapa gitu, setidaknya ketuk pintu gitu!" protes Devan


"Iya-iya, pagi daddy... Gimana penyelidikannya?" tanya Reyhan


"Ada seorang ahli IT yang bekerja sama dengan si pelaku!" ucap Devan


"Udah tau siapa orangnya?" tanya Reyhan


"Udah dong," jawab Devan


"Ayo kita datangi mereka!" ajak Reyhan


"Jangan buru-buru, santai aja. Selama mereka masih di bumi, mereka tidak bisa lari dari kita!" ucap Devan


"Kalo mereka melarikan diri ke mars gimana dad?" tanya Reyhan


"Emang mereka berangkatnya pake apa? Nebeng NASA?" tanya Devan


"Hehe iya juga," ucap Reyhan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Ayo kita datangi mereka," ajak Devan


"Lah, katanya nggak usah buru-buru," ujar Reyhan


"Nanti keburu siang," sela Devan


"Emang kalo siang kenapa?" tanya Reyhan


"Panas," jawab Devan


"Ah elah," cibir Reyhan


"Yuk berangkat, kamu yang setir!" ucap Devan sambil melemparkan kunci mobil ke Reyhan


"Lah, pantesan ngajak Rey..." ucap Reyhan


///***///


Di Apartemen


Reyhan dan Devan pergi sebuah apartemen untuk menemui si pelaku peretas situs keamanan perusahaan. Mereka berdua berhenti di sebuah apartemen bernomor 47.


Tok... Tok... Tok...


"Siapa?" teriak seseorang dari luar


"Paket!" jawab Reyhan


Cklek...


Ada seorang pria yang membuka pintu dan melihat Reyhan yang ada di depan pintu apartemennya.


"Paket? Perasaan saya nggak...." ucap pria itu terpotong


Reyhan langsung menarik pria itu keluar, memutar tangannya ke belakang dan mengunci gerakan tangannya.


"Aww.... Anj*ng! Sakit woi, lepasin!" teriak pria itu


"Kamu Bagus kan?" tanya Reyhan


"Iya... Ah lepasin woi!" teriak pria itu


Reyhan menarik Bagus masuk ke dalam dan membawanya ke sebuah kamar di apartemen itu. Ia masuk bersama Devan. Reyhan mendorong Bagus sampai terjatuh lalu mengunci pintu kamar.


"Aw.. Sakit! Kalian siapa sih? Seenaknya sendiri main masuk-masuk ke apartemen orang!" kesal Bagus


"Jujur! Kamu di suruh siapa?" tanya Devan


"Apa sih, minggir aku mau keluar!" ketus Bagus sambil berusaha menerobos Reyhan dan Devan untuk keluar


Bugg...


Reyhan mendorong Bagus sampai terjatuh ke lantai.


"Aww...." keluh Bagus


"Cepat ngomong! Jangan paksa saya untuk berbuat lebih keras!" tegas Reyhan


"Apa sih? Maksud kalian apa? Aku nggak paham!" kesal Bagus


"Bagus Saputra, usia 25 tahun. Lulusan Universitas A jurusan Ilmu komputer dan teknik informatika. Seorang yatim piatu, hidup sendiri dan bekerja di Mitra M Studio," jelas Reyhan


"Masih kurang jelas?" tanya Devan


"A apa yang kalian mau?" gugup Bagus


"Simple, tinggal jawab saja setiap pertanyaan dari kami!" ucap Reyhan


"A apa?" tanya Bagus


"Siapa yang menyuruh mu untuk meretas sistem keamanan perusahaan kami?" tanya Reyhan


"A aku tidak tau apa yang kalian bicarakan?" elak Bagus


Reyhan mendekat ke arah Bagus, ia langsung merangkul leher Bagus sambil sedikit menatap Bagus dengan tatapan tajam.


"Mau kamu yang bicara sendiri, atau perlu saya paksa kamu agar bisa bicara?" tanya Reyhan dengan sedikit penekanan


"Memangnya kalian bisa memberi saya apa kalau saya mau bicara?" tanya Bagus


"Kamu mau apa memangnya?" tantang Devan


"Bagaimana kalau 30% persen saham perusahaan kalian?" tantang Bagus


"Boleh," jawab Devan


"Dad!" panggil Reyhan


"Bawakan dulu dokumennya," ujar Bagus


"Boleh 30% dan aku juga minta 70% nyawa anda," tantang Devan


"Maksudnya?" bingung Bagus


"Kalau anda bisa meminta sesuatu pada saya, kenapa saya tidak? Untuk membunuh 1 orang saja, sepertinya saya masih bisa. Setelah keluar dari penjara, saya masih kaya, masih punya harta, dan juga masih punya keluarga. Dan kamu? Kamu bisa mengambil saham perusahaan saya, tapi setelah keluar dari penjara... Kamu tidak punya harta, tidak punya keluarga, tidak punya tujuan dan tetap akan saya jadikan target!" ancam Devan


"Apa? Ka kau licik! Kalian licik!" panik Bagus


"Terkadang, seorang bisnisman butuh otak licik!" sahut Reyhan


"Kalian menjebakku!" kesal Bagus


"Tidak, aku hanya membalik setiap kata-katamu!" ujar Reyhan


"Pilih saja, kau jujur atau masuk penjara?" tanya Devan santai sambil melipat tangan


"Argh baiklah!" kesal Bagus


Reyhan memasukkan kedua tangannya ke saku sambil menatap Bagus serius.


"Tapi aku punya 2 permintaan!" pinta Bagus


"Apa lagi?" tanya Reyhan


"Aku minta, setelah ini aku tidak mau terlibat lagi masalah ini dan juga aku mau 100 juta!" pinta Bagus


"Hmmm," jawab Devan


"Sekarang katakan! Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan semua ini!" tegas Reyhan


"Laras..." ujar Bagus


"Laras? Siapa Laras?" bingung Devan


"Aku mengenalnya dad, nanti aku jelaskan!" ucap Reyhan


"Baiklah," jawab Devan


"Siapa lagi?" tanya Reyhan


"Entahlah, yang satunya seorang pria. Aku tidak mengenalnya, bisa jadi dia salah satu dari saingan bisnis kalian," ujar Bagus


"Ck sialan," Reyhan berdecak


"Apa dia tidak memberikan namanya? Atau wajahnya dan ciri-cirinya?" tanya Devan


"Entahlah, dia jarang menampakkan wajahnya. Ia selalu menutupinya dengan masker dan topi," ucap Bagus


"Ck sialan!" kesal Reyhan


Devan mengambil selembar cek yang sudah ia siapkan sejak awal di sakunya. Ia menulis 100 juta dan melemparkannya pada Bagus.


"Makan uangmu!" ketus Reyhan


"Oh iya, aku menawarkan sesuatu padamu!" ujar Devan


"Apa?" tanya Bagus


"Mau bekerja di perusahaan kami?" tanya Devan


"Tidak! Untuk apa aku bekerja di perusahaan kalian," ketus Bagus


"Yah... Padahal kau masih muda, berbakat dan cekatan. Kau bisa dapat banyak tunjangan di perusahaan kami," ujar Devan


"Benarkah?" tanya Bagus


"Mengapa tidak?" tanya Devan


"Hmm... Aku akan memikirkannya," ucap Bagus


"Kami pergi dulu," ucap Reyhan


Reyhan dan Devan pergi meninggalkan Bagus tanpa berpikiran aneh. Sedangkan Reyhan kebingungan dengan rencana daddynya itu.


///***///


Di Mobil


"Dad..." panggil Reyhan


"Apa Rey?" tanya Devan


"Daddy benar-benar melepaskannya begitu saja?" tanya Reyhan


"Tentu tidak, daddy sudah menyuruh orang untuk mengawasi Bagus," ujar Devan


"Nggak dong, tadi itu cek palsu," ujar Devan


"Wah daddy jahil!" ucap Reyhan


"Se sekali Rey," ujar Devan


"Tapi kenapa daddy mengajaknya untuk bergabung ke perusahaan?" tanya Reyhan


"Dia muda dan berbakat, akan bagus kalau bergabung dengan perusahaan kita!" ujar Devan


"Lalu bagaimana jika dia berkhianat atau melakukan sesuatu?" tanya Reyhan


"Tenang saja, jika dia berani macam-macam tinggal kita jebloskan saja dia ke penjara," ujar Devan santai


"Oh iya juga..." ucap Reyhan


"Tapi Rey... Siapa Laras?" tanya Devan


"Dia temanku, dia menyukaiku dan cemburu pada Sarah yang bisa menjadi tunangan ku," ujar Reyhan


"Wahh... Dasar wanita, hanya karena cemburu mereka bisa jadi monster," ujar Devan


"Hahahaha... Daddy ini bisa saja," tawa Reyhan


"Iya, apa kau tidak lihat mommy mu? Kalau sudah cemburu.. Bisa tidur di luar 3 hari daddy," ujar Devan


"Kalo itu sih kayaknya daddy yang pancing mommy deh," ucap Reyhan


"Heh... Tau apa kamu masalah rumah tangga? Kalo kamu udah nikah juga pasti paham!" ucap Devan


"Iya deh dad," jawab Reyhan


"Eh kuliah kamu gimana? Katanya semester ini mau magang," ujar Devan


"Iya dad tapi masih bulan depan, Rey mau magang di perusahaan kita aja ya," ucap Reyhan


"Halah... Padahal maunya biar nggak di suruh aneh-aneh kan?" tanya Devan


"Hehe... Itu juga salah satunya," ujar Reyhan


"Haih kamu ini, nggak mau coba ke perusahaan lain?" tanya Devan


"Dad... Siapa sih yang nggak kenal Rey? Kalo Rey magang di perusahaan lain, pasti mereka mikirnya Rey mau cari tau atau curi informasi perusahaan mereka," ujar Reyhan


"Hmm... Iya juga, ya sudah kamu dan Sarah magang di perusahaan saja. Nanti daddy kasih nilai A," ucap Devan


"Ya jangan gitu dad, masa mentang-mentang anak CEO langsung kasih A tanpa liat cara kerjanya," ucap Reyhan


"Emang kenapa? Kerja kamu memang bagus, bahkan mungkin kamu yang paling berpengalaman di antara semua teman-teman mu!" ujar Devan


"Iya sih, tapi Rey tetep mau mulai dari nol. Rey juga mau ngerasain gimana jadi pegawai biasa," ujar Reyhan


"Kamu memang benar-benar membanggakan dan bisa di andalkan," ujar Devan


"Makasih dad," jawab Reyhan


Setelah kembali ke perusahaan, Reyhan mengambil tasnya dan berangkat ke universitas. Hari ini Reyhan dan Sarah dapat kelas siang, seperti biasa Reyhan menjemput Sarah lalu berangkat bersama.


///***///


Di Universitas


Setelah berjam-jam duduk untuk mengikuti pelajaran dan arahan-arahan dari dosen, akhirnya kelas selesai. Reyhan dan Sarah menghela nafas sejenak setelah melewati kelas yang berat dan cukup melelahkan hari ini.


"Sayang... Jalan yuk!" ajak Reyhan


"Heran deh, tiap pulang kuliah pasti langsung ajak jalan. Emang kamu nggak punya kerjaan?" tanya Sarah


"Aku ajak kan karena kerjaan aku udah beres," ujar Reyhan


"Ya udah ayo," ajak Sarah


"Kamu mau makan apa?" tanya Reyhan


"Kok tiba-tiba pengen chicken steak ya," ucap Sarah


"Nggak mau beef steak?" tanya Reyhan


"Nggak mau! Maunya chicken steak," pinta Sarah


"Ya udah ayo otw," ajak Reyhan


"Yes!" ucap Sarah senang


Aku sering kasih dia uang, mau nya apa juga selalu aku turuti. Tapi tidak pernah minta yang mahal-mahal - Batin Reyhan heran


///***///


Di Kedai Steak


"Silahkan menunya,"


"Kamu apa Rey?" tanya Sarah


"Ngikut!" ujar Reyhan


"2 Chicken steak saus BBQ, 1 fried french, 1 jamur crispy, 2 jus alpukat dan 1 lemon tea!" pesan Sarah


"Baik silahkan di tunggu,"


"Banyak banget pesennya? Kelaparan ya?" tanya Reyhan


"Ya abis, selama ini kamu ajaknya makan daging mulu, roti mulu. Jenuh tau nggak!" kesal Sarah


"Ya udah, mulai sekarang kalo mau apa-apa bilang!" ujar Reyhan


"Ok," jawab Sarah


"Makasih kamu udah mau maafin aku," ucap Reyhan


"Halah, masalah yang lalu nggak usah di pikirin!" ucap Sarah


"Sekarang aku udah nemuin siapa pelakunya," ujar Reyhan


"Hah siapa? Orang dalam beneran?" tanya Sarah kaget


"Laras..." jawab Reyhan


"Laras?" bingung Sarah


"Iya, Laras teman kamu itu. Yang dulu satu kerjaan sama kamu," ujar Reyhan


"Hah masa?" kaget Sarah


"Iya lah, masa aku bohong? Aku ke sini itu juga mau tanya ke kamu, kamu tau nggak info tentang dia? Alamat, keluarga atau tempat kerja?" tanya Reyhan


"Loh, dia kan kerja di perusahaan kamu Rey!" ucap Sarah


"Kerja di perusahaan ku?" kaget Reyhan


"Iya, juga sebagai cleaning service," ucap Sarah


"Kamu tunggu sebentar!" ucap Reyhan


"Iya," jawab Sarah


Reyhan langsung berdiri, ia mencari tempat yang agak sepi untuk menelfon Devan.


"Halo dad..."


"Halo Rey, ada apa?"


"Dad, aku tau di mana Laras!"


"Di mana?"


"Dia ada di perusahaan kita! Sebagai OB!"


"Ok baiklah, info mu sangat berguna!"


"Iya dad,"


Devan langsung bergegas mengambil tindakan untuk Laras. Sementara Reyhan kembali ke meja Sarah, bersamaan dengan pesanan yang datang.


"Ini kak,"


"Makasih ya," ujar Sarah


"Makasih," ujar Reyhan


"Maaf Rey," lirih Sarah


"Maaf? untuk apa?" tanya Reyhan


"Untuk Laras," ujar Sarah


"Laras? Laras memangnya kenapa?" tanya Reyhan


"Aku yang membawa dia untuk bekerja di perusahaan mu," lirih Sarah


"Hah?" kaget Reyhan


"Aku.. Aku tidak bermaksud, dia datang padaku dan berkata kalau dia butuh pekerjaan untuk membiayai keluarga nya. Dan saat itu perusahaan butuh tenaga kerja OB, jadi aku memberi tahu hal itu padanya. Aku tidak menyangka dia akan berbuat hal seperti ini," jelas Sarah


"Apa dia menyakitimu?" tanya Reyhan


"Tidak.." jawab Sarah


"Syukurlah, kau harus berhati-hati dengannya. Walau wajahnya polos, tapi hatinya busuk!" peringat Reyhan


"Iya Rey," jawab Sarah


Seketika Sarah menjadi sedikit murung saat mengingat Laras. Ia masih ingat saat Laras mengatai dirinya sebagai tukang tikung. Ia ingin bertanya pada Reyhan, namun masih ada keraguan di hatinya.


Apakah pas jika aku bertanya sekarang? Sepertinya Rey masih sibuk dan stress. Aku takut jika hal ini akan membebaninya - Batin Sarah


"Rey..." panggil Sarah


"Apa sayang?" tanya Reyhan


"Aku minta maaf," lirih Sarah


"Sudahlah, kau kan tidak tau. Anggap saja ini semua hanya kebetulan," ujar Reyhan


"Tapi...." ucap Sarah terpotong


"Shhh... Sudah jangan bahas hal itu lagi! Lebih baik kita bahas masa depan kita," ucap Reyhan sambil menempelkan telunjuknya ke bibir Sarah


"Kita?" bingung Sarah


"Ya, contohnya... Kapan kita menikah? Ke mana kita akan bulan madu, di mana kita akan tinggal bersama, lalu apa keinginan mu setelah lulus kuliah," ujar Reyhan


"Hmm... Aku ingin jadi seorang asisten atau sekretaris!" ucap Sarah


"Jadi asistenku saja!" ucap Reyhan


"Dih apaan sih," ucap Sarah


"Kan bagus, tiap hari kita bisa ketemu. Setiap saat selalu barengan, dan yang paling penting... Aku nggak bakal kangen-kangen lagi sama kamu," jelas Reyhan


"Gombal!" ucap Sarah


"Loh beneran, kan bagus kalo kamu jadi asistenku!" ucap Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏