
Ya Tuhan.... Bolehkah aku menyentuhnya? Hanya sekali saja.... - Batin Sarah
Reyhan yang melihat Sarah melongo langsung memiliki ide untuk menjahili Sarah. Reyhan langsung berjalan mendekati Sarah. Ia langsung menindih Sarah dengan tangan yang menjadi tumpuan sekaligus mengunci tubuh Sarah.
Deggg....
Jantung Sarah serasa mau lepas, baru saja ia membatin, kini yang ia inginkan sudah ada di depan mata.
"Kenapa liatin aja? Suka banget ya?" tanya Reyhan dengan menatap lekat mata Sarah
"Si siapa yang lihat...." gugup Sarah sambil memalingkan wajahnya
Tuhan... Panjangkan umurku! Aku belum mau mati muda, tolong kontrol detak jantungku! - Batin Sarah
"Kalau mau megang bilang aja," bisik Reyhan di telinga Sarah
Sarah memejamkan matanya merasa geli sekaligus senang, oh Tuhan cobaanmu terlalu berat untuk Sarah. Sarah sudah ingin gila rasanya, tidak percaya dan tidak percaya. Hanya itu yang ada di pikiran Sarah.
"I want you tonight! (Aku ingin dirimu malam ini!)," bisik Reyhan
Reyhan hendak mencium Sarah, tepat ada celah, Sarah langsung keluar dari celah itu. Ia langsung lari dan masuk ke kamar mandi lalu menguncinya.
"Huh... Untung saja... Bisa gila aku lama-lama di sana!" gumam Sarah yang bersandar di pintu kamar mandi
Awal mengenalnya dia sangat sombong, dingin dan arogan. Siapa sangka kini dia menjadi seorang suami yang hangat dan selalu perhatian padaku? - Batin Sarah
"Sudahlah mikir apa aku ini?" ucap Sarah membuyarkan lamunannya
Tapi dia berkata ingin diriku malam ini? Apa maksudnya? Jangan-jangan.... Ah sudahlah, otakku terlalu banyak berpikir! - Batin Sarah
Sarah menghentikan fantasi gilanya, ia langsung mengguyur tubuhnya dengan air dari shower. Ia membasahi seluruh tubuhnya dan juga mencuci rambutnya.
Setelah selesai mandi, ternyata Sarah lupa membawa kimono. Dengan terpaksa ia keluar dengan handuk yang melilit dari dada sampai atas lutut, ah bullshit kalau terpaksa, rela-rela saja kok Sarah-nya.
Cklek...
Sarah membuka pintu kamar mandi, lalu melihat Reyhan yang sedang duduk di sofa dengan menggunakan boxer dan tidak memakai baju. Reyhan duduk sambil memandangi layar laptopnya. Hal itu cukup membuat Sarah mabuk kepayang.
Aahhh.... Dia benar-benar tau bagaimana caranya membuatku kagum! - Batin Sarah
Sarah keluar sambil mengeringkan rambutnya, Reyhan masih sibuk dengan dokumen-dokumen di laptopnya.
"Kau sudah selesai mandi?" tanya Reyhan tanpa melihat ke arah Sarah
"Hmm...."
Sarah masih kagum dengan wajah Reyhan, wajahnya tampak semakin tampan saat serius. Ingin rasanya membawanya pulang lalu memainkannya tanpa menunjukannya pada orang lain.
"Kau sedang apa?" tanya Sarah
"Hanya mengecek beberapa laporan yang di kirim Sekretaris ku," jawab Reyhan yang fokus dengan layar laptopnya
"Oh... Apa kau belum lelah?" tanya Sarah yang masih mengeringkan rambutnya dengan hair dryer
"Belum,"
"Perlukah aku membuatkan mu segelas kopi?" tanya Sarah
"Tak perlu, ini sudah hampir selesai," jawab Reyhan
"Oh baiklah, apa kau akan begadang nanti malam untuk bekerja?" tanya Sarah
Reyhan menghentikan pekerjaannya, ia mendongak dan melihat ke arah Sarah. Mata Reyhan langsung sedikit membelalak melihat penampilan Sarah yang sungguh seksi, di pandangannya.
"?"
"Sepertinya aku benar-benar akan begadang malam ini," jawab Reyhan dengan senyum seringainya
"Apakah pekerjaanmu sangat banyak? Perlukah kita pulang lebih awal?" tanya Sarah
Reyhan menaruh laptopnya, ia berdiri lalu duduk di kasur. Ia menarik tangan Sarah hingga Sarah jatuh di atas pangkuannya, ia juga menarik pinggang Sarah.
Yaa.... Jika ada lomba pembuat orang meninggal karena serangan jantung, dia juara 1! - Batin Sarah
"Kenapa?" tanya Sarah memberanikan diri
"Tujuanku liburan adalah agar benar-benar memiliki Quality Time setelah kita menikah, untuk pekerjaan.... Masih ada sekretaris dan beberapa asisten ku. Jadi tenang saja," jelas Reyhan
"Oh... Aku hanya khawatir," jawab Sarah
"Tak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya. Tapi sepertinya kita akan benar-benar begadang nanti malam..." jawab Reyhan dengan senyum seringainya
"Kita?" bingung Sarah
Cup...
Mulai kehabisan nafas, mereka melepaskan ciumannya. Reyhan berbisik di telinga Sarah.
"I want you (Aku ingin dirimu)," bisik Reyhan
"I'm yours (Aku milikmu)," jawab Sarah
Reyhan kembali mencium Sarah, ciuman itu perlahan turun ke leher jenjang Sarah hingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana, dan kini tangannya ikut beraksi. Perlahan membuka lilitan handuk Sarah. Sarah tidak menolak, tidak ada salahnya menyerahkan seluruh dirinya ke suaminya sendiri.
Bulan bersinar terang, semilir angin membuat udara lebih sejuk, dan di waktu yang indah ini mereka melakukan hubungan yang didasari suka sama suka dan karena sudah sah menjadi suami istri.
*Silahkan pikirkan langkah Reyhan selanjutnya dengan fantasi kalian masing-masing :)
///***///
Pagi Hari
Paris, Prancis
Sarah mengerjapkan matanya saat sinar sang mentari mulai menyinari matanya. Matanya benar-benar berat untuk di buka, bolehkan Sarah tidur lagi?
Mataku sangat berat untuk di buka. Aku ingin tidur lebih lama, aku cinta kasur.... - Batin Sarah
Sarah memiringkan tubuhnya, ia terkejut sekali saat melihat Reyhan yang duduk sambil menyangga wajahnya di lantai.
"Ah astaga...." kaget Sarah
Sarah langsung terduduk karena terkejut, sontak ia merasa nyeri di seluruh tubuhnya. Ingin menangis tanpa suara.
"Oh... Apakah aku mengejutkanmu?" tanya Reyhan
"Aww.... Kenapa kau di situ?" tanya Sarah
"Kau menggodaku?" tanya Reyhan
"Apa maksud..."
Ucapan Sarah terpotong, ia melihat tubuhnya. Hanya ada selimut yang menyelimuti tubuhnya, namun melorot karena ia sedang duduk. Spontan Sarah langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Hahahaha.... Kau benar-benar imut. Santai saja, aku sudah pernah melihat dan menyentuh semuanya," gurau Reyhan
"What! Dasar mesum!" kesal Sarah sambil melemparkan bantal kecil ke arah Reyhan
"Hahahaha... Sudah-sudah, kau pasti lapar kan? Segera mandi, dan kita akan sarapan bersama, itu baju gantimu, itu handuknya, aku sudah menyiapkan air hangat di kamar mandi, dan juga hari ini kita cukup bersantai saja," jelas Reyhan
"Kau menyiapkan semuanya?" tanya Sarah
"Tentu saja, semua untuk istriku tercinta," jawab Reyhan
Blushy....
Sarah malu-malu tak jelas, ingin sekali senyum atau tertawa keras, tapi ia menahannya.
"Terima kasih...." ucap Sarah
"Sama-sama... Sudah sana mandi, perlukah aku mandikan?" tanya Reyhan dengan mengedipkan sebelah matanya
"Ish dasar! Aku mau mandi," ucap Sarah
Sarah berjalan menuju kamar mandi sambil menutupi badannya dengan selimut, Reyhan hanya terkekeh melihat tingkah istrinya itu.
///***///
Di Kamar Mandi
Sarah senyam-senyum sendiri, ia masih memikirkan perilaku Reyhan tadi. Sarah benar-benar merasa seperti ratu saat ini, memiliki suami tampan, kaya dan baik, keluarga yang sangat menyayanginya, mertua yang baik hati dan dimanjakan oleh suaminya. Tidakkah ini begitu sempurna?
"Oh.. Aku cinta hidupku," ucap Sarah
Sarah berendam dalam bathtub dengan air sabun, ia benar-benar merasa nyaman. Sarah menikmatinya.
"Kau menikmatinya?" tanya Reyhan
Sarah teramat sangat terkejut, ia tidak mendengar siapapun masuk. Lalu kapan Reyhan masuk kamar mandi?
"Kamu kapan masuk?" kaget Sarah
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Please jangan komen aneh-aneh ya🙏 Dalam keadaan nggak fit, jadi susah halu wkwkwkwk 😂 Jangan pelit jempol ;)
Baca karya lain saya:
'My Ketos My Husband'