My Sexy Wife

My Sexy Wife
Pengkhianatan



"Uhm itu..." gugup Laras


"Bi, milik siapa?" tanya Reyhan


"Milik non Laras tuan,"


"Huh.. Kamu ini benar-benar!" kesal Reyhan sambil memegangi dahinya


"Non ini mau di apakan?"


"Masukkan saja ke kamarnya," sahut Reyhan


Laras tampak sedikit menunduk didepan Reyhan, Reyhan hanya memegangi dahinya pusing karena kelakuan Laras.


"Mana Kartu kredit yang waktu itu aku kasih?" tanya Reyhan sambil mengulurkan tangannya


"Untuk apa?" tanya Laras


"Berikan!" bentak Reyhan


Laras langsung memberikan kartu kredit yang diberikan oleh Reyhan waktu itu. Laras sedikit ketakutan melihat Reyhan yang nampak marah.


"I ini," gugup Laras sambil memberikan kartu kredit itu


"Huh, kartu ini akan aku ambil. Jika butuh apa-apa kau bisa mengirim pesan padaku, untuk kebutuhanmu, aku akan memberikan uang cash tiap bulan," ucap Reyhan


"Kenapa begitu?" tanya Laras


"Masih tanya?" tanya Reyhan


"......"


"Kau menghabiskan banyak uangku hanya untuk berfoya-foya, kau pikir kau siapa? Jangan bertingkah layaknya kau adalah istriku! Kau pikir mendapatkan uang itu gampang?" tanya Reyhan


"......."


"Aku pergi dulu," ucap Reyhan


Ck, sialan. Kenapa jadi begini? Untung saja aku masih punya Dio - Batin Laras


Laras mengirim pesan pada Dio untuk mengajaknya bertemu.


Laras


Bisa bertemu?


Dio


Kenapa?


Laras


Hanya kangen


Dio


Aku sibuk


Laras


Aku tidak peduli!


Laras melacak lokasi ponsel Dio dengan aplikasi di ponselnya. Di club milik Dio, Laras langsung berangkat ke sana.


///***///


Di Club


"Boss dimana?" tanya Laras


"Ruangan pribadinya,"


"Ok," ucap Laras


Laras melangkahkan kakinya menuju ruangan pribadi Dio. Laras masuk namun tidak ada siapapun, lalu Laras masuk lebih dalam dan melihat bayangan 2 orang di atas kasur.


"Mmmhhhmmm....."


"Huh... Huh.. Pelan-pelan sayang, aku tak akan lari!"


"Ughhh....."


"Ahhh...."


Laras perlahan melihat siapa yang ada di kasur. Laras terkejut setengah mati saat melihat Dio sedang bercumbu dengan seorang gadis cantik yang hanya tinggal memakai pakaian dalam. Dio pun juga sudah mulai melepas bra wanita itu dan tangannya mulai masuk kedalam branya. Kedua insan itu tampak sangat saling menikmati dihadapan Laras.


"Dio...." panggil Laras


"Ugh siapa sih... Laras, kamu ngapain disini?" tanya Dio


"Dia siapa sayang?" tanya gadis itu sambil bergelayut manja di leher Dio


"Kamu tunggu sebentar, nanti kita lanjut," bisik Dio


Dio merapikan pakaiannya dan menarik Laras untuk keluar. Ia mengajak Laras duduk di sofa.


"Kamu ada apa kemari?" tanya Dio santai


"Kamu tega ya sama aku!" kesal Laras


"Tega apanya sih? Aku ngapain?" tanya Dio santai


"Aku kira kamu cinta sama aku tapi apa? Kamu malah kayak gitu sama cewek lain," ucap Laras


"Loh kenapa? Apa salahnya? Meskipun aku punya pacar 5, aku juga sanggup. Aku kaya dan bisa memuaskan mereka," jawab Dio santai


"Laras... Laras... Kamu jadi cewek jangan b*go-b*go dong. Kamu itu bukan satu-satunya, tapi salah satunya ok," ujar Dio


"Apa? Jadi kamu punya banyak cewek lain diluar sana?" kaget Laras


"Hahahaha ya iyalah, aku masih muda dan kaya. Banyak yang ingin memiliki ku sayang," ucap Dio sambil menyentuh pipi Laras


"Tapi aku kira kamu setia sama aku," ucap Laras sambil menahan air matanya


"Hahahahaha, iya aku setia kok sama kamu. Waktu ada kamu tapi," jawab Dio


"Tapi aku udah kasih segalanya buat kamu, termasuk malam pertama aku!" ucap Laras


"Bukan cuma kamu yang kayak gitu, jadi kamu nggak istimewa banget," jawab Dio


"Aku pikir, setelah mendapatkan harta Reyhan aku akan menceraikan dia dan kita menikah!" ucap Laras


"Kamu pikir aku mau nunggu kamu selama itu? Tapi kamu cantik, jika kamu mau tetap di sisiku tidak apa. Aku akan berikan semua kebutuhan kamu," ucap Dio


"Kamu jahat... Hiks..." tangis Laras


Dio memeluk Laras, selama ini Dio memang hanya bermain-main saja dengan Laras. Dio tidak pernah berniat serius dengannya, karena hati Dio masih dipenuhi oleh Julia, kekasih masa kecilnya.


Aku begitu mencintainya, tapi dia justru mengkhianatiku? - Batin Laras


Maaf Laras, kepergian Julia juga membawa pergi hatiku hingga aku tidak bisa membuka hati lagi untuk siapapun - Batin Dio


"Sekarang diem, kamu mau ngapain kesini?" tanya Dio


"Gak jadi," kesal Laras


Laras berdiri dan hendak pergi, sebelum pergi ia berbalik dan mengancam Dio.


"Aku akan membongkar semua kebusukan kamu di depan Reyhan!" ancam Laras


"Silahkan, aku juga akan bongkar kembali kelicikan kamu. Dan kita lihat siapa yang lebih di percaya, fake friendnya ini atau kamu," jawab Dio


"Kau!" kesal Laras


"Sudahlah Laras, kita ini ada di kapal yang sama. Jika aku tenggelam, maka kau akan ikut tenggelam. Dan sayangnya kapal itu milikku, jadi aku punya pelampung untuk menyelamatkan diri, tidak untukmu," jawab Dio


Dasar b*j*ngan! Kenapa aku terjebak dan mau menjadi pionnya - Batin Laras


"Untuk masalah malam pertamamu, kau ingat? Malam itu kau yang menggodaku, lalu kau naik ke ranjangku. Setelah itu kau juga meminta bayaran padaku, jadi.... Kita impas, dan karena aku berbaik hati, aku membiarkan kau tinggal di sisiku," jawab Dio


"Kau!!!" geram Laras


"Jadi apa yang harus dipermasalahkan?" tanya Dio


Ck, berdebat dengannya tak ada gunanya. Aku akan membalasmu! - Batin Laras


"Kalau begitu beri aku kartu kredit atau uang!" ucap Laras sambil mengusap air matanya


"Kenapa kau butuh uang? Bukannya Nyonya Muda Kalandra, eh maksudnya calon Nyonya Muda Kalandra pasti mendapat banyak uang dari calon suamimu?" tanya Dio dengan nada mengejek


"Kau!!! Reyhan tidak memberikan uang lebih untukku! Cepat berikan atau kau akan tau akibatnya!" ancam Laras


"Woho... Kau berani mengancamku, ini kartu kreditnya. Sana pergi!" ucap Dio sambil melemparkan kartu


Untung aku masih butuh, jika tidak sudah ku bunuh dari tadi karena berani menghina dan mengkhianatiku - Batin Laras


Laras pergi meninggalkan Dio, sementara Dio kembali melanjutkan apa yang ingin dia lanjutkan.


///***///


Di Kampus


"Yo gimana Rey?" tanya Adit


"Masih sama, tapi kemarin gue ambil kartu kredit dia," jawab Reyhan


"Loh, lo berani?" tanya Adit dengan nada mengejek


"Mau ini?" tanya Reyhan sambil menunjukkan kepalan tangannya


"Hehehehe nggak makasih," ucap Adit


"Gimana sama identitas si siapa itu? Oh Sarah," ucap Reyhan


"Udah dong, tapi baru beberapa identitas yang aku dapat," ucap Adit


"Trus gimana?" tanya Reyhan


"Kalo lo tau, lo pasti kaget bro!" ucap Adit


"Kaget? Kaget kenapa?" tanya Reyhan


"Udah yuk ke apartemen lo, gue jelasin semuanya!" ucap Adit


///***///


Di Apartemen


Prakkk....


Adit melemparkan amplop cokelat besar ke atas meja.


"Itu info yang gue dapet sementara," jawab Adit


Reyhan mengambil amplop itu dan mulai membukanya. Ia membaca dengan seksama identitas Sarah.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏