
"Apa sih yang aku nggak tau tentang kamu," ujar Reyhan genit
"Gombalannya basi!" ketus Sarah
Setelah puas berkeliling mereka pulang karena hari semakin gelap.
///***///
Di Mobil
Triingg.... Trriingg....
Sebuah ringtone berbunyi dari ponsel Reyhan, mendengar ponselnya berbunyi, Reyhan menekan salah satu tombol di wireless earphone nya hingga panggilan telfon tadi tersambung.
"Halo dad...."
"......."
"Apa tidak bisa lain kali saja?"
"....."
"Haih baiklah-baiklah,"
"......."
"Iya tenang saja! Iya mommy!"
"....."
"Baiklah, aku tidak akan jadi anak durhaka. Sudahlah, aku ini sedang menyetir! Dahh..."
Tidak ku sangka pria se dingin dan se konyol dia bisa sehangat itu dengan keluarganya - Batin Sarah
"Sudah puas memandangi ku?" tanya Reyhan
"A apaan sih, aku nggak lihat kok!" ucap Sarah sedikit malu
"Udah lah, kenapa? Kepo sama telfon tadi?" tanya Reyhan
"....."
"Besok kamu dandan yang cantik, aku jemput jam 7 malam. Kita ketemu orang tuaku," jelas Reyhan
"Apa!" kaget Sarah
"Biasa aja kagetnya," jawab Reyhan
"Kaget itu nggak ada yang biasa, tapi kenapa mendadak sih?" kesal Sarah
"Aku sendiri juga tidak tau, tiba-tiba orang tuaku menelfon," jawab Reyhan
"Ck, bukankah ini hanya hubungan pura-pura," ujar Sarah
"Ya kalo di depan orang tuaku jadi serius, kau harus bantu aku. Jika sampai orang tua ku tau kita hanya pura-pura, bisa di cincang jadi sate nanti aku sama mommy ku," jelas Reyhan
"Mommy kamu galak?" tanya Sarah
"Nggak sih, orangnya lebih cenderung asik. Tapi kalo udah nggak suka sama orang langsung kelihatan banget," jelas Reyhan
Kenapa aku jadi deg-degan hanya karena akan bertemu orang tua bocah ini. Lagi pula ini semua kan hanya bohongan - Batin Sarah
"Aku takut mommy mu tidak menyukaiku," lirih Sarah
"Santai saja, mommy hanya tidak suka dengan orang yang bertingkah berlebihan saja. Asal orangnya sopan, baik dan bisa memuaskan mommy ku maka mommy ku akan senang hati menerimamu," jelas Reyhan
"Kalau daddy mu?" tanya Sarah
"Dia mah orangnya agak cuek sih, jadi nggak terlalu ikutan. Yang penting kamu bisa jaga sikap dan tidak melebih-lebihkan sikapmu, pasti daddy ku tidak masalah," jelas Reyhan
"Oh begitu, kelihatannya memang gampang. Tapi untuk seorang perempuan yang akan bertemu dengan calon mertuanya itu bisa jadi sulit," jawab Sarah
"Kata-kata mu seperti sudah berpengalaman saja," ujar Reyhan
"Tidak juga, hanya menyimpulkan dari beberapa kejadian," jawab Sarah
"Kau cerdas juga," puji Reyhan
"Iya dong, makanya bisa dapet beasiswa," ucap Sarah sambil mengibaskan rambutnya
"Iya in biar bahagia," jawab Reyhan
"Tapi kok aneh, kenapa kampus terbaik di negara kita mau mencari informasi tentangku. Padahal aku kan tidak mengajukan beasiswa," bingung Sarah
"Anggap saja kau beruntung, anggap jika negara ini butuh orang cerdas," jawab Reyhan
"Hmm baiklah," jawab Sarah
///***///
Di Rumah Sarah
Reyhan turun dan membukakan pintu untuk Sarah. Sarah hanya terheran-heran melihat tingkah Reyhan sejak tadi.
"Sana masuk," ucap Reyhan sambil senyam-senyum
"Ni anak kenapa dah?" bingung Sarah
Sarah masuk ke dalam rumahnya sambil bolak-balik menengok dan melihat Reyhan yang masih senyam-senyum.
"Gangguan ya tu orang," gumam Sarah
Cklek....
Sarah membuka pintunya, Wildan yang sejak tadi duduk menunggu Sarah pun langsung berdiri menghampiri Sarah.
"Kak!" panggil Wildan
"Tuh lihat," ujar Wildan
"Apa sih Dan?" tanya Sarah
Wildan membawa Sarah menuju kamarnya, dan di sana terdapat puluhan paper bag dengan brand-brand terkenal.
"Ini apa Dan?" kaget Sarah
"Tadi ada orang-orang pake jas hitam dateng ke sini, mereka kasih ini tiba-tiba. Katanya punya kakak, ya udah aku terima. Tapi kakak punya uang dari mana beli semua ini?" tanya Wildan
"Ka kakak juga nggak tau, kakak perasaan nggak beli apa-apa," bingung Sarah
"Trus ini punya siapa? Masa salah kirim? Tapi orangnya bener bilang ini punya Kak Sarah," ucap Wildan
"Co coba kamu keluar dulu, kakak mau istirahat dulu," pinta Sarah sambil mendorong Wildan agar keluar dari kamarnya
"Tapi kakak belum jelasin apa-apa masalah tadi," pinta Wildan
"Aahh iya-iya nanti, sekarang kamu keluar dulu. Kakak capek mau istirahat," pinta Sarah
"Ya udah, ntar jangan lupa jelasin!" pinta Wildan
"Iya-iya sana keluar!" pinta Sarah
Cklek....
Sarah menutup pintu kamarnya lalu menguncinya. Ia masih berpikir, takut jika tiba-tiba mendadak datang tagihan yang membludak.
"Astaga... Cobaan apa lagi ini Tuhan!" kesal Sarah
Sarah perlahan membuka satu-persatu paper bag tadi dan membelalakkan matanya. Ia terkejut dengan apa yang di lihatnya. Tak percaya, Sarah kembali membuka paper bag yang lain sampai terbuka semua.
"Ini kan barang yang tadi aku sentuh di mall, dan beberapa yang aku lihat di mall," kaget Sarah
Selama di mall sesekali Sarah melihat barang-barang branded atau hanya menyentuhnya. Namun saat melihat harganya, Sarah kembali meletakkan barang itu. Reyhan sengaja mengutus seseorang untuk membeli semua yang di sentuh oleh Sarah tak terkecuali, lalu mengantarkan nya ke rumah Sarah.
Apa yang harus ku lakukan, ini semua adalah barang yang aku inginkan tapi tidak mampu beli. Apa jangan-jangan ini kerjaan si bocah itu? - Batin Sarah
Sarah langsung mengambil ponselnya dan menelfon Reyhan.
"Halo... Ada apa baby?"
"Ada apa ini? Kenapa banyak barang-barang mahal di rumahku!"
"Nikmati saja sayang, jangan terlalu hemat. Uangku juga uangmu, tapi tenang saja. Aku membelinya dengan gaji ku sendiri kok,"
"Kau gila! Yang berhak menerimanya itu istrimu kelak!"
"Kau kan calon istriku, jadi jangan sungkan!"
"Dasar aneh! Aku tidak punya banyak uang untuk bayar hutang!"
"Tenang saja, jadilah istriku dan semua hutangmu lunas,"
"Kau pikir aku sedang jual diri?"
"Bukan jual diri, tapi mahar pernikahan,"
"Dasar pria gila!"
"Tidak sopan mengatakan hal itu pada calon suamimu sayang. Besok dandan lah yang cantik, aku akan menjemputmu!"
"Terserah!" kesal Sarah
Sarah hanya mengacak-acak rambut nya kesal karena kelakuan Reyhan yang sering kali membuatnya jengkel.
///***///
Besoknya
Sore Hari
Sarah membuka salah satu paper bag dan melihat ada body care di sana. Sarah mengambilnya dan memakainya untuk mandi, selesai mandi Wildan mengetuk pintu kamar nya.
"Kak!" panggil Wildan
"Apa Dan?" tanya Sarah
"Ini ada kiriman dari pacar kakak," ucap Reyhan
"Hah?" kaget Sarah sambil membuka pintu kamarnya
"Nih baru sampe," ucap Wildan sambil memberikan kotak kado sedikit besar kepada Sarah
"Oh ok makasih, oh iya nanti kakak mau keluar dulu ada urusan. Kalo ada apa-apa segera kabari kakak ok!"
"Iya kak, kayak aku anak kecil aja!"
Sarah menutup pintu kamarnya dan membuka kotak kado itu. Terdapat sebuah gaun dan secarik kertas di dalamnya.
Sore sayang... Pakailah ini agar tetap cantik, maaf aku tidak bisa menjemputmu. Nanti supirku yang akan menjemputmu. Jangan lupa dandan yang cantik agar calon mertuamu terkesan ok ;)
Calon suamimu, Oppa Rey
"Ya Tuhan, mataku ternoda dengan surat ini!" kaget Sarah
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Yuhuu... Nggak kerasa udah 100+ chpt aja🤭 Tetap support author yah, jangan pelit kasih jempol dan love nya😉 Semoga kedepannya bisa lebih sering up date yah😆