My Sexy Wife

My Sexy Wife
Menang



"Apaan sih, udah sana mandi!" ucap Prima


Devan hendak mencium Prima namun dahinya ditahan dengan telapak tangan Prima. Devan berusaha memajukan wajahnya namun Prima tetap mendorong dahi Devan.


"Gak usah macem-macem! Sana mandi dulu!" tegas Prima


"Sekali aja!" ucap Devan


"Nggak bisa, sana mandi!" ucap Prima


"Nggak mau!" ucap Devan


"Nggak mandi sekarang, aku mau pulang sendiri ke Indonesia!" ucap Prima


"Oke aku mandi," ucap Devan


Devan langsung pergi ke kamar mandi sebelum Prima pulang ke Indonesia. Setelah mandi mereka pergi ke gunung bersalju di Swiss.


///***///


Di Gunung


"Wuahh... Salju aku sukaa," senang Prima


"Gimana? Puas?" tanya Devan


"Hehe banget," ucap Prima


"Huh selama ini aku bisa saja pergi kemanapun namun selalu tak bisa menikmati waktu bersantai seperti ini," ucap Devan


"Kenapa?" tanya Prima


"Aku selalu sibuk bekerja," ucap Devan


"Itu kan dulu waktu lajang, sekarang udah jadi suamiku harus tau caranya santai ok." ucap Prima


"Siap sayang," ucap Devan


"Ayo perang bola salju," ucap Prima sambil memegang bola salju


"Nggak mau, kayak bocah aja." ucap Devan


"Ayoo..." rengek Prima


"Nggak mau," jawab Devan dingin


"Ayo lah mas, santai dikit napa sih." ucap Prima


"Ngg...." ucap Devan


Belum selesai berbicara, Prima sudah melempar bola salju kearah Devan.


"Hehehe," tawa Prima puas


"Beraninya kamu!" kesal Devan


Devan kembali melemparkan bola salju kearah Prima.


"Aww..." ucap Prima


Prima mulai menatap sinis, mereka saling melempar bola salju karena merasa kesal.


"Yey aku menang," ucap Prima


"Loh nggak bisa tetep aku yang menang," ucap Devan


"Nggak bisa dong, kamu dari tadi kan kena," ucap Prima


"Kata siapa, kamu yang sering kena bukan aku." ucap Devan


"Eh nggak tau, kamu yang kalah aku yang menang." ucap Prima


"Oh no no no no, tetep aku yang menang," ucap Devan


"Kamu itu ya, sama istri gak mau ngalah." kesal Prima


"Emang kenyataannya aku menang!" ucap Devan


"Ingat, ladies first!" ucap Prima


"Nggak bisa, sportifitas tetap nomor 1," ucap Devan


"Heh tetep aku yang menang!" ucap Prima


"Nggak bisa, aku yang menang!" ucap Devan


"Ya udah sana sana sana sana kamu menang. Ambil itu piala sama medali kemenangannya kamu! Aku nggak perduli!" kesal Prima


Prima pergi meninggalkan Devan yang dari tadi masih mengeyel untuk menang.


"Sayang... Sayang jangan marah sayang!" panggil Devan


"Bodo, sana pergi!" kesal Prima


"Sayang jangan marah sayang, maaf ya. Kamu aja yang menang okey!" ucap Devan


"Nggak mau!" kesal Prima


"Yah maaf sayang, kamu menang deh kamu selalu menang. Bahkan pemenang hatiku," ucap Devan


"Gak usah gombal!" kesal Prima


Prima meninggalkan Devan dan pergi ke sisi lain untuk membuat manusia salju. Tak lama Devan juga menyusulnya.


"Sayang maaf dong, kamu yang menang deh." ucap Devan


"Bodo!" kesal Prima


"Maafin dong, aku bakal lakukan apapun asal kamu jangan marah ya." ucap Devan memelas


"Oke," ucap Prima ketus


"Yess," gumam Devan


"Buat manusia salju yang besar biar bisa aku peluk. Kalo bisa gedenya sama kaya badan aku," ucap Prima


"Hah! Lama dong," ucap Devan


"Peluk aku aja kenapa sih jangan manusia salju," ucap Devan


"Halah jangan banyak alasan! Sana buat," ucap Prima


"Haih iya-iya," jawab Devan pasrah


Prima bermain salju dan membuat berbagai bentuk, sedangkan Devan dari tadi masih sibuk membuat manusia salju. Setelah cukup lama akhirnya selesai.


"Oke bola yang terakhir.." ucap Devan


Devan menaruh bola terakhir di atas. Lalu menepuk-nepuk tangannya tanda bahwa semua sudah selesai.


"Nah akhirnya selesai," ucap Devan


"Gimana?" tanya Prima jutek


"Selesai dong sayang," jawab Devan bersemangat


"Yey asik, wah bagus juga buatan kamu. Kayaknya punya bakat buat manusia salju deh," ucap Prima puas


"Emang ada ya bakat membuat manusia salju?" gumam Devan


"Hmm aku suka," ucap Prima sambil melompat memeluk Devan


"Eh eh," kaget Devan


"Jadi makin sayang," ucap Prima


"Harus lah," ucap Devan


1 minggu mereka berada di Swiss. Setelah 1 Minggu di sana mereka pulang ke Indonesia.


///***///


Di Indonesia


"Hmmm... Bau udara Indonesia," ucap Prima


"Emang beda?" bingung Devan


"Beda lah," ucap Prima


"Apa bedanya?" bingung Devan


"Nggak tau, ya beda aja." ucap Prima


"Gak jelas banget," ucap Devan


Mereka 1 hari istirahat dirumah. Keesokan harinya mereka pergi ke rumah nenek Devan.


"Pagi nenek..." sapa Prima


"Eh ada mantu kesayangan," ucap nenek


"Ma, aku emang nggak kesayangan ya?" tanya Mama Devan


"Ya kesayangan, tapi kan tiap hari udah ketemu. Masa mau disapa kayak gitu juga?" tanya nenek


"Nenek gimana kabarnya?" tanya Prima


"Baik dong nak," jawab nenek


"Jangan percaya Prim, kemarin tensi darah nenek itu naik." ucap Mama Devan


"Bener nek?" tanya Prima


"Dikit, jangan dengerin mama kamu. Dia itu lebay," ucap nenek


"Ma jangan pake kata-kata anak sekarang kenapa sih, aneh tau." ucap Mama Devan


"Terserah mama lah," ucap nenek


"Nek, nenek kan sudah umur jadi harus jaga kesehatan ya. Kalo perlu nanti tiap minggu Prima kesini ya buat cek kesehatan nenek ya," ucap Prima


"Nggak usah, kamu habisin waktu sama Devan aja biar nenek cepat dapat cucu. Eh iya, kapan rencana punya anak? Kalian udah 1 tahun nikah loh." ucap nenek


"Proses nek," sahut Devan


"Dari dulu proses aja, kalian itu beneran niat punya anak nggak sih? Mama heran, udah hampir 1 tahun loh kalian nikah." ucap Mama Devan


"Lagipula kamu janji ke nenek bakal mau punya anak kalo udah lulus kuliah, ini udah lulus loh!" ucap nenek


"Hehe iya nek. Ntar Prima usahain," ucap Prima malu


"Heh Devan, habisin banyak waktu dong sama istri kamu. Masa kamu mau punya anak sama pekerjaan kamu sih? Tiap hari kerjaaaa terus, nggak ada bedanya sama ayah kamu." kesal Mama Devan


"Kalo beda nanti di curigain, bener anak kita apa enggak." sahut Papa Devan


"Nah betul itu," ucap Devan


"Ngikut aja ini anak sama bapak," ucap Mama Devan


"Prima kalo bisa anak pertama laki-laki ya biar papa ini punya temen, jadi nggak sendiri kalo disalahin mama kamu itu." ucap Papa Devan


"Jangan dengerin papa Prima, enak cewek aja nanti bisa di dandanin di pakein baju bagus trus bisa diajak jalan-jalan." ucap Mama Devan


"Sayang jangan dengerin mama sama papa. Mau laki-laki ataupun perempuan itu nggak masalah bagi aku. Asal bayi beneran," ucap Devan


"Hahaha," tawa mereka sekeluarga


"Halo kak Prima..." sapa semangat Zalfa


"Hai Fa," sapa Prima


"Hai kak Devan," sapa Zalfa cemberut


"Sama kakak ipar aja semangat, giliran sama kakak sendiri malah gak ikhlas," protes Devan


"Kak... No protes protes!" ucap Zalfa


"Wah parah," ucap Devan


"Jadi mana ponakan aku? Udah ada?" tanya Zalfa


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏