My Sexy Wife

My Sexy Wife
Siapa



"Emang ada non, mall yang masih buka di jam segini?"


"Nggak ada ya?" tanya Evelyn


"Ya nggak lah non,"


"Ya udah ke alfamart aja deh!" kesal Evelyn


"Baik non,"


"Huh... Se umur-umur baru kali ini beli kosmetik sama skincare di Alfamart, biasanya kan ke Guardian, Watsons, Sogo, Metro atau ya kalo enggak ke kosmetik center langsung. Kenapa sih pak, malem-malem nggak buka?" kesal Evelyn


"Ya kan mereka butuh tidur non,"


"Ya mereka nggak tau apa kalo aku lagi butuh," kesal Evelyn


"Ya kan pelanggannya bukan cuman non,"


"Ahh bodo, pak supir nyetir aja!" kesal Evelyn


"Iya non,"


///***///


Besoknya


Pagi Hari


Hari ini Reyhan dan Devina sudah bersiap sejak pagi. Reyhan bersiap untuk kuliah, sementara Devina siap-siap ke sekolah.


"Rey... Dev.. Daddy buruan sarapan dulu!" panggil Prima


"Iya mom!"


"Mom... Kayaknya nanti aku pulang telat deh," ujar Reyhan


"Loh kenapa?" tanya Prima


"Mau.... Keluar sama Sarah, cari bahan buat tugas," ujar Reyhan


"Ciee.... Kencan nih?" ledek Devina


"Apa sih, cuma cari bahan tugas!" kesal Reyhan


"Iya-iya, udah jangan ribut. Sarapan dulu!" ujar Prima


"Rey... Kapan-kapan kita ajak Sarah buat makan bareng, sejak konferensi pers kalian itu, harga saham kita terus meningkat. Penggunaan produk perusahaan juga meningkat," ujar Devan


"Ya syukur deh," ucap Reyhan


Tok... Tok... Tok....


"Siapa tuh? Bi tolong lihat dong," ujar Prima


"Iya bu,"


Asisten rumah tangga keluarga Devan pun keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Siapa ya?"


"Saya Faris bi, anak temen om Devan. Om Devan nya ada?" tanya Faris


"Ada den, silahkan masuk,"


"Makasih bi," jawab Faris


Faris pun masuk menuju ruang tamu, sementara baru selangkah pergi sudah ada tamu lagi.


"Hai bi..." sapa Adit yang mendadak datang


"Eh den Adit, nyari Mas Rey ya? Orangnya masih sarapan den, silahkan masuk dulu,"


"Makasih bi..." ujar Adit


Adit pun melangkahkan kakinya menuju ruang tamu sambil menunggu Reyhan dan Devina.


"Loh... Lo ngapain di sini?" kaget Adit


"Adit?" kaget Faris


"Ngapain lo di sini?" kaget Adit


"Aku mau main doang kok, kamu sendiri ngapain ke sini pagi-pagi?" ujar Faris


"Ya serah gue lah, Rey kan sahabat gue dan Devina itu..." ujar Adit


"Kak Adit? Kak Faris? Kalian ngapain di sini?" tanya Devina yang tiba-tiba datang


"Hai sayang..." ujar Adit sambil merangkul pundak Devina


Devina hanya merasa deg-degan parah dan bingung dengan kelakuan Adit.


"Sa sayang?" kaget Faris


"Kenapa? Iri?" tanya Adit sinis


"Hoi Dit... Loh Faris?" kaget Reyhan yang baru datang


"Hai Rey," sapa Adit


"Lo berangkat sendiri ya, gue mau bareng sama Sarah," ujar Reyhan


"Ok," jawab Adit dengan senang hati


Reyhan langsung bergegas keluar untuk menjemput Sarah dan pergi ke kampus bareng.


"Aku anter sekolah yuk Dev," ajak Faris


"Ng nggak usah kak, aku ada sopir yang anter kok," tolak Devina


"Nggak bisa, aku yang anter!" tegas Adit


"Nggak usah kak, aku ke sekolah sama pak sopir aja," tolak Devina


"NGGAK PAPA, AKU ANTER AJA!" ujar Adit dan Faris bersamaan


"Ck, apaan sih ikut-ikut!" kesal Adit


"U udah, aku berangkat sendiri aja!" kesal Devina


"Nggak, aku yang anter! Gue duluan Ris," ujar Adit


Adit menarik tangan Devina untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Kak... Apa-apaan sih, aku bisa berangkat ke sekolah sendiri!" kesal Devina


"Nggak-nggak, nanti kalo si Faris ngikutin gimana? Aku aja yang anter!" kesal Adit


"Tapi kak," tolak Devina


"Nggak ada tapi-tapian!" tegas Adit


Devina menurut dan pergi ke sekolah dengan diantar oleh Adit. Sesampainya di sekolah.


"Dev udah sampe," ujar Adit


"Makasih kak," ucap Devina


"Sama-sama," jawab Adit dengan penuh senyuman


Devina membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil, teman-temannya yang baru datang pun hanya melongo melihat Devina di antar oleh mobil yang berbeda dari biasanya.


"Dev tunggu!" panggil Adit


Devina berbalik dan berusaha tetap tenang meski jantungnya serasa mau lepas.


"I iya kak," gugup Devina


"Belajar yang bener, jangan nakal dan jangan deket-deket sama cowok lain. Dan juga segera jawab pertanyaan ku kemarin ok!" ujar Adit sambil tersenyum manis


Cup...


Adit mengecup dua jarinya lalu menempelkan jari nya itu di pipi Devina. Devina hanya diam mematung sejak tadi.


"Hasta la vista baby (Sampai jumpa sayang)," ucap Adit


Adit kembali masuk mobilnya dan menuju ke kampus, sedangkan Devina masih diam mematung, teman-temannya pun langsung mendatangi Devina yang masih terdiam.


"Devv.... Itu siapa?"


"Ganteng banget Dev?"


"Cowok kamu ya?"


"Kenalin dong Dev!"


"Dev jawab!"


"Eh uhm iya apa?" kaget Devina


"Tadi siapa?"


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏