My Sexy Wife

My Sexy Wife
Gak Fokus



Prima yang kesal keluar dengan mengomel-omel dijalan. Ia mengambil benda pipih di sakunya dan menekan nama Joo.


Prima


Joo, dimana?


Joo jelek


Rumah kenapa?


Prima


bisa jemput gue dirumah sakit?


Joo jelek


lah, lo kenapa? sakit? kok nggak ngomong sih?


Prima


Halah, sini aja buruan jemput. Gue share loc ya


Joo Jelek


ya iya bawel


///***///


Di Rumah Sakit


Di Kamar VVIP


"baby, kok sakit sih? Kapan pulang?" tanya Katlyn manja


Devan yang khawatir menjawab Katlyn mengawur "nggak tau, paling 2 hari lagi udah boleh pulang"


"ish, lama banget. Kan 4 hari lagi aku ulang tahun. Kamu inget apa enggak?" tanya Katlyn manja


"ya iya, pasti aku ada kok dan selalu ingat" ucap Devan tak fokus


"kali ini aku adaain pesta, kamu dampingin aku ya" ucap Katlyn


Devan menjawab karena kaget "kenapa harus aku, dan kenapa harus berdampingan?"


"pesta ini khusus, cuma orang yang aku undang dan yang punya pasangan yang bisa ikutan" ucap Katlyn


"tapi kan aku sibuk" ucap Devan


"masa nggak ada waktu buat aku sih?" kesal Katlyn


"iya iya" ucap Devan terpaksa


"ini acara khusus loh, cuma orang kalangan atas yang bisa masuk. Dan kemarin aku usahain undang putra tunggal seorang menteri loh" ucap Katlyn bangga


"iya" jawab Devan tak fokus


"baby..." panggil Katlyn


"hmm..." jawab Devan


"baby..." panggil Katlyn


"hmm..." jawab Devan


"baby... Kok nggak fokus sih" kesal Katlyn


"kamu mikir apa sih? Sampe nggak fokus gitu ke aku! Mikirin cewek berandal tadi ya" kesal Katlyn


"Kat.. Jangan sebut dia kayak gitu" peringat Devan


"kenapa? Kamu suka sama dia? Lebih milih dia dibanding aku?" tanya Katlyn dengan nada meninggi


"Kat.. Kamu ngomong apaan sih? Jangan buat aku marah deh. Mending kamu pulang aja, aku mau istirahat" ucap Devan


"kamu usir aku?" tanya Katlyn


"udah jangan buat aku marah, sana pulang" usir Devan


Katlyn yang marah keluar dengan kasar dan membanting pintu, Devan tak menanggapi. Devan lebih bingung bagaimana nanti dia menghadapi Prima. Bagaimanapun Prima lah istri sahnya, yang tinggal satu rumah dengan Devan.


///***///


Di Mobil Joo


"gimana coba? Siapa yang nggak kesel ketemu cewek kayak gitu. Anj*ir, pengen gue pukul aja tu muka manusia" kesal Prima


Prima menceritakan semuanya pada Joo lantaran kesal, walaupun sebenarnya Prima bukan tipikal orang yang terbuka dan bisa menceritakan masalah pribadinya. Tapi kali ini entah kenapa benar-benar kesal.


"udah nggak usah marah, mending nanti hari sabtu temenin aku" ajak Joo


"kemana?" tanya Joo


"birthday party" ucap Joo


"ogak ah, kayak bocah" ucap Prima


Joo mengentikan mobilnya didepan sebuah butik terkenal dan mengambil ponselnya. Ia membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah foto pada Prima.


"ini kan cewek yang kamu maksud tadi?" tanya Joo


"lah iya, ini apa orangnya. Kampret bener tu orang, eh lo kok kenal?" tanya Prima


"ya ni orang yang ngadain pesta" ucap Joo


"lah, malah semakin ogah gue" kesal Prima


"santuy, jadiin ini ajang buat kamu. Buktiin kalo kamu lebih baik daripada dia. Jangan jadi **** dong" kesal Joo


"oke-oke, ide bagus. Tapi masalahnya gue nggak ada baju, gue yakin dia bakal undang orang kalangan atas" ucap Prima


"itu alasan gue parkir mobil disini" ucap Joo


Joo mengajak Prima masuk kedalam butik. Joo memilihkan sebuah gaun indah yang harganya cukup mahal.


"ini aja bagus, sana coba" ucap Joo


"jangan yang ini, kemahalan. Gak ada duit gue" ucap Prima


"kalo lo yang beli, trus apa gunanya gue disini?" tanya Joo


"tapi..." ucap Prima


"udah sana coba" ucap Joo


Prima menurut dan mencoba gaun yang dipilihkan oleh Joo. Setelah memakainya, Prima keluar dari kamar ganti.


"Joo udah..." ucap Prima


Joo hanya melongo melihat Prima memakai gaun pilihannya.