My Sexy Wife

My Sexy Wife
Artikel



"Ya sudah lah Kak Rey, terserah kau saja," pasrah Evelyn


Evelyn hafal betul sikap Reyhan, saat sudah khawatir dengan seseorang, meski siapapun memberi nya saran sampai mulutnya berbusa pun tidak akan di dengarkan. Hal ini pernah terjadi saat Devina dulu terkena gejala tifus.


"Dan cepatlah panggil dokter, sebelum Kak Rey merobohkan rumah sakit ini," ucap Evelyn menyindir Reyhan


"Kenapa harus panggil dokter? Kan..." tanya Wildan terpotong


"Sarah sedang sakit, lihatlah!" ucap Reyhan risau


"Kak... Kalo ada orang ngomong itu di dengerin dulu ya! Itu kan tombol darurat nya kan ada! Kenapa harus keluar masuk cari dokter?" tanya Wildan


"Oh benar! Memang otakku terlalu pintar sampai melupakan sesuatu yang tidak terlalu penting," ucap Reyhan


"Bweehh...." ledek Evelyn sambil menjulurkan lidahnya


Ting...


Reyhan menekan tombol darurat nya agar dokter datang. Tak lama seorang dokter dan perawat datang tergesa-gesa dari luar.


"Ada apa Mas Rey?" tanya dokter itu ngos-ngosan


"Lihat... Sarah pucat!" ucap Reyhan


"Kan saya bilang, tunggu sampai besok pagi," ujar dokter


"Tapi dia terlalu pucat! Segera lakukan sesuatu!" ucap Reyhan


"Haih... Baiklah!" jawab dokter


Dokter itu mulai memeriksa Sarah. Ia mengecek detak jantung Sarah dengan stetoskop, mengecek suhu tubuh Sarah dengan termometer dan menyuruh perawat untuk mengambil sesuatu.


"Sudah belum? Lama sekali? Bagaimana kalau dia kenapa-napa?" tanya Reyhan yang sedikit panik


"Tenanglah mas... Dia tidak akan meregang nyawa secepat ini!" ucap dokter itu yang merasa sedikit kesal


"Ini dok..." ucap perawat yang baru datang sambil memberikan sebuah jarum suntik


"Sarah mau di apakan? Bagaimana kalau nanti dia kesakitan? Kalau nanti..." panik Reyhan


"Mas... Ini untuk pengecekan darah!" ucap dokter itu dengan nada yang sedikit kesal


"Apa perlu?" tanya Reyhan


"Aku mengambil sedikit darahnya atau aku mengantarkannya pulang dengan mobil jenazah?" kesal Dokter


"Baik-baik, segera suntik saja. Yang banyak juga boleh ambilnya, asal tidak membahayakannya..." ucap Reyhan


"Ini mau tes darah atau donor darah?" bingung Wildan yang melongo karena melihat Reyhan dan dokter sedang berdebat panas


"Ini dokter apa anggota PMI sih?" ucap Evelyn yang juga melongo melihat tingkah Reyhan dan dokter


Setelah berdebat panjang, sepanjang kisah kita, eh. Setelah berdebat panjang dengan Reyhan, dokter pun mulai mengencangkan tangan Sarah dengan sebuah kain yang semakin kencang dan membuat pembuluh darah Sarah semakin terlihat, setelah mengoleskan obat penghilang rasa sakit, dokter mulai menancapkan jarum itu ke tangan Sarah cukup dalam. Setelah tertancap, dokter pun mengambil sampel darah Sarah.


"Sus... Bawa ini ke lab!" pinta dokter


"Baik dok,"


"Baiklah kita tunggu hasilnya sekitar 2 jam lagi ya mas," pinta dokter


"Jangan lama-lama dok!" pesan Reyhan


"Saya pulang dul, eh saya pergi dulu!" ucap dokter itu


"Oke-oke makasih," ujar Reyhan


Untung putranya Dokter Prima, kalau bukan sudah ku suntik mati sejak tadi - Batin Dokter


"Sarah... Kau harus segera sembuh!" gumam Reyhan sambil mengelus kepala Sarah lembut


Reyhan hanya sesekali melihat ponselnya dan sambil menjaga Sarah, sementara Wildan dan Evelyn sedang bermain siapa yang bodoh dan siapa yang lebih bodoh, intinya gak jelas lah.


"Adit kemana sih? Itu beli es batu apa jadi kurir narkoba sih? Lama bener!" cibir Reyhan


Setelah cukup lama Devina dan Adit pun kembali dari luar dengan tangan kosong.


"Lama banget sih! Dari mana aja? Haji dulu ya!" kesal Reyhan


"Sorry, tadi kita liat ada yang jual es kelapa muda. Kan cuaca lagi panas nih, jadi kita mampir dong buat minum es kelapa muda bareng," jelas Adit


"Dari tadi di tunggu malah enak-enakan minum es kelapa muda?" kesal Reyhan


"Sorry hehe..." ucap Adit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Es nya mana?" tanya Reyhan


"Ya habis lah kita minum," jelas Devina


"Es batu?" tanya Reyhan dengan nada datar


"Oh iya, tadi kita di suruh beli es batu ya," ucap Adit yang baru ingat


"Iya ya, aku juga baru inget," sela Devina


"Kalian!" kesal Reyhan


"Aku ikut lagi!" pinta Devina


"Ayo," ajak Adit


"Cinta itu memang buta..." ucap Wildan


"Dan tuli," sahut Evelyn


"Kenapa nggak di bawa ke spesialis mata sama THT?" tanya Adit


"Ya Tuhan, makhluk apa ini? Spesies apa yang ada di depanku," sindir Wildan


"Jangan lihat mereka! Mereka menyesatkan!" ucap Evelyn


"Belikan es batu sebelum aku memandikan kalian semua dengan es batu!" kesal Reyhan


"Ok, ada yang nitip es kelapa muda nggak?" tanya Adit


"Masih berani nawarin es kelapa muda?" kesal Reyhan


"Emang kenapa? Kan bagus buat menetralkan zat-zat tak menguntungkan di badan," ucap Adit


"Aku pesan satu!" pesan Reyhan


"Yah pesen juga dia nya," cibir Devina


"Gak pake es," pesan Reyhan


"Aku satu, es nya yang banyak!" pesan Wildan


"Aku juga," pesan Evelyn


"Khusus Velyn beli sendiri!" jawab Adit


"Pilih kasih banget! Dev kamu beliin aku ya, nanti kita shopping bareng. Kayaknya voucher aku masih deh," ucap Evelyn


"Oke siap!" jawab Devina antusias


"Bwee...." ledek Evelyn dengan menjulurkan lidahnya ke arah Adit


"Gue sleding juga lama-lama ni orang!" kesal Adit


"Sana buruan pergi! Jangan lupa es batunya," pesan Reyhan


"Oke," jawab Adit


Adit pun pergi kembali dengan Devina untuk membeli es batu dan es kelapa muda. Sementara itu Reyhan sedang membaca artikel-artikel online hari ini.


***


#Trend


Pewaris Kalandra's Group keluar dari rumah sakit, dugaan ia sedang sakit dan menutupi semuanya dari publik.


Comment:


@Xaxaxaxa: Sakit? Tidakkah mempengaruhi kinerja perusahaan?


@Kikikiki: Apa benar di sakit? Oh semoga cepat sembuh!


@Huhuhu: Bagaimana calon penerus bisa sakit-sakitan?


@Etetetet: Apa karena terlalu sering bekerja? Kasihan!


@Jujuju: Apa jangan-jangan dia memiliki penyakit tersembunyi?


***


Reyhan terkejut membaca artikel online itu, terdapat fotonya yang baru keluar dari rumah sakit tadi saat ia hendak membelikan Sarah buku.


"Apa? Bagaimana bisa? Kenapa ada paparazi yang bisa melihat ku?" gumam Reyhan dengan wajah serius


Triingg.... Trriingg...


Tertera nama'Daddy'di ponsel Reyhan, ia langsung mengangkatnya.


"Halo dad!"


"Bisakah kau ke perusahaan sekarang?"


"Baiklah,"


Reyhan berdiri dengan wajah serius nya, ia menghubungi asistennya dan memberitahukan nya agar memberi pengawalan di ruang perawatan Sarah agar tidak terjadi apa-apa.


"Dan... Lyn... Kalian di sini dulu jaga Sarah, aku mau pergi dulu ya! Kalau Adit sudah datang nanti tolong kalian kompres Sarah dengan air es ya!" pinta Reyhan


"Iya kak," jawab Wildan


"Memang Kak Rey mau ke mana?" tanya Evelyn


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏