My Sexy Wife

My Sexy Wife
Ancaman



"Apa anda baik-baik saja pak? Perlukah saya memanggil dokter?" tanya Sekretaris Ryan


"Tidak! Aku tidak apa-apa!" tolak Reyhan


"Baik pak, ini rekaman CCTV di depan ruangan anda tadi," ucap Sekretaris Ryan sambil memberikan sebuah flashdisk pada Reyhan


Reyhan mengambil flashdisk dari tangan Sekretaris Ryan dan mencolokkannya ke CPU. Ia melihat siapa yang berani menerornya seperti ini.


"Siapa dia?" gumam Reyhan


Tidak ada yang terlihat, semua benar-benar aneh. Seolah memang di lakukan oleh ahli. Seorang pria bercelana hitam, sepatu hitam, baju hitam, bertudung dan memakai masker tiba-tiba datang dan menaruh amplop cokelat tadi di depan ruangan Reyhan. Setelah meletakkannya, ia pergi begitu saja tanpa terlihat sama sekali wajah atau sekedar ciri-cirinya.


"Benar-benar rapi! Siapa yang melakukannya? Musuhku? Saingan ku? Atau justru orang terdekatku?" gumam Reyhan


Siapa yang memiliki potensi seperti ini? Yang selalu menjadi musuhku hanya Laras dan Dio. Laras sudah ada di tanganku, sementara Dio terlalu bodoh untuk melakukan konspirasi serapi dan sesulit ini. Dio hanya tau bermain-main dengan alkohol dan wanita - Batin Reyhan


"Sekretaris Ryan, aku mau kau menyelidiki lebih lanjut tentang siapa yang meneror ku barusan. Dia sangat pintar, dia seperti tau titik buta CCTV perusahaan. Meski sebenarnya CCTV di perusahaan ini tanpa celah, selidik dan cari tau siapa dia!" pinta Reyhan


"Baik pak," jawab Sekretaris Ryan


"Dan lagi... Setelah itu tolong kosongkan jadwal ku nanti sore," pinta Reyhan


"Baik pak... Apa Presdir perlu tau kasus peneroran ini pak?" tanya Sekretaris Ryan


"Tidak! Jangan dulu, aku akan memberitahukan semua padanya di saat yang tepat! Kita perlu menyelidiki ini terlebih dahulu," jelas Reyhan


"Baik pak, saya undur diri," ucap Sekretaris Ryan sambil menunduk hormat


"Ya pergilah," ujar Reyhan


Reyhan kembali berpikir, ia berfirasat kalau semuanya tidak semudah ini. Pasti ada sesuatu yang lebih rumit di balik ini semua.


Pikiran Reyhan kacau, ia hanya takut kalau pelakunya juga mengincar Sarah. Akan lebih mudah jika otaknya bisa berpikir jernih untuk saat ini.


Arrghh... Kenapa aku tidak bisa berpikir? Ayo Reyhan! Pikir... Pikir... Terus pikir! Siapa yang memiliki motif untuk melakukan semua ini! - Batin Reyhan


Perasaannya kacau, masalah yang satu belum selesai kini malah sudah bertambah satu lagi masalah yang lain.


Oh... Apa jangan-jangan orang suruhan Laras? Apa Laras memiliki sekutu? - Batin Reyhan


Pikiran itu tiba-tiba terlintas di pikiran Reyhan, Reyhan langsung berdiri dari kursinya. Ia mengambil kunci mobilnya dan bergegas pulang.


///***///


Di Rumah


Reyhan segera bergegas untuk pergi ke ruang bawah tanah di rumahnya. Memang Devan sengaja menyediakan ruang ini untuk keadaan darurat, masih seperti ruangan yang lain hanya saja berada di bawah tanah.


Saat Reyhan datang, para bodyguard yang menjaga ruangan itu tertunduk hormat pada Reyhan.


"Selamat siang Tuan Muda," sapa Tio


"Om, bagaimana? Laras di dalam?" tanya Reyhan


"Iya Tuan Muda, ada apa?" tanya Tio


"Aku ingin menemuinya," pinta Reyhan


"Apakah anda sudah minta ijin pada Tuan?" tanya Tio


"Daddy tau kalau aku akan menemuinya, aku sekedar ingin bertanya padanya," ucap Reyhan


"Baiklah, silahkan masuk!" ucap Tio sambil membuka pintu


Terdapat Laras yang terduduk lemas di lantai dengan penampilan berantakan dan badan tampak kacau tak terawat.


"Kau bisa keluar om, aku akan berbicara pribadi dengannya!" pinta Reyhan


"Baiklah Tuan Muda, asal jangan menyakitinya atau Tuan akan marah," pesan Tio


Laras merasa sedikit takut saat Reyhan mulai menunjukkan wajah garangnya. Nyalinya seolah menciut, mulutnya seolah kelu tak sanggup bicara di depan Reyhan. Sungguh aura Reyhan benar-benar menekan Laras.


"Siang Laras..." sapa Reyhan


"Apa yang kau mau?" tanya Laras ketus


"Hahahaha... Kau masih saja berani ketus bahkan saat kau sudah menjadi tawanan," tawa Reyhan


Apa yang kau mau Rey!" sentak Laras


"Sepertinya kau tidak tau situasinya ya, kau itu tawanan ku! Pernah mendengar perumpamaan ini? Hei anj*ng, jangan gigit tuan mu atau dia akan melemparkan mu ke kandang buaya," ucap Reyhan yang membuat Laras sedikit gusar


"Apa maksudmu?" tanya Laras


"Siapa sekutu mu Laras?" tanya Reyhan


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti," jawab Laras


Plakk...


Reyhan menampar ringan pipi Laras, tidak terlalu keras memang. Namun cukup membuat wajah putih Laras memerah.


"Jangan uji kesabaran ku Laras! Aku tidak sebaik daddy ku! Cepat katakan, siapa orang yang membantu mu melakukan semua rencana mu selama ini" tanya Reyhan


"Aku tidak punya sekutu!" jawab Laras


Reyhan menarik rambut Laras ke belakang hingga kepala Laras sedikit mendongak ke atas.


"Jangan membuat aku membuang waktuku Laras! Cepat katakan saja!" ucap Reyhan dengan penuh penekanan


"Aku tidak punya sekutu!" jawab Laras


Merasa frustasi karena Laras tak mau menjawabnya, Reyhan sendiri juga takut jika pelakunya akan mencelakai Sarah sewaktu-waktu. Maka dari itu ia tidak bisa membuang banyak waktu.


"Aku tanya kau sekali lagi! Siapa orang yang membantumu melakukan semua rencana mu Laras?" tanya Reyhan


"Tidak ada Rey!" jawab Laras kekeuh


Reyhan benar-benar tak bisa membuang waktu lagi. Ia mengambil korek dan sekotak rokok dari sakunya. Reyhan menyalakan sebatang rokok di sela jari-jarinya. Menyesap nya sesekali dan menghembuskan asap lewat bibir seksinya.


"Ku dengar, kau punya adik angkat yang kau sayangi ya? Seperti nya kita harus membuat dia menyusul kedua orang tua mu Laras (Ke Akhirat)," ancam Reyhan


Bagaimana Reyhan bisa tau mengenai adikku? Dia sudah berjanji akan melindungi adikku kan? - Batin Laras


"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan," jawab Laras


"Hahaha... Kau benar-benar hebat berakting, penghargaan Oscar berhutang piala padamu," ledek Reyhan


"....."


"Katakan saja Laras, siapa yang membantumu! Atau aku tidak akan pernah membantumu dan adikmu lagi!" tegas Reyhan


"Apa mau mu Rey!" kesal Laras


"Cukup katakan, siapa yang kau suruh untuk melukai ku. Atau katakanlah, siapa yang membantumu melakukan semua rencana mu ini!" tegas Reyhan


"Kenapa aku harus memberitahukan nya padamu?" pancing Laras


"Huh... Sepertinya aku terlalu sabar padamu! Katakan saja atau aku tidak akan segan-segan lagi dengan adik kecilmu yang memiliki kelainan jantung itu!" kesal Reyhan


Di dia tau semuanya? Apa yang harus ku lakukan? Jika aku mengatakannya, aku bisa mati! Namun jika tidak, adikku yang mati - Batin Laras


"Kau tidak akan bisa melukai adikku Rey!" tegas Laras


"Kenapa? Apa yang melindunginya?" tanya Reyhan dengan nada mengejek


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏