My Sexy Wife

My Sexy Wife
Kehidupan



"Apa? Tidak mungkin," kaget nenek


"Wildan bukanlah anak angkat, tapi anak kandung ayah dengan Tante Erisa. Dia selingkuhan ayah," jelas Sarah dengan meneteskan air mata


"Ti tidak..." gugup nenek


"Kenapa? Nenek terkejut? Jadi aku mohon jangan salahkan ibu lagi ataupun menyakiti Wildan. Bayangkan saja sekuat apa hati ibu yang rela merawat putra dari suami dan selingkuhannya?" tanya Sarah


Braakk...


Wildan yang baru membuka pintu mendengar semua perkataan Sarah, ia langsung menjatuhkan jus alpukat dan makanan yang ia bawa. Sarah dan yang lain langsung menengok ke arah Wildan, sementara Wildan berbalik dan pergi.


"Wildan... Wildan... Dan..." panggil Sarah


"Nak, kejar adikmu!" ucap ibu lemah


Ibu Sarah menangis karena Wildan pergi, nenek menangis karena tidak menyangka perbuatan putranya dan Sarah berlari mengejar Wildan keluar.


"Wildan... Wildan tunggu kakak!" panggil Sarah


Wildan terus berlari tanpa menghiraukan panggilan Sarah.


"Dan tunggu!" panggil Sarah


Sarah menarik tangan adiknya hingga Wildan berbalik, Sarah langsung memeluknya erat.


"Hiks... Ini kah alasan nenek membenciku kak? Hiks... Aku bukan adikmu kak.. Maaf kami merusak kehidupan kalian hiks.." tangis Wildan


"Shhh... Tidak, tidak... Kalian tidak salah, kehadiranmu bagaikan berkah dalam hidupku. Apa kau tau bagaimana bahagianya aku saat kau datang ke hidupku?" tanya Sarah


"Maaf kak hiks..." tangis Wildan


"Shhh.... Sudahlah, kau ini anak laki-laki. Jangan menangis lagi, nanti gantengmu hilang," hibur Sarah


"Jangan tinggalkan aku kak.." ucap Wildan


"Tidak akan," ucap Sarah


///***///


Di Club


"Mana Laras?" tanya Reyhan


"Di luar," jawab Adit


"Suruh masuk!" ucap Reyhan


Adit memanggil Laras agar segera masuk ke dalam ruangan yang telah di pesan oleh Reyhan.


"Ada apa?" tanya Laras


"Untuk apa kau mengambil semua uangku di ATM?" tanya Reyhan


"I itu, a aku mengambilnya untuk membayar hutang. Iya membayar hutang, lalu saat aku kembali untuk pulang aku kecopetan. Semua hilang, untungnya aku sudah membayar hutang," bohong Laras


Ada gunanya juga cerita buatan si Dio - Batin Laras


"Bagaimana kehidupanmu?" tanya Reyhan


"Eh?" bingung Laras


"Bagaimana kehidupanmu?" tanya Reyhan dengan nada menekan


"A aku tinggal sendiri, aku yatim piatu. Orang tuaku meninggal saat aku SMP, aku hidup dengan bantuan tetangga. Kerabat ku tidak ada yang mau merawat ku," ucap Laras


"Ikut aku," ujar Reyhan


"Kemana?" tanya Laras


"Ck, jangan banyak tanya!" kesal Reyhan


"Ba baiklah," gugup Laras


Tunggu aku membuatmu bertekuk lutut padaku Rey! Setelah bisa menikahimu, hidupku akan lebih baik. Kekayaanmu juga kekayaanku - Batin Laras


Reyhan, Adit dan Laras turun ke bawah. Reyhan membuka pintu mobilnya begitu juga Adit, namun tangan Reyhan terhenti dan berbalik.


"Hei... Jangan sentuh mobilku," ucap Reyhan yang membuat Laras terkesiap


"Ma maaf," ucap Laras


"Ini uang dan kartu kredit. Pesan taksi dan ikuti aku!" ucap Reyhan sambil memberikan uang serta kartu kredit gold


"I iya," jawab Laras


Oh my god, baru jadi pacar aja udah di kasih kartu gold. Trus jadi tunangannya apa? Platinum? Jadi istrinya? Black card. Aku tidak akan melepaskan orang ini - Batin Laras


Laras menyetop sebuah taksi dan mengikuti arah mobil Reyhan, mereka tiba di sebuah apartemen yang cukup bagus. Menengah ke atas lah.


"Ikut aku," ajak Reyhan


"Lo mau ngapain?" bisik Adit


"Ntar juga tau," jawab Reyhan


Mereka bertiga berjalan menuju lantai 8, mereka berhenti didepan sebuah pintu.


"Ini apartemen kamu! Kamu gak perlu kerja lagi, aku yang tanggung semua biaya hidup kamu. Jangan macam-macam apalagi menyalahkan gunakan namaku, jika aku terkena masalah karena kamu, kamu tanggung sendiri akibatnya!" tegas Reyhan


"I iya," jawab Laras


"Ok," jawab Laras


Reyhan pergi bersama Adit, sedangkan Laras langsung masuk ke dalam apartemen.


"Wow... Apartemen saja semewah ini, lalu bagaimana dengan rumahnya? Tunggu saja aku jadi nyonya Reyhan Kalandra," ujar Laras


///***///


Hari berlalu, Laras selalu berusaha mengambil perhatian Reyhan yang tetap dingin padanya. Suatu hari, Sarah dihubungi oleh pihak rumah sakit untuk segera datang ke rumah sakit.


"Bagaimana dok keadaan ibu saya? Huh... Huh..." tanya Sarah yang ngos-ngosan karena berlari


"Kondisinya memburuk, tubuh ibu anda mengalami penolakan terhadap tranplantasi jantungnya," jelas Dokter


"Lalu bagaimana ini?" tanya Sarah panik


"Kita hanya bisa berdoa semoga keadaan membaik," ucap Dokter


"Dok selamatkan ibu saya dok, saya mohon!" pinta Sarah


"Kami akan berusaha sebaik mungkin," ujar Dokter


"Kak ibu gimana kak?" tanya Wildan


"Pasti baik-baik saja," ucap Sarah sambil tersenyum


"Lalu nenek?" tanya Wildan


"Dia hanya kelelahan saja, jangan khawatir," ucap Sarah


"Benarkah?" tanya Wildan


"Iya tenang saja," ujar Sarah sambil memeluk Wildan


Bagaimana mungkin aku berkata jika setelah mengetahui kebenaran tentang ayah, nenek menjadi drop dan keadaannya semakin memburuk? Kenapa hidup berpilih kasih padaku? - Batin Sarah


///***///


Di Sebuah Cafe


"Mau kau apakan gadis itu?" tanya Adit


"Siapa?" tanya Reyhan


"Laras," jawab Adit


"Entahlah, aku seperti tidak punya rencana masa depan dengannya," ucap Reyhan


"Apa kau tidak punya punya perasaan khusus padanya? Kau sudah menidurinya loh, kau juga yang mengambil malam pertamanya," ucap Adit


"Jangan bahas itu!" kesal Reyhan


"Lalu apa? Kau jadikan mainan saja?" tanya Adit


"Aku bukan pemain wanita," jelas Reyhan


"Lalu?" tanya Adit


"Entahlah, namun saat aku bertemu dengannya pertama kali aku merasa ada perasaan yang berbeda. Tapi aku tidak tau itu apa," jelas Reyhan


"Oh, kau jatuh cinta pada pandangan pertama ya?" tanya Adit


"Asal bicara saja, mana mungkin? Mana mungkin aku jatuh cinta pada orang yang batu pertama kali kutemui," ucap Reyhan


"Lalu sekarang dengan Laras bagaimana?" tanya Adit


"Tak ada perasaan," jawab Reyhan


"Aish kau ini, lalu apa salah orang?" tanya Adit


"Mana mungkin?" tanya Reyhan


"Mungkin saja, baru satu yang kau lihat. Tidak ingat dengan yang satunya? Siapa namanya, aku lupa," ujar Adit


"Sarah?" tanya Reyhan


"Sarah siapa?" tanya Devina yang tiba-tiba datang


"Astaga, kau bikin kaget saja. Dari mana?" tanya Reyhan


"Jalan-jalan lah," ucap Devina


"Sendiri? Lagi?" tanya Reyhan


"Iya lah, bosen dirumah. Daddy di kantor, mommy di rumah sakit. Aku sendiri," ucap Devina


"Kalau mau kemana-mana hubungi saja kakak ya Dev," ucap Adit


"Gak usah ngerayu adik gue!" kesal Reyhan


"Oke-oke galak!" kesal Adit


"Jadi Sarah itu siapa?" tanya Devina


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏