My Sexy Wife

My Sexy Wife
Parah



"Because main is asik," jawab Adit


"Bahasa Inggris nya parah coy," sela Evelyn


"Cot banget sih lo!" kesal Adit


"Ribut mulu nggak capek ya?" kesal Devina


"Maaf, nggak lagi deh," ucap Adit


"Yah, udah ketemu pawang nya," ucap Wildan


Sarah hanya tertawa melihat teman-teman yang sudah ia anggap seperti keluarganya itu sedang bercanda. Memang sejak kematian ayahnya, Sarah memiliki trauma berhubungan. Apalagi saat mengetahui ayahnya memiliki 2 istri, hal itu membuat Sarah benar-benar down.


Dan kini ia benar-benar bahagia karena Tuhan sudah mengirimkan orang untuk membantunya menghapus luka dari masa lalunya perlahan yang masih membayangi dirinya.


"Kalian di sini dulu, aku ada urusan bentar!" ucap Reyhan


"Mau ke mana Rey?" tanya Sarah


"Ada urusan bentar kok, bentar lagi balik," ujar Reyhan


"Oh..." jawab Sarah


Cup...


Reyhan mencium kening Sarah, Sarah hanya diam mematung.


"Jangan sakit... Saat kamu sakit, aku juga ikut sakit, percayalah! Cepatlah sembuh!" bisik Reyhan


"Uhm... Iya," jawab Sarah


"Ooww....." sorak Evelyn


"Cie cie...." ledek Devina


"Sok sweet... Eh maksudnya so sweet," sela Adit


"Tuhan... Segera kirimkan jodoh untukku!" pinta Wildan


"La itu, yang ada di sampingnya gimana Dan?" tanya Devina


Wildan melihat ke arah sampingnya, ada Evelyn di sampingnya. Evelyn dan Wildan pun saling menatap canggung.


Ternyata adikku sudah besar ya... - Batin Sarah


Apa dia memiliki perasaan padaku? - Batin Evelyn


Ahh... Hatiku menjadi kacau rasanya - Batin Wildan


"Sudah-sudah, aku mau pergi dulu!" ucap Reyhan


Reyhan pun keluar, ia pergi ke ruangan dokter yang baru saja memeriksa keadaan Sarah.


///***///


Di Ruangan Dokter


"Selamat siang dok..." sapa Reyhan


"Siang juga Mas Reyhan, silahkan duduk..." ucap Dokter sambil mempersilahkan Reyhan


"Bagaimana keadaan Sarah dok?" tanya Reyhan


"Saya sudah mencoba sharring dengannya, kami melakukan beberapa tanya jawab. Dan berdasarkan analisis saya, dia masih memiliki trauma karena kematian ayah nya. Hal itu membuat dirinya benar-benar terpukul, dan tadi dia juga bercerita kalau ibu dan neneknya juga meninggal dengan jangka waktu yang dekat. Apakah benar?" tanya Dokter


"Iya dok benar," jawab Reyhan


"Hal itu juga memicu rasa trauma yang lebih serius tentang perasaan kehilangan. Pada umumnya kasus seperti ini akan membaik saat di beri obat dan juga selalu mendapat dukungan dari keluarga terdekatnya. Jadi saya meminta agar Mas Reyhan dan keluarganya selalu memberikan dukungan," pinta Dokter


"Baik dok, namun bagaimana dengan tidur yang selalu mengganggunya tiap malam? Bahkan dia juga sering sampai berkeringat dingin?" tanya Reyhan


"Semakin baik kesehatan mentalnya, maka akan semakin cepat hal tersebut menghilang. Yang penting adalah rajin meminum obat dan mendapatkan dukungan dari orang terdekat," jelas Dokter


"Baik dok, terima kasih atas bantuannya," ucap Reyhan


"Sama-sama Mas Reyhan, sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter," ucap dokter


"Saya pergi dulu dok," ucap Reyhan


"Iya mas," ujar dokter


Reyhan bernafas lega setelah mendapat penjelasan dari dokter. Hal ini memang membuat Reyhan benar-benar khawatir, pasalnya seseorang akan di bawa berobat saat sakit. Dokter akan memberi obat setelah mendiagnosa, tapi jika masalah mental, itu tidak akan semudah penyakit fisik.


Reyhan takut jika Sarah berpikiran yang aneh-aneh karena mentalnya yang masih down. Tak mau ambil resiko, lebih baik Reyhan segera menyelesaikan semuanya.


Sarah itu suka.... Hmmm, dia suka buku. Aku akan memberikannya beberapa buku - Batin Reyhan


Reyhan pun keluar rumah sakit dan pergi ke toko buku besar untuk membelikan Sarah buku. Reyhan tak ingin Sarah kenapa-napa.


///***///


Di Toko Buku


"Selamat siang mas... Mau mencari buku apa?" tanya seorang pegawai


"Oh mas nya pasti mau pdkt ya? Mari saya tunjukkan," ajak pegawai


Bukan pdkt mbak! Dia sudah jadi calon istriku! - Batin Reyhan


"Ini mas... Para gadis muda biasanya menyukai novel-novel romansa," ucap pegawai


"Kenapa harus yang romantis?" tanya Reyhan


"Biasanya itu para gadis muda mengidamkan para pria yang romantis, jadi mereka akan suka membaca buku yang memiliki tokoh pria romantis," jelas pegawai


Oh pantas banyak wanita tergila-gila padaku, selain mempesona... Aku kan juga romantis, wah aku ini memang suami idaman - Batin Reyhan


"Oke mbak, bungkus semua novel romantis di rak ini satu-satu ya," pinta Reyhan


"Ehm... Mas serius?" tanya pegawai


"Ya serius, masa becanda?" tanya Reyhan


"Mas nggak prank kan?" tanya pegawai


"Mbak ini sedang meragukan si sultan ini ya?" tanya Reyhan yang semakin kesal


"Oh enggak-enggak mas! Bentar ya, silahkan tunggu di kasir!" ucap pegawai


"Oke!" jawab Reyhan


Reyhan pun pergi ke kasir untuk membayar buku yang telah ia beli. Sebenarnya itu bukan buku yang murah, 1 buku bisa berharga Rp. 50.000 - Rp. 150.000. Tapi sultan mah bebas.


"Sudah mas,"


"Berapa mbak?" tanya Reyhan


"Rp. 3.500.000 mas,"


"Pake kartu ini," ucap Reyhan sambil menyodorkan kartunya


Pantas menyebut dirinya sultan, bayarnya aja pake black card. Jangan kau sebut dirimu miskin mas, jika kau miskin lalu aku ini apa? Gembel? Gelandangan? Pengemis? Atau hanya seonggok daging tak berguna? - Batin Penjaga Kasir


"Mbak... Kok bengong! Ayo buruan!" pinta Reyhan


"Eh iya mas,"


*Reyhan... Putusin aja Sarah, hayuk nikah ma author. Tiap hari thor masakin pecel deh! 😁


Selesai membayar dia mencari pegawai yang tadi menyarankan buku-buku padanya.


"Mbak..." panggil Reyhan


"Iya mas, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai


"Nih tip buat mbak, makasih udah kasih saran buat saya!" ucap Reyhan


"Makasih mas, saya doakan pdkt nya sukses ya!" ujar pegawai


"Ehm terserah mbak deh," ucap Reyhan


Reyhan pun susah payah membawa banyak buku itu, berat memang. Tapi demi Sarah, harus kuat!


Reyhan susah payah menaruh semua buku-buku itu ke bagasi mobilnya. Telapak tangannya memerah karena membawa beban berat.


"Hah... Harusnya tadi aku ajak seorang asisten ke sini!" kesal Reyhan


Reyhan menelfon asistennya agar datang membantunya.


"Halo boss... Ada apa?"


"Kesini sekarang atau aku yang kesana mengambil nyawamu!"


"Ba baik bos, anda di mana?"


"Parkiran mall X!"


"Baik boss, 10 menit lagi saya sampai!"


"5 menit atau gaji bulan ini potong separuh!"


"Baik boss, 5 menit!"


"Dasar boss berdarah dingin! Bagaimana caraku sampai ke sana dalam 5 menit? Untuk 10 menit saja aku harus berusaha keras. Ini Jakarta man!" cibir asisten Reyhan


.


.


.


7 menit kemudian asistennya tiba dengan nafas tak beraturan, sedangkan Reyhan menatapnya dengan tatapan mata suram.


"Maaf boss... Tadi benar-benar macet!" jelas asisten Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏