My Sexy Wife

My Sexy Wife
Masak



Devina pergi mengambil telur, tapi dia juga memikirkan sesuatu.


Nanti masakan pertamaku, aku kasih siapa ya? Apa aku makan sendiri aja? Kalo di kasih orang, nanti keracunan gimana? Eh tapi aku juga nggak mau keracunan! - Batin Devina


"Dev... Kamu ambil telur apa ambil nyawa orang nak? Lama banget," teriak Prima


"Iya bentar," jawab Devina


Devina kembali dengan 2 butir telur di tangannya, namun hatinya belum memutuskan untuk siapa makanan ini nantinya.


"Perasaan tadi.. Mommy minta cuma 1 deh," ujar Prima


"Lah masa?" tanya Devina


"Udah siniin," pinta Prima


Prima sejak tadi menahan kesal karena mengajari putrinya memasak, karena Prima tau betul bagaimana watak Devina. Sejak kecil Devina memiliki watak yang lemah lembut dan tidak suka di kasari, bahkan hanya untuk sebuah bentakan kecil, Devina bisa menangis.


Makanya Prima harus berhati-hati saat berbicara dengan Devina agar tidak melukai hati Devina. Prima tidak ingin Devina merasakan sakit hati karena orang tua, seperti yang di alami Prima dulu.


"Udah, sekarang celupin ayamnya satu-satu ke tepung terus goreng," pinta Prima


"Bahannya tadi apa mom?" tanya Devina


"Garam, kunyit bubuk, air, telur, tepung terigu, tepung beras," jawab Prima


"Kenapa nggak pake tepung maizena?" tanya Devina


"Mau bikin saus steak?" tanya Prima


"Hehe enggak," jawab Devina


"Udah sana celupin, minyaknya udah panas tuh. Kalo mau banyak kremesnya, ambil tepungnya terus goreng. Tapi kayak di tetesin, waktu di tetesin jangan di satu tempat tapi terus muter," jelas Prima


"Emang kenapa nggak boleh terus-menerus di satu tempat?" tanya Devina


"Emangnya kamu mau bikin peyek?" tanya Prima


"Oh.. Nggak-nggak!" jawab Devina


Devina masih memandangi minyak panas di depannya, fantasinya kemana-mana.


Bagaimana kalau tiba-tiba tumpah dan mengenai badanku? Seperti yang di sinetron itu? Atau tiba-tiba meledak seperti di novel yang ku baca? - Batin Devina membayangkan


"Kenapa diem? Ayo buruan goreng!" pinta Prima


"Ini nggak akan meledak kan mom?" tanya Devina


"Aneh-aneh aja! Sana goreng!" suruh Prima


Dengan sangat berhati-hati, Devina memasukkan satu potong ayam ke minyak panas di depannya.


Tak... Tak... Tak...


Karena minyaknya panas, pasti minyaknya sedikit meletup-letup saat Devina memasukkan ayamnya. Tapi lagi-lagi Devina panik setengah mati.


"Ahhh.... Tanganku!" teriak Devina


Devina langsung lari sampai ke ruang makan karena takut terkena minyak, Prima hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya yang benar-benar menguras emosi.


"Kenapa? Kena minyak?" tanya Prima


"Nggak, cuma takut kena tangan," jawab Devina


"Dev kamu kemana? Sini balik! Goreng ayamnya!" teriak Prima


"Nggak mau, nanti kalau meledak gimana? Atau minyaknya tumpah?" tanya Devina


"Kalo kamu nggak banyak tingkah, pasti nggak akan!" jawab Prima


"Tunggu bentar!" teriak Devina


Devina pergi ke ruang pengobatan rumahnya lalu kembali lagi ke dapur.


"Itu goreng dulu ayamnya, mommy mau beres-beres alat-alat dapur dulu!" ujar Prima


"Ok mom," jawab Devina


Prima membereskan beberapa alat-alat dapur yang barusan ia gunakan untuk memasak, setelah rapi, ia kembali melihat Devina yang sedang menggoreng ayam.


"Ya ampun? Kamu dari mana dapat semua ini?" kaget Prima


Saat berbalik, Prima melihat Devina yang sudah memakai sarung tangan medis, masker medis dan Face Shield.


"Hehe... Cari aman mom," jawab Devina


"Kamu dapat dari mana semua itu? Jangan-jangan... Kamu ambil dari ruang pengobatan mommy?" tanya Prima


"Hehehe..."


"Ya ampun Dev, semua itu bukan itu fungsinya," jawab Prima datar


"Hehe... Abisnya minyaknya meledak-ledak," ujar Devina


"Itu cuma meletup-letup Dev, bukan meledak," ucap Prima datar


"Oh... Ah intinya kan gitu," jawab Devina


Prima hanya mengelus dada bersabar dalam menghadapi Devina. Setelah berjuang cukup panjang, akhirnya selesai juga acara percobaan pembunuhan kali ini, eh maksudnya acara memasak kali ini.


"Yeahh... Akhirnya selesai hohoho...." tawa jahat Devina


"Mommy cobain coba," pinta Devina


"Semoga dia tidak menambahkan apapun selain bahan-bahannya," gumam Prima


Prima mulai mencicipi masakan Devina, Prima mencoba telur balado nya terlebih dahulu.


"Gimana mom?" tanya Devina


"Ssss...." Prima mendesis


Prima langsung menuangkan air ke gelasnya lalu meminum air.


"Gimana-gimana?" tanya Devina penuh harap


"Enak sih, cuma terlalu pedas kalo buat mommy," jawab Prima


"Ok-ok! Komentar bisa di terima," jawab Devina


Prima berganti mencoba ayam kremesnya, kalau yang ini Prima yakin enak karena yang mencampur bumbu-bumbunya itu Prima.


"Hmm... Enak, pas kalo yang ini," jawab Prima


"Wah makasih mom, sekarang mommy boleh berangkat ke rumah sakit," ujar Devina


"Enaknya tinggal suruh-suruh," cibir Prima


"Makasih udah mau ajarin masak," ucap Devina sambil memeluk Prima erat dari belakang


"Iya, udah sana... Mommy mau siap-siap ke rumah sakit," ujar Prima


"Oke mom," jawab Devina


Makanan ini aku kasih siapa ya? Ini kan makanan spesial karena aku yang memasaknya? - Batin Devina


Devina sedikit mencicipi telur balado buatannya sendiri.


"Hmmm... Enak, pas banget buat aku! Karena enak, aku makan sendiri aja! Ini kan yang usaha aku," ucap Devina


Akhirnya Devina tidak memberikan masakannya pada siapapun, ia justru memakannya sendiri karena merasa kalau rasanya enak.


///***///


Di Paris


Pukul 7 pagi


Mungkin saat ini sudah pukul 12 siang di Indonesia, namun di Paris masih pukul 7 pagi. Reyhan dan Sarah mulai membuka matanya.


"Hmm.... Sudah pagi kah?" tanya Sarah dengan suara serak khas orang bangun tidur


"Morning sayang..." sapa Reyhan dengan suara seraknya


"Morning," jawab Sarah


Sarah mengucek matanya lalu mulai duduk, ia beranjak pergi untuk cuci muka. Namun tangannya tertahan.


"Mau ke mana?" tanya Reyhan yang menarik tangan Sarah


"Ke kamar mandi, mau cuci muka," jawab Sarah


Sett..


Reyhan menarik tangan Sarah lalu mendekapnya kuat-kuat.


"Lepasin ah... Aku mau cuci muka dulu," pinta Sarah


"Biar gini aja bentar, aku kedinginan," ucap Reyhan


"Mau aku nyalakan pemanas ruangannya?" tanya Sarah


"Aku cuma butuh kamu biar hangat," jawab Reyhan


"Udah lah jangan bercanda, aku juga mau sarapan. Aku lapar," ucap Sarah


"Aku punya cara biar kita merasa hangat dan tidak lapar lagi," jawab Reyhan


"Caranya?" tanya Sarah


Reyhan tersenyum dengan mata tertutup, ia memeluk Sarah kuat-kuat. Tangannya yang di bawah pelan-pelan menyingkap piyama Sarah. Sarah membelalakkan matanya terkejut.


"Sayang...." panggil Sarah gugup


"Apa?" tanya Reyhan


Kruyukkk....


Ah sial! Perutku benar-benar tidak bersahabat! - Batin Sarah


"A aku benar-benar lapar, aku mau pesan makanan dulu," gugup Sarah


"Sudahlah... Aku akan menyuruh seseorang untuk mengantar makanan," jawab Reyhan dengan nada yang sedikit kecewa


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Baca karya lain saya:


'My Ketos My Husband'