
My Sexy Wife: Part II
Reyhan Elvano Kalandra
Itu nama putra pertama antara Devan dan Prima.
Devina Elvano Kalandra
Itu nama putri Devan dan Prima yang berselisih 2 tahun lebih muda dari Rey.
Awalnya Devan tidak mau Prima hamil lagi karena takut akan ada yang mencelakai keluarganya lagi. 2 tahun selang kelahiran Devina, nenek Devan meninggal karena komplikasi.
Rey memiliki watak hampir sama dengan ayahnya. Dia tampan, dingin, cuek, ketus pada orang baru, sangat disiplin dan hanya mau manja pada Prima dan Devina adiknya.
Devina juga hampir menyamai Prima. Dia sangat cantik, imut, galak pada pria yang bukan keluarganya, semaunya sendiri dan paling suka menggoda serta menjahili kakaknya.
///***///
7 Tahun setelah kelahiran Rey
"Sayang mau kemana?" tanya Devan
"Mau ke mall mas, beli kebutuhan dapur," ujar Prima
"Biar Rina sama pembantu yang lain aja yang beli. Kamu dirumah aja sama anak-anak," ucap Devan
"Nggak ah mas, sekalian mau ajak anak-anak keluar. Biar nggak bosen mas di rumah. Aku berangkat dulu ya mas," ujar Prima sambil mencium tangan Devan
"Iya, kamu inget nggak hari ini hari apa?" tanya Devan
"Hari Sabtu kan?" ucap Prima
"Uhm ya," ucap Devan
"Aku pergi dulu mas," ucap Prima
Masa dia ngga inget sih hari ini hari apa. Apa dia terlalu sibuk ya sampai lupa - Batin Devan
///***///
Di Mall
"Rey.. Vina, jangan lari-lari! Jangan pergi jauh-jauh dari Mommy ya!" pinta Prima
"Mom, Rey sama adik mau lihat kado buat daddy," ucap Rey
"Pergi sama Bi Iyem sana," ucap Prima
"Nggak usah mom, lagian disini gak ada cewek yang ngejar-ngejar Rey kok!" ucap Reyhan
"Hahahaha kamu ada-ada aja, ya udah tapi jangan jauh-jauh dari mommy ya. Trus di jaga adiknya," pesan Prima
"Iya mom, Rey pergi dulu!" ucap Reyhan
"Hati-hati!" teriak Prima
Reyhan berlari melihat ke toko pakaian, semua karyawan langsung menghampiri kedua anak kecil itu karena terlalu cantik, terlalu tampan dan terlalu imut.
"Kak... Daddy di kado apa?" tanya Devina
"Lihat ke sana yuk," ajak Reyhan
"Reyy....," teriak anak perempuan dari jauh
"Duh gawat," ucap Rey
"Kenapa kak?" tanya Devina
"Ada salah satu fans kakak, kamu tunggu sini! Kakak ngumpet dulu, jangan kemana-mana!" peringat Reyhan
"Ok kak," jawab Devina
Reyhan berlari untuk bersembunyi, Rey sampai heran kenapa banyak sekali fans nya terutama para perempuan. Hal itu membuatnya Rey tak bisa hidup leluasa diluar.
Bruukk....
"Aww...." keluh Devina
"Heh anak kecil, kamu itu nggak punya mata ya! Jalan kol nggak lihat-lihat," kesal Katlyn
"Maaf tante, aku nggak sengaja," ucap Devina
"Dasar gak tau aturan, orang tua kamu ngapain aja sih di rumah," kesal Katlyn
Katlyn lah yang menabrak Devina hingga Devina jatuh. Katlyn yang salah tapi Devina yang disalahkan, bahkan Katlyn memarahi Devina dan tidak mau membantu Devina berdiri. Para karyawan lah yang membantu Devina.
"Adek... Adek ke sini sama siapa?" tanya karyawan
"Sama mommy dan kakak Rey," jawab Devina polos
"Ya ampun imutnya, trus mommy kamu dimana?"
"Mommy lagi belanja, kakak sembunyi soalnya ada fansnya yang ngejar," ucap Devina
"Kakak kamu artis?"
"Bukan," jawab Devina
"Dev..." panggil Reyhan
"Udah kak ngumpet nya?" tanya Devina
"Ya ampun, ini kakak kamu? Gantengnya,"
"Loh ini lutut kamu kenapa lebam?" tanya Reyhan
"Tadi jatuh kak ditabrak nenek lampir galak," jawab Devina
"Maaf ya ini semua gara-gara kakak ninggalin kamu tadi," ucap Reyhan
"Nggak papa," jawab Devina
"Ya ampun, kalian yakin bukan artis atau model?"
"Bukan kak," jawab Reyhan
"Kak... Kakak cantik ini yang tadi bantuin Devina waktu jatuh," ucap Devina
"Makasih ya kakak cantik," ucap Reyhan sambil mengedipkan matanya
Karyawati mall yang di kedipi oleh Reyhan langsung salah tingkah. Reyhan memiliki ketampanan yang over dosis walau masih kecil.
"Ya udah ayo pergi," ajak Reyhan
"Ok kak," jawab Devina
///***///
Di Toko Baju
"Dev... Kayaknya baju itu bagus deh, dan se ukuran daddy juga," ucap Reyhan
"Lihat yuk kak," ucap Devina
Reyhan dan Devina ingin melihat atasan yang bagus untuk Devan, namun baju itu lebih dulu diambil oleh seorang wanita.
"Tante tante.. Kalian pikir aku setua itu," kesal Katlyn
Devina langsung berlari ke belakang Reyhan untuk berlindung.
"Kak, tante ini yang tadi nabrak aku," bisik Devina
"Tante, tante bisa nggak lebih sopan? Tante tadi juga nabrak adikku dan tidak mau minta maaf," ujar Reyhan
"Heh anak kecil, kalian jangan sok tau deh," ucap Katlyn
"Tante, kita ngomong sopan ya jadi tante juga tolong yang sopan juga jawabnya," ujar Reyhan
"Dasar anak kecil, sok tau banget," ketus Katlyn
"Dasar nenek lampir muka dempul!" kesal Reyhan
"Apa!! Dasar kecil-kecil brengsek!" kesal Katlyn
"Daripada marah-marah mending benerin dulu itu bedaknya nggak rata," ledek Reyhan
"Dasar anak kecil!" kesal Katlyn
Katlyn mengayunkan tangannya hendak menampar dan memukul Reyhan, Reyhan melindungi adiknya dan memejamkan mata.
"Rasain ini!" ujar Katlyn
Tangan Katlyn tertahan, Prima memegang tangan Katlyn dari belakang dan menggenggam erat yang membuat Katlyn semakin kesakitan. Prima melangkah kehadapan Katlyn.
"Jangan pernah sakiti anak-anak ku! Kamu tidak punya hak untuk memukul anak-anakku!" tegas Prima
"Aww... Aww.... Aw... Lepasin!" keluh Katlyn
"Katlyn!" kaget Prima
"Prima," kaget Katlyn
"Lo ngapain disini? Dan lo kenapa mau mukul anak gue?" tanya Prima
"Oh jadi ini anak lo, sama-sama nyebelin kayak ibunya!" ledek Katlyn
"Gimana udah lahiran? Mukanya keriput aja, jangan make bedak tebal-tebal nanti luntur diketawain kambing," ledek Prima
"Lo!!" kesal Katlyn
"Apa? Mau berantem? Sini maju!" ujar Prima
Katlyn melihat kesal kearah Prima dan pergi dengan langkah kasarnya.
"Mom, itu siapa? Pasien rumah sakit jiwa yang kabur ya?" tanya Reyhan
"Jangan gitu, dia itu orang gak waras," ucap Prima
"Emang beda mom?" tanya Devina
"Beda dikit lah, penting jangan deket-deket sama tante tadi ya. Dia galak, nanti kalian takut," ujar Prima
"Ok mom, tapi mom Devina tadi lihat baju bagus mom buat kado daddy," ucap Devina
"Masa? Mana lihat," ucap Prima
Mereka mencari kado bersama untuk Devan.
///***///
Di Rumah
"Sayang.... Rey... Devina... Kok gelap sih, Rina... Bi Iyem..." panggil Devan
Masa lupa belum bayar listrik? Kok gelap semua - Batin Devan
"Happy birthday daddy..... Happy birthday daddy..... Happy birthday daddy Devan.... Happy birthday daddy..."
"Kalian inget?" tanya Devan haru
"Masa lupa sama daddy sih," ucap Devina
"Sini peluk daddy," ucap Devan
Devan, Prima, Reyhan dan Devina berpelukan bersama membuat Rina dan Bi Iyem melihatnya penuh haru.
"Selamat ulang tahun daddynya Rey dan Dev..." ucap Prima
"Makasih sayang," ucap Devan
"Sekolah anak-anak gimana? Ini kan udah hampir tahun ajaran baru," ucap Prima
"Udah aku atur," ucap Devan
"Devina gimana?" tanya Prima
"Dev... Sini duduk sama daddy," panggil Devan
"Aku duduk sama mommy," ucap Reyhan
"Ya daddy ada apa?" tanya Devina
"Devina, minggu depan mulai sekolah ya," ucap Devan
"Nggak mau," jawab Devina
"Kenapa?" tanya Devan
"Sekolahnya nyanyi terus, Dev kan udah bisa baca sama nulis. Nggak mau nyanyi," ucap Devina
Semua tertawa mendengar jawaban polos Devina.
"Dev gak boleh gitu, sekolah itu penting. Nanti Dev bisa dapet temen baru," ujar Prima
"Beneran?" tanya Devina
"Iya, temennya banyak nanti. Asik deh, mommy tunggu Dev sampai pulang sekolah," ucap Prima
"Beneran mom?" tanya Devina
"Iya lah," ucap Prima
"Ya udah, Dev mau sekolah!" ucap Devina antusias
"Ok, nanti daddy siapin seragamnya ya," ujar Devan
"Ok dad," jawab Devina
"Hei kau, jangan mentang-mentang duduk dekat mom, trus bisa peluk-peluk seenaknya sendiri!" ujar Devan
"Serah Rey, lagian ini kan mommy nya Rey," ucap Reyhan sambil memeluk Prima
"Hei! Dia itu istriku," ujar Devan
"Dia juga mommyku," ucap Reyhan
"Ya bagi-bagi peluknya!" ucap Devan