My Sexy Wife

My Sexy Wife
Bertanya



"Aku nggak papa," jawab Reyhan


"Tapi katanya kamu sakit? Ini aku bawakan buah, harus di makan ya agar cepat sembuh!" pinta Sarah


"Iya, Sar... Aku boleh tanya sesuatu?" tanya Reyhan


"Jangan banyak ngomong dulu, kamu kan perlu istirahat!" pinta Sarah


"Ini penting!" tegas Reyhan


"Ya udah apa?" tanya Sarah


"Kamuu.... Apa, kamu tau sesuatu..." bingung Reyhan


"Apa sih Rey? Tanya yang jelas dong," pinta Sarah


"Apa kamu tau sesuatu mengenai turunnya harga saham perusahaan ku?" tanya Sarah


"Ya sedikit, karena ada kebocoran rahasia perusahaan kan?" tanya Sarah


"Ya, ada seseorang yang sengaja mencuri dokumen perusahaan lalu membocorkannya keluar," ujar Reyhan


"Lalu?" tanya Sarah


"Apaa... Apa, mungkin kau yang mencurinya?" tanya Reyhan


"Apa?" kaget Sarah


"Apa... Kau yang mengkhianati ku?" tanya Reyhan


"Mana mungkin aku yang melakukan nya Rey?" kaget Sarah


"Mungkin saja Sar!" jawab Reyhan


"Rey... Sekalipun tidak pernah terlintas di benakku untuk mengkhianati mu! Aku tidak mencuri dokumen itu Rey," jelas Sarah


"Tapi.... Sudahlah, kau pulang saja dulu! Aku ingin sendiri," ujar Reyhan sambil memalingkan wajahnya


"Tapi Rey...."


"Sar! Aku mohon jangan pancing emosi ku! Aku ingin sendiri!"


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik!"


Sarah beranjak pergi dari samping Reyhan, namun sebelum ia keluar... Ia berbalik dan berkata sesuatu pada Reyhan.


"Apapun yang terjadi, aku akan tetap percaya padamu. Jadi aku berharap kau juga mempercayai ku, satu hal yang pasti! Aku bukan pencurinya," ujar Sarah


Setelah Sarah pergi, Reyhan sedikit memikirkan tentang perkataan Sarah barusan. Mana yang benar, siapa yang mengkhianati nya?


///***///


Besoknya


Reyhan mulai pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa, walau masih sedikit lemas.


"Rey... Mau ke mana sih? Kan baru sembuh dari sakit!" kesal Prima


"Mau keluar sebentar mom, ada urusan," ucap Reyhan


"Tiap hari aja ada urusan, kamu itu baru sembuh dari sakit. Harusnya istirahat buat pemulihan, bukan keluar ke sana-sini!" kesal Prima


"Aku sudah sehat mom, dan itu juga berkat mommy juga," ucap Reyhan


"Haih, kau ini selalu susah di bilangin," kesal Prima


"Rey pamit mom," ujar Reyhan sambil mencium tangan Prima


"Pake sopir sana!" ucap Prima


"Aku sama Adit kok mom," ujar Reyhan


"Oh ya udah, hati-hati dan jangan lama-lama di luar. Kamu masih butuh istirahat," ujar Prima


"Siap mom!" jawab Reyhan


Reyhan pun keluar, ia menghampiri Adit yang sudah menunggunya di dalam mobil. Reyhan pun masuk ke dalam mobil.


"Loh, Dev ngapain di sini?" tanya Reyhan


"Ikut lah, emang nggak boleh? Hari ini kan weekend, pasti banyak diskon!" ujar Devina


"Ya elah, udah selesai ujian, trus santai-santai leha-leha gitu?" tanya Reyhan


"Yee.... Kakak sendiri ngapain keluar padahal udah tau baru sembuh dari sakit," ujar Devina


"Alah udah-udah, nggak di rumah nggak di mobil, berantem aja kerjaannya!" kesal Adit


///***///


Di Caffe di salah satu Mall


"Gue tinggal dulu ya, kalo udah selesai ntar telfon aja!" ujar Adit


"Mau ke mana lo?" tanya Reyhan


"Mau temenin Devina berburu diskon," ujar Adit


"Berburu diskon atau pacaran?" tanya Reyhan


"A apaan sih kak, siapa yang pacaran coba," elak Devina


"Rey jangan bercanda, nggak lucu tau!" ucap Adit


"Kalian mungkin bisa mengelabui mommy daddy, tapi kalian pikir bisa mengelabui aku? Jangan mimpi," ujar Reyhan


Devina dan Adit langsung memegang tangan Reyhan dan memohon-mohon.


"Kak... Dev mohon jangan bilangin mommy daddy ya, nanti Dev bakal kasih setengah uang jajan Dev deh!"


"Iya Rey, ntar gue sering-sering in deh traktir lo waktu keluar!"


"Ini apa-apaan sih! Lepasin!" kesal Reyhan


"Jangan bilang mommy daddy ya!" pinta Devina


"Dev, kakak tau kamu udah besar dan kamu berhak pacaran, kakak nggak larang asal jangan kelewat batas ok! Dan buat lo Dit, jangan sampai gue denger kalo Dev nangis. Sekali gue denger dia nangis gara-gara lo, gue bakal bikin perhitungan sama lo!" pinta Reyhan


"Siap kak!"


"Oke Rey,"


Akhirnya Devina dan Adit pun pergi dengan senang hati, sementara Reyhan pergi menemui Sarah yang ada di Caffe itu.


"Rey..." panggil Sarah


"Hai," sapa Reyhan


"Duduk dulu, kamu mau pesen apa?" tanya Sarah


"1 latte," ujar Reyhan


"Mbak, 2 latte ya," pesan Sarah


"Baik kak, tunggu sebentar!"


"Kamu mau ngomong apa?" tanya Sarah


"Masalah.... Masalah perusahaan...." bingung Reyhan


"Rey, percaya sama aku! Aku nggak nyuri dokumen itu Rey!" pinta Sarah


"Tapi kalau ada buktinya bagaimana?" tanya Reyhan


"Bukti?" bingung Sarah


Reyhan menunjukkan rekaman CCTV yang ada di ponselnya. Sarah hanya terkejut setengah mati saat melihat video jika dia mengambil dokumen perusahaan.


"Apa? Mana mungkin... Mana mungkin aku mengambilnya Rey? Rey sumpah, aku nggak mengambil apapun!" kaget Sarah


"Tapi apa aku bisa mengabaikan video ini Sar?" tanya Reyhan


"Tapi beneran aku nggak mengambil apapun," elak Sarah


"Lalu ini apa Sar? Sar, gini deh! Kalau sekarang kamu mau jujur, maka aku akan melupakan semuanya dan menganggap seolah tidak terjadi apapun," ujar Reyhan


"Rey, tapi aku jujur! Aku nggak ngambil apapun," bela Sarah yang matanya mulai berkaca-kaca


"Sar, apa sih susahnya buat jujur? Aku udah kasih kesempatan, jika aku yang mengetahui ini dari orang lain, maka aku tidak akan melepaskanmu lagi!" ucap Reyhan


"Tapi aku jujur Rey!" tegas Sarah


"Sar, jangan persulit semuanya!" ucap Reyhan


"Rey... Terserah kamu anggep aku gimana, tapi yang jelas... Aku tidak mencuri apapun. Apa untungnya untukku, jika hanya ingin harta, kenapa aku tidak memoroti mu saja?" ucap Sarah sambil meneteskan air matanya


"Sar.. Aku nggak berniat gitu, aku..." bingung Reyhan


"Sudahlah! Dengar, aku tidak mencuri apapun!" tegas Sarah


Sarah berdiri dan berjalan pergi dengan langkah kasarnya. Ia kecewa karena Reyhan tidak mempercayainya, memang sulit percaya setelah ada video tersebut. Tapi kenapa tidak cari tau dulu!


"Bagaimana? Kau sudah merekamnya?" tanya Reyhan


"Ini mas,"


"Oke makasih! Nih uangnya," ujar Reyhan sambil memberikan uang


"Makasih mas,"


Reyhan sengaja meminta seseorang untuk merekam semua percakapannya dengan Sarah untuk di teliti. Setelah itu, Reyhan menelfon Devan.


"Halo dad, aku sudah dapat rekamannya!"


"Baiklah, kau bisa datang ke kantor? Daddy ada di sini!"


"Baiklah, aku ke sana!"


Reyhan mengabari Adit kalau dia pergi dulu, lalu Reyhan pergi ke perusahaan untuk menemui Devan.


///***///


Di Perusahaan


Reyhan menemui Devan di ruangannya, sudah ada seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di sofa di dalam ruangan Devan.


"Dad..." sapa Reyhan


"Oh masuk, kami sudah menunggumu!" ujar Devan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏