
Note: Dengarkan lagu
'Double Trouble Couple - MAMAMOO'
Biar bisa senyum-senyum sendiri😂
Adit langsung mengangkat tubuh Devina lalu berputar-putar bersama di sana, ia benar-benar bahagia saat mengetahui bahwa lamarannya diterima.
"Yuhu... Lamaran gue di terima!" tanya Adit
"Udah-udah jangan lama-lama! Aku pusing!" keluh Devina
"Oh maaf-maaf," ucap Adit
"Aduhh... Pusing," keluh Devina
"Maaf, aku terlalu senang karena kamu terima," ucap Adit
"Lain kali cari cara lain ya kalo pengen romantis, untung tadi nggak ketelen," ucap Devina dengan senyum mengerikan
"Hehe maaf... Eh cincinnya mana?" tanya Adit
"Kok tanya aku? Aku aja hampir mati, malah di tanya cincin?" tanya Devina
"Aduuhh... Belum di pake lagi!" ucap Adit
"Ya cari lah!" ujar Devina
Adit panik sendiri karena lupa dimana menaruh cincinnya. Ia langsung berputar-putar mencari cincinnya. Sudah yang di lamar hampir mati, cincinnya hilang pula, sialnya Adit hari ini.
"Duh di mana sih cincinnya!" gumam Adit
"Ayo aku bantu!" ucap Devina
Mereka mencari-cari cincinnya di meja dan tanah, Adit meraba-raba tanah dan Devina menerangi dengan senter di HP-nya.
"Nah ketemu!" ucap Adit yang menemukan cincinnya di tanah
"Yeeyyy..."
"Akhirnya ketemu... Nih pake, aku pakein," ucap Adit
Adit memasangkan cincin yang dihiasi berlian di jari lentik Devina, Devina sangat senang namun berusaha tetap tenang.
Tenang Dev.... Tenang.... Tetap jaga image, nanti gilanya di rumah aja! - Batin Devina
"Dev aku mau ngomong sini! Duduk dulu!" pinta Adit
"Ya kenapa?" tanya Devina
"Sini deh duduk dulu," pinta Adit
Devina pun duduk di depan Adit, ia menatap Adit dengan penuh tanda tanya.
"Kenapa?" tanya Devina
"Aku mau ngomong serius," ujar Adit
"Kenapa?"
"Aku cuma mau ngomong, aku belum bisa nikahin kamu dalam waktu dekat ini," ucap Adit
"Hah kenapa? Kamu nggak serius sama aku ya?" kaget Devina
"Bukan... Bukannya gitu... Aku ada alasan sendiri," ucap Adit
"Alasan apa?" tanya Devina
"Jadi gini... Aku udah kenalin kamu sama mama papa aku. Mereka udah nunggu kamu buat ketemu, tapi mereka nggak ijinin aku nikah muda. Mereka mau aku selesai S2 dulu, jadi setelah selesai S2 baru aku boleh menikah," jelas Adit
"Hah...."
"Kamu mau nunggu aku nggak? Aku janji bakal cepet-cepet selesaikan kuliah aku! Nanti aku bakal segera ngomong ke mommy daddy, setelah ini kita bakal atur pertemuan sama orang tua aku ya! Setelah ketemu sama orang tua aku, nanti aku lamar kamu ke rumah," jelas Adit
"......."
"Kenapa? Kamu nggak mau nunggu ya?" tanya Adit
"Nggak gitu..." ucap Devina
"Terus kok diem?" tanya Adit
"Aku cuma agak gugup aja mau ketemu mama papa kamu," ucap Devina
"Tenang aja... Mereka orangnya baik kok, kayak mommy daddy," jawab Adit
"Aku deg-degan," ucap Devina
"Kamu kapan siapnya?" tanya Adit
"Hmmm.... Aku takut," ucap Devina
"Jangan khawatir, aku kan ada," ucap Adit sambil menggenggam tangan Devina di atas meja
Devina hanya menanggapinya dengan tersenyum, sebuah kebohongan besar jika Devina berkata kalau dia tidak gugup. Bertemu calon mertua? Hampir tak pernah terlintas di pikiran Devina.
///***///
Di Paris, Prancis
Reyhan menuruti semua kemauan Sarah tanpa ada penolakan. Selama beberapa hari mereka ada di Paris, mereka pergi ke berbagai tempat. Ke Menara Eiffel, Champs Elysees, Musee De La Vie Romantique, dll. Setelah beberapa hari kemudian mereka berdua berjalan-jalan di sekitar Menara Eiffel.
"Wuahh... Meski bukan pertama kalinya aku ke sini, tapi tetap saja aku kagum dengan menara ini," ujar Sarah
"Kau menyukainya?" tanya Reyhan
"Hmm... Aku suka," jawab Sarah sambil tersenyum
"Hai kak..." sapa Evelyn yang tiba-tiba datang
"Loh Velyn? Ngapain di sini?" kaget Sarah
"Kan aku kerjanya di sini, aku jadi model di sini!" jawab Evelyn
"Ngapain ke sini?" tanya Reyhan
"Aku ada pemotretan di sini, aku jalan-jalan eh ngeliat kalian. Jadi ya udah aku samperin aja," jawab Evelyn
"Ih kejam deh! Aku baru aja nyampe," ujar Evelyn
"Aku nggak nyuruh," jawab Reyhan dengan entengnya
"Jangan gitu lah sayang..." pinta Sarah
"Kamu udah selesai pemotretannya?" tanya Sarah
"Udah, ini lagi santai sama jalan-jalan aja," jawab Evelyn
Enaknya bilang nggak ya kalau aku udah pacaran sama Wildan? Tapi kan kita baru jadian, terus... Aku juga bingung gimana ngomongnya - Batin Evelyn
"Kamu kapan berangkat ke sini? Perasaan kemarin masih ada di Indo," tanya Sarah
"Hmm... 2 hari setelah pernikahan kalian," jawab Evelyn
"Mau sampai kapan di sini? Paling enak itu kerja di negara sendiri," ujar Reyhan
"Ya rencananya setelah aku selesai kontrak di sini, aku mau balik ke Indo aja," jawab Evelyn
"Ya udah, kamu kerja sana! Jangan ganggu kita," cibir Reyhan
"Idih... Siapa yang ganggu?" tanya Evelyn
"Daahh..."
"Woi... Aku belum selesai ngomong!" kesal Evelyn
Belum selesai Evelyn berbicara, Reyhan sudah mengajak Sarah untuk pergi. Evelyn hanya berdecak kesal melihat kelakuan kakak sepupu sekaligus calon kakak iparnya yang menyebalkan itu.
"Kakak laknat emang tu orang! Ah mau telfon Sayangku aja!" kesal Evelyn
Evelyn menelfon Wildan, ia mengajak Video Call karena merasa rindu. Tak lama muncul wajah Wildan di layar ponsel Evelyn.
"Hai..."
"Hai baby girl.... Lagi apa?"
"Jalan-jalan habis pemotretan,"
"Oh kirain lagi sibuk,"
"Enggak kok, eh lihat di belakang aku ada Menara Eiffel,"
Evelyn menunjukkan Menara Eiffel di belakangnya pada Wildan. Wildan hanya diam tak percaya kalau dirinya bisa melihat Menara Eiffel meski hanya lewat Video Call.
"Wow... Benar-benar bagus!"
"Lain kali kita ke sini ya! Tadi aku juga ketemu sama Kak Sarah dan Kak Rey,"
"Oh benarkah? Iya juga sih, mereka liburan ke Paris kan?"
"Hmmm... Tapi kenapa rasanya wajah kamu pucat banget deh, kamu sakit ya?"
"Nggak... Kata siapa? Aku cuma kecapekan aja,"
"Oww... Kacian.... Jangan sampai telat makan apalagi kecapekan dong! Nanti kalau sakit gimana?"
"Tenang aja, aku bisa jaga diri kok,"
"Kamu jangan bohong kalo ada apa-apa! Aku khawatir! Aku kangen..."
"Baru aja beberapa hari yang lalu berangkat, kan udah sering telfon juga,"
"Tapi pengen pulang...."
"Udah deh... Jangan ngeluh, nanti nggak selesai-selesai.... Udah dulu ya, aku ada tugas,"
"Iya..."
"Love you.."
"Love you too,"
Evelyn mematikan Video Call nya, tapi ia merasa aneh karena Wildan tampak begitu pucat, tidak seperti biasanya.
///***///
Di Indonesia
Wildan menaruh ponselnya dan menghela nafas, ia memejamkan matanya sejenak. Kepalanya benar-benar pusing dan terasa berputar-putar.
"Haih.... Lagi sakit malah nggak ada temen. Biasanya Kak Sarah yang selalu merawatku. Tapi aku tidak mau merepotkan dia," gumam Wildan
Wildan tidur di rumah karena sakit 1 hari setelah keberangkatan Evelyn. Badannya panas karena flu, dan maag nya kumat karena telat makan. Wildan meminta kakak kelasnya yang sudah jadi perawat, untuk menginfus Wildan di rumah.
Wildan memilih dirawat di rumah agar tidak ada siapapun yang tau kalau dia sakit.
///***///
Malam Hari
Di Paris, Prancis
Di Hotel
Reyhan mengajak Sarah untuk kembali ke hotel setelah cukup puas berkeliling Paris hari ini. Mereka pergi ke sebuah restoran romantis, lalu baru kembali ke hotel.
"Hah... Akhirnya ketemu sama kasur," ucap Sarah sambil menghempaskan tubuhnya ke atas kasur
"Mandi dulu sana, baru nanti istirahat," ujar Reyhan lembut
"Oke... Kamu dulu aja lah, aku masih mager," ucap Sarah
"Ya udah, aku mandi duluan," ucap Reyhan
Reyhan pergi mandi lebih dulu, sedangkan Sarah masih bermalas-malasan di atas kasur. Setelah selesai mandi, Reyhan keluar dengan handuk yang hanya melilit di pinggangnya. Rambutnya yang basah membuat Reyhan semakin terlihat hot dan seksi. Mata Sarah langsung terkunci dengan otot lengan dan perut Reyhan yang kekar dan padat.
Ya Tuhan.... Bolehkah aku menyentuhnya? Hanya sekali saja.... - Batin Sarah
Reyhan yang melihat Sarah melongo langsung memiliki ide untuk menjahili Sarah.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏