My Sexy Wife

My Sexy Wife
Hadiah



Reyhan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan kecil dari sakunya.


"Ciee...."


"Lamaran nih?"


"Cuit-cuit..."


"I ini apa?" tanya Sarah


Reyhan membuka kotak perhiasan yang ia bawa dan menunjukkannya pada Sarah. Sarah hanya terkagum-kagum dengan apa yang di lihatnya.


"Suka?" tanya Reyhan


"Banget," jawab Sarah


Sebuah kalung silver dengan hiasan berlian di beberapa sisi tampak sangat mewah di tangan Sarah.



"Indah sekali..." gumam Sarah


Aku sampai lupa kapan terakhir kali memakai perhiasan, semua perhiasan milikku telah habis ku jual untuk bertahan hidup - Batin Sarah


Dia ini perempuan, tapi aku belum pernah melihat dia memakai perhiasan - Batin Reyhan


"Sini aku pakein," tawar Reyhan


"Iya," jawab Sarah


Reyhan mengambil kalung itu dan memasangkan nya ke leher Sarah dengan hati-hati, sementara yang melihat adegan itu seolah terabaikan.


"Tidak ad nyamuk di sini, tapi kenapa aku merasa jadi obat nyamuk?" ujar Adit


"Pamer kemesraan di depan publik nih?" Ujar Devina


"Jiwa jombloku meronta-ronta," ujar Evelyn


"Jiwa kemiskinan ku meronta-ronta," ujar Wildan


"Makasih," lirih Sarah


"Selama masih ada aku, jangan pernah buat dirimu seolah menderita," bisik Reyhan sambil memakaikan kalung tadi


Mereka semua berbincang, bercanda dan tertawa bersama. Mereka juga makan kue, bahkan ada yang usil untuk mencoretkan krim kuenya ke pipi yang lain. Setelah puas menghabiskan waktu, mereka pergi untuk pulang.


"Dan kamu pulang sama siapa?" tanya Sarah


"Aku pulang sama..." ujar Wildan


"Wildan pulang sama aku kak," sahut Evelyn sambil menggandeng tangan Wildan


"Oh ya udah, jangan pulang malem-malem ok," pinta Sarah


"Siap kak!" jawab Wildan


"Rey, Dev sama aku mau keluar bentar," ujar Adit sambil mengedipkan sebelah matanya


"Oh ok," jawab Reyhan


"Hati-hati Dan!" ujar Sarah


"Siap kak," jawab Sarah


"Kamu pergi sama aku!" pinta Reyhan


"Ke mana?" tanya Sarah


"Nanti juga tau," jawab Reyhan


Mereka pergi masing-masing untuk ke tempat tujuan masing-masing.


"Emmm... Dan..." panggil Evelyn


"Ya Lyn? Kenapa?" tanya Wildan


"Kitaa.... Jadi jalan?" tanya Evelyn


"Jalan ke mana?" tanya Wildan


"Ihhh... Masa lupa? Katanya kemarin kamu mau ajak aku jalan," kesal Evelyn


"Lah kan udah," jawab Wildan


"Hah udah? Kapan?" kaget Evelyn


"La ini tadi?" tanya Wildan


"Jadi... Kamu ajak aku jalan itu maksudnya dateng ke acara ulang tahun kakak kamu?" kaget Evelyn


"Iya lah, apa lagi?" tanya Wildan


Ugh... Ni anak polos bet sih, nggak tau di kode apa? - Batin Evelyn kesal


"Ayo pulang, aku mau belajar buat ujian minggu depan," pinta Wildan


Kak Rey jele'


Bawa Wildan ke salon atau kemanapun, yang penting nanti malem dia jadi ganteng. Uang nanti aku ganti!


Evelyn


Iye-iye


Tiba-tiba Reyhan mengirimkan pesan singkat itu pada Evelyn.


"Belajar mulu sih? Nggak bosen apa? Ayo temenin aku jalan aja," ajak Evelyn sambil menarik tangan Wildan


"Eh Lyn, kemana?" tanya Wildan yang terkejut


.


.


.


.


.


"Dev, mau ke mall mana?" tanya Adit


"Ehm... Mall biasanya aja deh kak, aku mau cari gaun baru!" pinta Devina


"Oh ok," jawab Adit


"Uhm... Nanti malem, kakak ikut?" tanya Devina lirih


"Kenapa? Ngarep ya?" ledek Adit


"Ih nyebelin," kesal Devina


"Iya..." jawab Devina


.


.


.


.


.


"Ini kita mau ke mana sih?" tanya Sarah


"Suka banget sih tanya-tanya, kayak monyet nya dora tau nggak?" tanya Reyhan


"Ihhh... Aku serius!" kesal Sarah


"Aku juga serius," jawab Reyhan


"Ah bodo!" kesal Sarah


"Jangan ngambek dong, ntar cantiknya luntur loh!" ledek Reyhan


"Biarin, yang penting punya pacar!" jawab Sarah asal


"Oh iya, kan udah punya aku. Jadi cantik atau nggak itu gak pengaruh karena kamu selalu cantik di mata aku," ujar Reyhan


"Gombal!" ketus Sarah


"Katanya gombalin pacar kan biar tambah romantis," jawab Reyhan


"Ihhh.... Ngeselin!" kesal Sarah


Reyhan membawa Sarah ke sebuah salon besar yang mewah.


"Ini ngapain ke sini?" tanya Sarah


"Nanti juga tau," jawab Reyhan


"Ih di tanya kok," kesal Sarah


"Bilang ke pemiliknya kalau Tuan Kalandra sudah datang," ujar Reyhan


"Baik tuan, silahkan tunggu!"


Reyhan dan Sarah menunggu sebentar lalu datang seorang gadis cantik, tubuh bagus dan penampilan warbyasah.


"Hai tuan Kalandra, mana bebebnya?" tanya wanita itu


"Masih tanya?" ketus Reyhan


"Ihh... Kok gitu sih, eike kan becanda gitu loh," ujar wanita itu sambil mencolek Reyhan


"Udah deh, ini tugas kamu! Nggak memuaskan, aku tutup salon kamu!" ancam Reyhan


"Aduh abang, jangan galak-galak dong beb. Nanti nggak dapet jodoh, oh iya ini jodohnya. Hehe sorry beb, sayangku sini ikut eike," ajak wanita itu


"Kamu ikut wanita ini, nanti aku jemput!" bisik Reyhan


"Ck, apa lagi sih!" kesal Sarah


"Ayo dong beb, jangan lambat. Belum makan ya kok lemes?" tanya wanita itu


Sarah begidik ngeri mendengar gaya bicara wanita itu. Sarah ragu, ia tak yakin jika wanita itu wanita tulen.


Berjam-jam Sarah di body spa, body care, hair spa, hair care, make up dan memakai gaun. Benar-benar seperti seorang putri yang baru keluar dari negeri dongeng. Si pemilik salon tadi hanya terkesima melihat kecantikan Sarah.


"Aduh beb... Kamu cantik bwanget sih... Untung cewe, kalo cowo udah aku embat loh beb," ujar wanita itu


"I iya," jawab Sarah yang begidik ngeri


Sarah keluar hendak mencari Reyhan, namun tak ada orang. Hanya ada pria berjas hitam yang tampaknya menunggu seseorang.


"Nona Sarah?"


"Iya saya," jawab Sarah


"Saya di utus oleh Tuan Muda untuk menjemput anda,"


"Oh baiklah kalau begitu," jawab Sarah


Sarah pergi bersama orang itu keluar naik mobil, dan pergi entah ke mana. Tanpa Sarah sadari, ternyata hari sudah malam. Memang kan pulang dari cafe saja sudah senja.


Ini sebenarnya ke mana sih? Huh... Hari ini memiliki kesan tersendiri untukku, dan Reyhan... Kalo di pikir-pikir dia sweet juga sih - Batin Sarah


"Nona sudah sampai,"


"Oh sudah? Oh iya kenapa sepi sekali restoran ini?" tanya Sarah


"Tuan Muda sudah memesannya khusus, jadi tidak ada pengunjung lain,"


"Oh begitu, kalau begitu tolong fotokan aku dong pak," pinta Sarah


"Baik non,"


Sarah masuk ke restoran dan mencari latar yang cocok untuk berfoto, lalu berpose lucu. Sebenarnya Sarah sudah lama ingin foto, tapi tidak kesampaian.


1


2


3


.


.


.



Ckrek....


"Ini non sudah,"


"Ok makasih pak, bapak baik deh," ujar Sarah


"Nona Sarah?" tanya seorang pelayan


"Iya saya?" tanya Reyhan


"Tuan Kalandra menunggu anda di atas,"


"Oh baiklah," jawab Sarah


Sarah pergi ke atas dengan mengikuti pelayan yang tadi menyapanya.