My Sexy Wife

My Sexy Wife
Apa Kau Mencintaiku?



Setelah mandi mereka keluar, Prima mengganti bajunya lalu berbaring di atas kasur. Merasa lelah, Prima tertidur di atas kasur.


"Sayang.. Sayang..." panggil Devan


"Hmmm....." jawab Prima yang masih menutup mata


"Katanya hari ini mau jalan-jalan?" tanya Devan


"Ntar aja, aku masih capek." jawab Prima


"Capek kenapa?" tanya Devan


"Masih tanya ae ni orang," kesal Prima


Devan ikut berbaring di samping Prima sambil memeluk Prima.


Ini manusia apa bukan sih kok nggak ada rasa capek sama sekali. Aku aja udah kayak mayat hidup gini, lah dia masih sempet nyantai, ngopi, jalan dan lainnya - Batin Prima


Mereka terbangun pukul 11 siang. Prima yang lebih dulu bangun, ia melihat jam dan berusaha bangun. Prima merasa lebih baik setelah tidur.


"Mas... Mas... Bangun!" ucap Prima


"Hmm... Apaan?" tanya Devan yang masih mengantuk


"Bangun, udah siang loh!" ucap Prima


"5 menit lagi," ucap Devan


"Nggak ada, ayo bangun!" kesal Prima


Devan yang kesal karena diganggu langsung bangun. Ia bangun dan memeluk Prima dari belakang.


"Cepetan ganti baju trus temenin aku!" ucap Prima


"Pengennya masih meluk kamu!" ucap Devan


"Cepetaannn..... " kesal Prima


"Ngapain sih buru-buru," ucap Devan


"Nanti ke sore an," ucap Prima


"Ya udah ayo," jawab Devan


"Buruan!" ucap Prima


"Aku mencintaimu," ucap Devan


Untuk hari ini Prima hanya mengajak jalan-jalan ke beberapa mall di Swiss sambil memberi beberapa barang khas Swiss.


"Wah mas.. Boneka Chocolate ini cute bangeett....!!!!" ucap Prima


"Suka?" tanya Devan


"Bangeettt!!!" ucap Prima


"Beli lah, ambil sana!" ucap Devan


"Tapi mahal" ucap Prima


"Kamu pikir kita nggak bisa beli? Buat beli pabriknya aja kita bisa, apalagi cuma 1 boneka. Udah ambil," ucap Devan


"Hehe iya-iya," jawab Prima


"I Love you my sweet wife," ucap Devan


Prima hanya membalasnya dengan tersenyum lalu mencium pipi Devan. Mereka sudah membeli beberapa barang untuk oleh-oleh. Setelah sore mereka pulang.


///***///


Malam Hari


Ketika matahari mulai terbenam mereka sudah di Villa. Prima dan Devan mandi terlebih dahulu.


"Mas..." panggil Prima


"Apa sayang?" tanya Devan


"Aku pengen es krim," ucap Prima


"Es krim apaan? Aneh-aneh aja," ucap Devan


"Aaaa ayoooo, aku pengen es krim!" rengek Prima


"Baiklah ayo keluar," ajak Devan


"Yey," ucap Prima


"Aku mencintaimu," ucap Devan


Devan menutup mata Prima dengan kain, mengajaknya masuk kedalam mobil lalu mengajaknya ke sebuah tempat.


///***///


Setelah Sampai


"Kalo bilang ya nggak surprise dong," ucap Devan


"Ih aku penasaran," ucap Prima


Devan membuka ikat mata Prima. Prima langsung takjub melihat pemandangan di depannya. Tampak pemandangan di seluruh kota saat malam hari dari bukit tempatnya berdiri.


"Wuaahhh.... Benar-benar indah," ucap Prima


"Suka?" tanya Devan


"Banget, makasih mas." ucap Prima


Prima memeluk Devan dengan erat di bukit tersebut. Pemandangan seluruh kota tampak seperti bukit berbintang dari atas.


"Sayang, aku mau tanya sesuatu." ucap Devan


"Apa mas?" tanya Prima


"Apa kau mencintaiku?" tanya Devan


"Hah? Kenapa kau bertanya masalah itu mas?" kaget Prima


"Aku hanya bertanya," ucap Devan


"Tentu saja," jawab Prima


"Tapi kau tidak pernah mengatakannya," ucap Devan


"Mengatakan apa?" tanya Prima


"Kalau kau mencintaiku," jawab Devan


"Apa aku harus mengatakannya?" tanya Prima


"Entahlah, terkadang aku hanya merasa kalau aku terlalu memaksakan dirimu untuk mencintaiku tanpa mengetahui perasaanmu," jelas Devan


"Kau tidak memaksaku sayang," ucap Prima sambil menyentuh pipi Devan


"Tapi terkadang aku ragu, aku selalu mencintaimu. Aku tau kau baik, selalu memanjakanku, melayaniku bahkan kau mengurusku lebih baik dari siapapun, menemaniku saat aku jatuh dan tidak pernah meninggalkanku. Tapi kau tak pernah mengatakan kalau kau mencintaiku, aku hanya sedikit ragu," jelas Devan sambil melepaskan pelukan Prima


"Mas jangan mikir kayak gitu," ucap Prima sambil menggandeng tangan Devan namun Devan kembali melepaskannya


"Tidak sayang, kau istriku. Kau memang sudah seutuhnya menjadi istriku, tapi apa kau mencintaiku?" tanya Devan


Devan merasa sedikit kecewa dengan jawaban Prima, ia hendak pergi namun Prima menarik tangannya dengan kuat hingga ia berbalik. Prima menangkupkan kedua tangannya ke pipi Devan.


"Sayang, mau kau tampan jelek, baik jahat, kaya miskin. Apapun keadaanmu aku akan selalu mencintaimu, menyayangimu dan selalu menemanimu. Jangan pernah berpikir kalau aku tidak mencintaimu oke!" jelas Prima


"Benarkah?" tanya Devan


Prima mengecup bibir Devan terlebih dahulu lalu tersenyum. Kemudian Devan menahan tengkuk Prima dan membalasnya.


"Sekarang jangan pernah bilang kalo aku nggak cinta sama kamu ok!" ucap Prima


"Iya," jawab Devan


"Juga jangan hilangkan sikap manjamu, aku suka kalo kamu manja. Tapi inget jangan manja ke cewek lain atau..." ancam Prima


"Iya sayang, i never do that!" ucap Devan


"Sekarang mana es krimnya?" tanya Prima


"Bentar ya," ucap Devan


Devan pergi sebentar meninggalkan Prima. Lalu ia kembali membawa 2 es krim cone ditangannya.


"Aku mana aku mana?" tanya Prima


"Nih Swedian Chocolate Chips," ucap Devan


"Kyaa kok tau kesukaanku," senang Prima


"Apa sih yang aku nggak tau tentang kamu," ucap Devan


"Ih geer," ucap Prima sambil mencolek es krimnya dan mengoleskannya ke hidung mancung Devan


"Oh berani ya sekarang," ucap Devan


"Hahahaha, jadi kayak badut," tawa Prima


"Dasar nakal ya," ucap Devan


Mereka berlari kejar-kejaran di bukit tersebut sambil bercanda dan menghabiskan waktu romantis di bukit tersebut.


"Jangan pernah ninggalin aku oke!" ucap Devan


"Never!" jawab Prima


Aku berharap waktu seperti ini tidak akan pernah ada habisnya dan tidak akan pernah berakhir - Batin Prima


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏