My Sexy Wife

My Sexy Wife
Kompor



"Ngapain?" tanya Reyhan


"Jangan keras-keras!" kesal Sarah


"Kenapa?" tanya Reyhan


"Nanti orang lain denger!" kesal Sarah


"Kenapa emangnya? Kalo mereka denger bagus kan, kita bisa cepet-cepet nikah," gurau Reyhan


"Apaan sih, gak gak gak!" kesal Sarah sambil melangkah pergi


Reyhan menyusul langkah Sarah dengan berjalan dibelakangnya dan meledek Sarah.


"Kapan kita nikah?" tanya Reyhan


"Nggak mau!" ujar Sarah


"Besok nikah yuk," ledek Reyhan


"Nggak!" tegas Sarah


"Sekarang aja ayo daftar," ledek Reyhan


"Nggak!" kesal Sarah


Reyhan mencepatkan langkahnya hingga menyamai Sarah, lalu menggendong Sarah secara paksa di pundaknya. Para karyawan yang melihatnya langsung bersorak, ada yang iri, ada yang baper juga ada yang mendukung.


"CIE.... CIEE...."


"Turunin!" pinta Sarah meronta-ronta


"Ayo daftar nikah aja sekarang!" gurau Reyhan


"Nggak! Turunin!" kesal Sarah sambil memukuli punggung Reyhan


"Oke ayo," gurau Reyhan


Reyhan menggendongnya sampai ke dalam lift, sehingga yang ada di dalam lift hanya mereka berdua.


"Turunin!" kesal Sarah


"Nggak mau!" jawab Reyhan dengan menirukan gaya Sarah tadi


"Turunin!" kesal Sarah


"Hahahaha ok-ok," jawab Reyhan


Reyhan menurunkan Sarah di dalam lift, Sarah langsung berdiri di depan pojok lift.


"Kenapa di situ?" tanya Reyhan


"Ga papa," jawab Sarah


"Takut ya?" ledek Reyhan


"Nggak, kata siapa aku takut?" jawab Sarah


"Kalo nggak takut ngapain di situ? Sini di sampingku!" pinta Reyhan


"Nggak mau," jawab Sarah


"Kamu yang ke sini atau aku yang ke situ?" tanya Reyhan


"Ck iya-iya!" kesal Sarah


Sarah melangkahkan kakinya sedikit mendekati Reyhan.


"Sini lebih dekat lagi!" pinta Reyhan


"Ini kan udah deket!" jawab Sarah


"Kurang," gurau Reyhan


"Nih udah," ujar Sarah sambil mendekat kepada Reyhan


Melihat Sarah yang sedikit canggung saat mendekatinya, Reyhan sedikit menyunggingkan senyumnya. Reyhan langsung mendekati Sarah hingga Sarah terpentok ke arah dinding lift. Reyhan mendekatkan wajahnya pada Sarah.


Sarah menjadi gugup saat ia sudah terpentok dinding lift. Sarah jadi salah tingkah, sedangkan Reyhan semakin mendekatkan wajahnya.


"Mau ngapain?" tanya Sarah sambil menahan dada Reyhan


"Kenapa? Kamu tutupin tombol lift nya, aku mau pencet," jawab Reyhan datar


"Oh maaf," jawab Sarah sambil langsung berpindah posisi


"Ya kamu kan mencetnya bisa dari jauh," kesal Sarah dengan wajah memerah


"Kan kamu tutupin, aku nggak bisa lihat angkanya," jawab Reyhan


"Ah bodo bodo, nggak usah di bahas!" kesal Sarah


"Kenapa? Kamu pikir aku mau apa?" tanya Reyhan dengan nada mengejek


"Jangan di bahas!" kesal Sarah


Reyhan mendekati Sarah sambil senyam-senyum melihat lucunya tingkah Sarah.


"Apaan sih deket-deket!" kesal Sarah


Cup...


Reyhan tiba-tiba mencium bibir Sarah tanpa aba-aba, hal itu membuat Sarah membelalakkan matanya terkejut. Tak mendapat penolakan, Reyhan melanjutkan ciumannya. Bahkan kali ini Sarah tidak menolak ataupun mendorong Reyhan, ia malah tanpa sadar membalas ciuman Reyhan.


Mereka berciuman di lift seperti manusia tanpa beban, setelah mulai kehabisan nafas, mereka melepaskan ciumannya. Reyhan seperti tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Sarah wajahnya sudah semerah kepiting rebus. Reyhan melihat angka lift, lalu melepaskan blazer nya.


Yes, sepertinya ada kesempatan buat menangin hati dia - Batin Reyhan


"Eh mau ngapain?" tanya Sarah yang sedikit panik


Reyhan memakaikan blazer nya ke badan Sarah untuk menutupi pundaknya.


"I iya-iya," jawab Sarah sambil memakai blazer Reyhan


"Ini juga," ujar Reyhan sambil menyentuh sudut bibir Sarah


"A apaan sih," gugup Sarah


"Di benerin biar nggak di tanya orang habis ngapain," jawab Reyhan


Sarah menghadap ke tembok lift lalu melihat lipstik nya yang sudah sangat belepotan kemana-mana. Ia langsung mengusap lipstiknya agar kembali rapi.


Cliingg...


Lift sampai di lantai dasar, Sarah keluar bersama Reyhan. Mereka langsung menjadi sorotan karyawan yang sedang bekerja.


"Kenapa tatapan para karyawan serasa membunuhku ya?" bisik Sarah


"Karena hari ini adalah hari patah hati se Indonesia," bisik Reyhan


"Hah?" bingung Sarah


"Kan aku sudah jadi punya kamu," jawab Sarah


"A apaan sih, belum nikah jadi belum punya aku dong," jawab Sarah


"Cie ngarep," ledek Reyhan


"Apaan sih," gugup Sarah sambil mengalihkan pandangannya


Reyhan langsung merangkul pundak Sarah sambil berjalan, semua karyawan yang melihatnya langsung membelalakkan matanya tak percaya. Para Reyhaners patah hati seketika melihat mereka berdua.


Laras yang melihatnya merasa panas hatinya, ia ingin berjalan ke sana dan menampar Sarah sekencang-kencangnya.


"Sialan! Dasar cewek j*lang! Lihat aja, aku bakal bales kalian semua!" gumam Laras


///***///


Besoknya


Di Perusahaan


Tampak seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh proporsional datang ke arah meja resepsionis.


"Permisi, ruangan Wakil CEO dimana ya?" tanya gadis cantik itu


"A anda siapa? Apa sudah ada janji?" tanya resepsionis


"Saya Evelyn," jawab gadis itu


Resepsionis itu mengecek daftar nama, lalu menelfon sekretaris Reyhan. Resepsionis itu kembali menatap Evelyn dengan penuh kekaguman.


"A anda bisa menunggu terlebih dahulu di sini, sebentar lagi sekretaris Wakil CEO akan menjemput anda,"


"Ck pria sialan! Selalu menyuruhku menunggu!" kesal Evelyn


"Maaf nona,"


"Kamar mandinya dimana?" tanya Evelyn


"Di sebelah barat nona, anda berjalan lurus ke barat lalu nanti ada di sebelah kiri,"


"Ok makasih," jawab Evelyn sambil pergi


///***///


Di Toilet


"Heh, kamu kerja di sini?" tanya Evelyn


"Iya nona," jawab Laras


"Kenal Wakil CEO dong?" tanya Evelyn


"Kenal nona, nona ini siapa? Ada hubungan apa dengan Wakil CEO?" tanya Laras


"Gak usah banyak tanya, intinya aku sangat dekat dengannya dan hari ini dia memaksaku datang ke sini untuk menemuinya. Bagaimana kelakuan Reyhan di sini?" tanya Evelyn


Sepertinya dia bukan orang sembarangan, bahkan berani langsung menyebut nama Reyhan. Hahahaha... Sukurin kamu Sarah, ternyata kamu bukan satu-satunya! Kesempatan bagus! - Batin Laras


"Oh Wakil CEO sangat baik, orangnya tegas dan pekerjaannya selalu memuaskan. Saat ini beliau juga sedang berpacaran," ujar Laras


"Apa! Pacaran?" kaget Evelyn


"Iya nona," jawab Laras


"Dengan siapa? Beraninya dia!" kesal Evelyn


"Dia berpacaran dengan karyawan yang dulu bekerja di sini sebagai OB juga nona," kompor Laras


"Apa? Damn, bagaimana bisa?" kesal Evelyn


"Nona menyukainya Wakil CEO ya? Tenang saja, saya lebih mendukung anda dengan wakil CEO itu dari pada Wakil CEO harus bersama gadis miskin itu," kompor Laras


"Apa? Dia hanya gadis miskin?" kaget Evelyn


"Iya, penampilannya biasa saja, wajah juga biasa, bahkan selalu bertingkah manja pada Wakil CEO. Entah apa yang dia gunakan sehingga Wakil CEO mau berpacaran dengannya," kompor Laras


"Sialan Si Reyhan!" kesal Evelyn


"Tenang nona, saya lebih mendukung anda dari pada gadis miskin itu," jawab Laras


"Diam kamu! Kamu tidak berhak ikut campur urusan ku!" kesal Evelyn


Evelyn berjalan dengan langkah kasarnya menuju ruangan Reyhan, baru di koridor ia sudah bertemu dengan Sekretaris Ryan.


"Nona Evelyn?" tanya Sekretaris Ryan


"Iya aku! Mana si pria sialan itu?" tanya Evelyn


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏