My Sexy Wife

My Sexy Wife
Calonnya



"Kak tapi kan..." kesal Zalfa


"Apa kamu nggak kasihan sama kakek dan nenek? Tahun lalu kamu juga nggak datang ke sana!" ucap Devan


"Tapi kak.." ucap Zalfa


"Masuk sekarang!" tegas Devan


"Huh!" kesal Zalfa


Dengan kesal Zalfa masuk kedalam mobil, di tengah-tengah antara dia dan Joo di letakkan tasnya agar ada jarak. Selama perjalanan hanya Devan dan Prima yang bercanda kecil, walau sebenarnya Aurel juga bolak-balik ngajak ngomong Devan namun tak di gubris.


Prima melirik Joo dan Zalfa dari kaca spion tengah mobil.


Gue cuma bisa bantu sampai sini Joo, sisanya lanjut sendiri - Batin Prima


"Kak aku pengen pindah tengah biar leluasa, Prima di depan aja ya!" pinta Aurel


"Gak bisa, kaki kamu sakit. Nanti ngeganggu aku, aku gak suka!" tolak Devan


Prima sedikit tersenyum melihat Devan cuek pada Aurel.


"Tapi kak.." ucap Aurel


"Gak usah bantah!" bentak Devan


"Tuker sama aku gimana? Di belakang sama dia," ucap Zalfa


"Iya boleh," ucap Aurel


Gak dapet kak Devan tapi satunya, siapa yang nggak mau? - Batin Aurel


Tapi nanti kalo dia godain kak Joo gimana? Dia kan cewek ganjen! - Batin Zalfa kesal


"Nggak bisa! Tetap duduk di tempat masing-masing!" bentak Devan


Semua diam seketika mendengar bentakan Devan yang kesal, hanya Prima yang berani berkomentar.


"Cie bisa galak..." goda Prima sambil menyentuh pipi Devan dengan telunjuknya


"Apaan sih, aku lagi kesal." ucap Devan


"Yakin bisa lama?" goda Prima


"Apaan sih," kesal Devan


"Ututututuu cayang jangan malah... Ntar gak ganteng yohh...." goda Prima dengan meniru gaya anak kecil


"Ih gemesinnya.." ucap Devan sambil mencubit pipi Prima


"Ihh jangan cubit pipi dong mas, suka banget cubitin pipi orang!" kesal Prima


"Kan cuma nyubitin kamu, yang lain nggak pernah kok. Lagian kamu gemesin banget!" ucap Devan


"Kok aku?" tanya Prima


"Habis kamu imut banget," ucap Devan


"Ehem..." Joo berdehem


"Pamer kemesraan ni ye?" tanya Zalfa


"Apaan sih," ucap Prima malu


"Biarlah, mereka kan hubungannya jelas!" sindir Joo


Sialan, apa dia menyindirku? - Batin Aurel


Berjam-jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kampung halaman Devan.


///***///


Di Bandung


"Huah... Akhirnya sampai juga," ucap Prima sambil meregangkan tubuhnya


"Capek ya?" tanya Devan


"Nggak juga, cuma punggungku rasanya agak sakit. Mungkin kelamaan duduk," ucap Prima


"Mau aku gendong?" tanya Devan


"Nggak ah, aku kan bukan anak kecil." ucap Prima


"Emang cuma anak kecil aja yang harus di gendong?" tanya Devan


"Nggak mau, banyak orang tau. Malu," ucap Prima


"Ya udah yuk masuk," ajak Devan sambil menggandeng tangan Prima


"Yuk," ajak Prima


"Aawww... Kak Devan bantuin aku, kakiku sakit." ucap Aurel


"Jalan sendiri, tadi aku suruh gak usah ikut kamu ngeyel aja. Sekarang tanggung sendiri," jawab Devan dingin


"Kaaakkk kakiku bener-bener sakit.." rengek Aurel


"Bantuin gih, kasian nanti kalo mati!" ucap Prima sambil mengedipkan sebelah matanya


Sialan! Dia berharap aku cepat mati kah? Tak semudah itu - Batin Aurel


"Ok," jawab Devan


Aurel kegirangan mendengar Devan mau membantunya turun dari mobil.


"Pak supir bantu Aurel turun, trus nanti antar dia masuk." ucap Devan


"Baik tuan," jawab sopir


Devan dan Prima pergi meninggalkan Aurel, mereka masuk sambil bergandengan tangan mesra.


"Kak... Kak Devan... Kak...." teriak Aurel yang tak di gubris Devan


"Mari nona saya bantu," ucap sopir


///***///


Di Rumah Nenek dan Kakek


"Nenek... Kakek..." sapa Devan


"Cucuku Devan..." ucap nenek yang duduk di kursi roda


Devan memeluk neneknya itu, lalu menyalami kakeknya. Prima mencium tangan kakek dan nenek. Walau rumah mereka sederhana dan cenderung masih sesuai rumah adat, Prima tak mengeluh beda dengan Aurel yang sedari tadi ngomel saja.


"Ih ini rumah apa apaan sih, sempit, jelek, buruk.. Ih kalo nggak demi Kak Devan, nggak sudi aku ke sini." kesal Aurel


"Nenekk...." panggil Zalfa


"Zalfa sayang... Kamu sudah besar ya sekarang?" tanya nenek


"Iya dong nek, gimana? Tambah cantik kan?" tanya Zalfa


"Perasaan sama aja, cuma tambah tinggi." sahut kakek


"Kakeeekkk... Kakek kok gitu sih," ucap Zalfa sambil mengerucutkan bibirnya


"Hahahaha iya-iya kamu tambah cantik," ucap nenek


"Nah gitu dong kek, puji Zalfa kayak nenek." ucap Zalfa


"Sukanya di puji terus," ucap kakek


"Ini Prima kan?" tanya nenek


"Iya nek, aku Prima." ucap Prima sambil tersenyum manis


"Wah cantiknya cucuku," ucap kakek


"Kakeeekkk, giliran kakak ipar di puji. Aku nggak," ucap Zalfa ngambek


"Iya-iya kamu juga cantik," ucap kakek


"Nenek dan kakek apa kabar?" tanya Prima


"Baik nak, gimana udah dapat momongan?" tanya nenek


Prima sejenak terdiam, Devan merangkul pinggang Prima.


"Nek nek... Prima ini baru lulus kuliah, dia maunya punya anak kalo sudah lulus kuliah. Dan baru lulus 1 bulan yang lalu," ucap Devan


"Oh gitu?" tanya nenek


Prima hanya menanggapinya dengan senyum kaku. Sedangkan Aurel merasa heran.


Apa maksudnya punya momongan? Mereka kan baru pacaran, nggak mungkin udah tidur duluan - Batin Aurel


"Oh iya nenek.. Kakek, Prima bawakan kue buat kakek sama nenek. Di cicipi ya, Prima buatnya nggak terlalu manis karena buat usia kakek dan nenek gak bagus makan makanan yang terlalu manis," ucap Prima ramah


"Wah kamu baik sekali, buat sendiri nak?" tanya kakek


"Hehe iya kek," ucap Prima


"Ini siapa Van?" tanya kakek


"Ini Joo," ucap Devan


"Joo, kakek nenek. Calonnya Zalfa," ucap Joo sambil mencium tangan kakek dan nenek


"Wah sudah punya calon?" kaget nenek


"Belum nek, jangan dengerin dia." ucap Zalfa kesal


"Lagi usaha kek nek.." ucap Joo


"Semangat!" ucap kakek


"Ini Aurel..." ucap Devan malas


"Hai kakek nenek.." ucap Aurel dengan berdiri dan melambaikan tangannya


"Iya.." kaget nenek


Ini anak nggak punya sopan santun apa? - Batin Kakek


"Aurel ini siapa?" tanya kakek


"Calon istrinya kak Devan," ucap Aurel


"Loh calon istri?" kaget nenek


"Van kamu mau nikah lagi?" tanya kakek


"Eh nggak kek, enak aja! 1 cukup." ucap Devan


"Nikah lagi?" bingung Aurel


"Iya, kan Devan sudah punya istri. Atau jangan-jangan kamu mau merusak rumah tangga mereka ya?" tanya kakek


"Apa!!! Sudah menikah? Dengan siapa?" kaget Aurel


"Loh, ini istrinya!" ucap kakek sambil menunjuk Prima


"Prima?" kaget Aurel


Devan merangkul erat pinggang Prima, Prima melebarkan senyumnya ke arah Aurel.


"Nggak! Nggak mungkin, kak Devan belum nikah. Kalian jangan bercanda, mana mungkin aku nggak tau kalo kak Devan nikah," ucap Aurel tak terima


"Rel itu kenyataannya. Aku dan Prima sudah menikah, kami menikah sejak 1 tahun yang lalu. Mau tidak mau itulah kenyataannya, jadi jangan ganggu aku dan istriku lagi!" ucap Devan


"Nggak! Nggak mungkin.. Nggak!!" ucap Aurel tak terima


Aurel berlari keluar sambil menangis saat mengetahui Devan dan Prima sudah menikah.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏