My Sexy Wife

My Sexy Wife
Ukuran



Bruaakk....


Devan menggebrak meja, ia paling tidak suka dengan pria yang bermain wanita.


"Jika daddy dulu salah, maka kamu jangan sampai nak," ucap Devan


"Dad, ini nggak seperti yang daddy pikirin. Rey nggak pernah main cewek dad," ucap Reyhan


"Jangan sekali-kali! Ibumu perempuan, adikmu juga perempuan! Jika sampai daddy tau kau suka main perempuan, daddy bakal ambil semua fasilitas kamu!" ancam Devan


"Dad... Sumpah Rey nggak main-main sama cewek-cewek penggoda itu!" ucap Reyhan


"Lalu ini semua apa?" tanya Devan


"Rey kemarin dipaksa Dio minum, Rey merasa sedikit mabuk. Rey pergi ke hotel trus ketiduran, cuma gitu nggak lebih!" ucap Reyhan


Maaf dad, Rey bohong. Rey belum bisa cerita untuk sekarang - Batin Reyhan


"Jika sampai daddy tau kamu bohong, kamu tau akibatnya!" ancam Devan


Devan keluar dari ruang kerjanya dan memilih mempercayai perkataan putranya. Karena selama ini Rey tidak pernah menyukai hal-hal yang berkaitan dengan minuman, wanita dan dunia malam.


///***///


Di Kamar Reyhan


Rey membaringkan tubuhnya di atas kasur king size nya. Ia menghela nafas dan mengacak-acak rambutnya.


"Siapa wanita itu? Jika memang dia wanita malam, kenapa masih virgin?" tanya Reyhan


Reyhan kembali mengingat semuanya, berusaha mencari petunjuk. Lalu Reyhan mengingat sebuah petunjuk.


"Baju itu!" ucap Reyhan


Reyhan mengacak-acak keranjang baju kotornya, tidak menemukan apapun. Lalu mengambil paper bag yang tadi pagi di berikan oleh Adit.


"Ini dia..." ucap Reyhan


Reyhan mengambil baju Sarah yang sobek-sobek. Reyhan kemudian baru menyadari betapa ganasnya ia kemarin. Reyhan mengambil ponselnya dan menelfon Adit.


"Halo Rey apaan?"


"Besok temenin gue nyari Dio ya,"


"Males gue. Mau ngapain sih lo?"


"Gue mau cari perhitungan buat dia Dit. Sama bantuin gue cari siapa cewek semalam,"


"Lo yang kena masalah, kenapa gue yang repot?"


"Plis!"


"Oke-oke, jemput tapi!"


"Ok,"


///***///


Besok Pagi


Reyhan mengambil kunci mobilnya dan keluar, di depan pintu ia bertemu Prima.


"Mau ke mana Rey?" tanya Prima


"Main mom, sama Adit," ucap Reyhan


"Ya udah, hati-hati. Jangan pulang malem-malem ya," pesan Prima


"Siap mom!" ucap Reyhan


Reyhan mencium tangan Prima lalu keluar, di luar dia bertemu dengan Devina.


"Mau kemana kak?" tanya Devina


"Ke rumah Adit," ucap Reyhan


"Nebeng," ucap Devina


"Ogah, sana sama supir!" tolak Reyhan


"Kak... Nebeng sampe depan mall doang," ucap Devina


"Gak bisa!" tolak Reyhan dengan penuh penekanan


"Ck... Dasar pelit!" kesal Devina


Reyhan meninggalkan Devina yang kesal. Baru berjalan beberapa langkah, Devina kembali memanggilnya.


"Kak.." panggil Devina


"Apa lagi?" kesal Reyhan


"Di panggil mommy," ucap Devina


"Masa? Kok aku gak denger? Bohong," ucap Reyhan


"Kan biasanya kakak rada budeg," gurau Devin


"Budeg kepalamu!" kesal Reyhan


Reyhan masuk ke dalam mencari Prima dan menemukannya di dapur.


"Ada apa mom?" tanya Reyhan


"Apa apanya?" tanya Prima


"Tadi katanya manggil Rey?" tanya Reyhan


"Enggak? Kata siapa?" tanya Prima


"Kata si... Kampret tu anak, ga jadi mom," kesal Reyhan


Reyhan langsung masuk ke mobilnya, ia baru mengendarai mobilnya dan Adit sudah menelfon.


"Halo..."


"Gue tunggu di jalan Anggrek! Sebelah toko XY,"


"Ngapain di sana? nggak di rumah lo?"


"Udah buruan kesini! Dio ada di sini!"


"Ok tunggu!"


"Mau kemana kak?" tanya Devina tiba-tiba


Ckiiittt....


"Astaga Dev itu bahaya! Kamu sejak kapan disini?" tanya Reyhan yang sangat terkejut


"Sejak tadi," jawab Devina


"Kok bisa?" tanya Reyhan


"Tadi waktu kakak ke dalam, nyari mommy hehe," gurau Devina


"Ck, sekali lagi kayak gitu! Jangan pernah sentuh mobil kakak," kesal Reyhan


"Hehe iya-iya," ucap Devina


Reyhan kembali melajukan mobilnya dan pergi ke lokasi Adit.


///***///


Di Jalan Anggrek


Reyhan turun dari mobil, dan menghampiri Adit yang sedang memegangi Dio.


"Rey ini apa-apaan sih? Gue kenapa diginiin?" tanya Dio


"Lo masih tanya kenapa?" tanya Reyhan


"Apa? Kenapa? Gue salah apa?" tanya Dio


Reyhan yang marah langsung mencengkram kerah baju Dio kuat-kuat.


"Siapa cewek semalem?" tanya Reyhan


"Siapa? Cewek yang mana, lo pergi aja gue nggak tau," ucap Dio


"Gak usah sok b*go deh kalo nggak pengen panjang urusannya," ucap Adit


"Sumpah Rey, Dit, gue nggak tau," ucap Dio


Devina yang melihat kakaknya hendak menghajar orang, langsung turun dari mobil menghampiri Reyhan.


"Kak.. Kakak ngapain? Lepasin!" ucap Devina


"Kakak?" kaget Dio


"Loh kamu?" kaget Devina


"Kenapa? Kamu kenal dia?" tanya Reyhan


"Kak, dia kemarin gangguin aku kak! Dia mau lecehin aku kak," ucap Devina yang langsung mundur


"Apa?" kaget Reyhan


"Rey gue bisa jelasin Rey, gue nggak tau dia adik lo. Gue nggak sengaja, gue mabuk kemarin Rey," ucap Dio panik


Buagg...


Reyhan memukuli Dio habis-habisan, meski dihentikan oleh Adit namun tak berhenti. Setelah Dio cukup lemah dan lebam dimana-mana, baru Reyhan melepaskan Dio.


"Ini balesan buat lo yang berani jebak gue dan ganggu adik gue!" kesal Reyhan


"Rey udah Rey," ucap Adit


"Dev masuk ke mobil sekarang!" tegas Reyhan


"Kenapa kak?" tanya Devina


"Masuk ke mobil sekarang!" bentak Reyhan


Devina masuk ke dalam mobil, karena ia takut saat melihat Reyhan marah.


"Rey, jangan kayak gitu! Dev nggak tau apa-apa," ucap Adit


Bugg...


Reyhan melemparkan baju Sarah yang sobek-sobek itu ke wajah Dio.


"Baju siapa itu?" tanya Reyhan


"Ma mana ku tau Rey," ucap Dio


"Jawab sekarang!" bentak Reyhan


"Oke! Itu baju karyawan di club ku," ucap Dio


"Lalu itu milik siapa?" tanya Reyhan


"Sebentar," ucap Dio


Dio melihat kemeja putih itu, lalu melihatnya di kerahnya.


"Ukurannya M. Kita bisa cek ukurannya di perbukuan Club," ucap Dio


"Ayo ke sana," ucap Reyhan


"Dev gimana Rey?" tanya Adit


"Biar naik taksi," ucap Reyhan


"Biar gue anter aja ya," ucap Adit


"Jangan ambil kesempatan!" ucap Reyhan dengan tatapan sinis


"Hehehe iya-iya, bercanda," ucap Adit


Reyhan masuk ke mobilnya dan Adit menarik kasar Dio ke dalam mobil.


"Dev ini ada uang cash, kamu naik taksi. Please kakak mohon," pinta Reyhan


"I iya kak," gugup Devina


Devina di pesankan taksi oleh Reyhan, lalu Reyhan pergi ke club dengan Adit dan Reyhan.


///***///


Di Club


"Ini boss bukunya..."


"Ok, kau bisa pergi!" ucap Dio


Mereka bertiga melihat daftar baju yang ada di buku itu.


"Yang dapat ukuran M ada 15 orang," ucap Dio


"Sialan!" kesal Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏