My Sexy Wife

My Sexy Wife
Menggemaskan



Reyhan dan Sarah saling diam dan memalingkan wajah masing-masing. Wajah Sarah pun blushy mendadak, Reyhan bingung harus berkata apa.


"Udah belum woy?" teriak Adit


"U udah," jawab Reyhan


"M ma masih pahit?" tanya Sarah gelagapan


"Nggak," jawab Reyhan


"Udah lumutan yang nunggu," protes Adit


"Kalian balik aja semua," suruh Reyhan


"Kenapa emang?" tanya Evelyn


"Kalian pikir ini itu hotel? Velyn, besok kamu ada photoshoot kan? Dit, lo balik sana! Punya rumah kan? Wildan dan Dev, kalian besok harus ke kampus kan?" tanya Reyhan


"Aku mau nunggu Kak Sarah di sini aja Kak," jawab Reyhan


"Udah, kalian balik aja. Sarah biar aku yang tungguin!" ucap Reyhan


"Beneran kak?" tanya Devina


"Nggak papa, kalian pulang dulu aja mumpung belum terlalu malem," ujar Reyhan


"Ya udah deh kak, aku pulang dulu ya. Maaf ngerepotin," ucap Wildan


"Nggak kok, udah sana pulang!" pinta Reyhan


"Balik dulu Kak,"


"Gue balik dulu,"


"Rey... Nggak niat nganter gue pulang kah?" tanya Adit


"Enggak," jawab Reyhan


"Anterin sampe bawah lah," pinta Adit


"Ogah," tolak Reyhan


"Sampe depan pintu itu aja," pinta Adit


"Nggak ada niat," jawab Reyhan


"Jahad hiks," ujar Adit dengan gaya alaynya


"Udah sana balik, jangan habisin stok oksigen di ruangan ini!" gurau Reyhan


"Kejam! Gue balik, Dev ayo aku anter pulang!" ajak Adit


"Otw!" jawab Devina


"Kalo adik gue nggak nyampe rumah, nyawa lo juga nggak nyampe rumah!" ancam Reyhan


"Iya-iya, aku anak baik kok. Aku anter sampe rumah, nyawa nya Evelyn jadi jaminan!" tegas Adit


"Lah.. Lah... Lah.. Kenapa bawa-bawa aku? Kan yang anter Dev pulang itu situ!" kesal Evelyn


"Ehm... Apakah kebodohan bisa menular? Aku takut tertular," gurau Wildan


"Ga ada akhlaq emang!" kesal Evelyn


"Udah sana balik, nanti keburu subuh!" protes Reyhan


"Key, gue balik!" jawab Adit


Adit, Devina, Wildan dan Evelyn akhirnya pulang, hingga tinggal ada Sarah dan Reyhan yang masih ada di dalam. Lalu ada orang yang mengetuk pintu, ia adalah orang suruhan Reyhan yang mengantarkan baju ganti Reyhan.


"Kamu bawa baju ganti?" tanya Sarah


"Udah ada yang nganter baju ganti ku kok," jawab Reyhan


"Oh,"


Reyhan segera mandi di kamar mandi saat sudah menerima baju gantinya. Ia hanya memakai kaos berwarna orange dan celana pendek selutut. Baru saja selesai mandi, sudah ada pengunjung lagi.


"Siapa yang datang jam segini?" tanya Reyhan


"Lihat dulu coba," ujar Sarah


Terlihat datang Devan dan Prima dari arah pintu, Reyhan terkejut di buatnya.


"Mommy? Daddy?" kaget Reyhan


"Mommy Prima? Daddy Devan?" kaget Sarah


Sarah langsung beranjak hendak duduk saat melihat si 'Calon Mertuanya' datang.


"Udah nggak usah duduk-duduk segala! Berbaring lagi aja biar cepat sembuh," ujar Prima


"Iya mom," jawab Sarah sambil kembali berbaring


"Mommy daddy lagi longgar ya?" tanya Reyhan


"Iya, kita lagi nggak ada jadwal. Jadi mau lihat keadaan kalian," jawab Devan


"Oh gitu," jawab Reyhan


Devan dan Prima sesekali mengajak mengobrol, asik sebenarnya karena Devan dan Prima bukan tipikal orang yang selalu serius. Tapi tetap saja canggung untuk Sarah karena ia masih sakit dan tidak bisa banyak bicara.


.


.


.


"Pulang sekarang dad?" tanya Reyhan


"Iya, kamu nunggu Sarah di sini?" tanya Devan


"Iya, soalnya gak ada yang nungguin," jawab Reyhan


"Ya udah, di jaga baik-baik. Mommy daddy pulang dulu ya," ujar Devan


"Iya dad,"


"Rey..." panggil Prima


"Ya mom?" tanya Reyhan antusias


"Itu... Sarah... di jaga," pinta Prima


"Pasti mom!" jawab Reyhan senang


"Kita pamit," ucap Devan


"Iya mom dad, hati-hati!" jawab Reyhan


Devan dan Prima pun keluar, sementara Reyhan senyam-senyum sendiri karena Prima sudah mau berbicara padanya.


"Cie... Yang udah akur sama putranya," gurau Devan


"Apaan sih! Ga lucu!" kesal Prima


"Kenapa percaya? Udah nggak marah?" tanya Devan


"Kenapa nggak? Kalo bukan Reyhan yang jaga siapa lagi? Kita punya kesibukan masing-masing, Wildan juga besok kuliah dan Sarah tidak punya siapa-siapa,” jelas Prima


"Cie perhatian," ledek Devan


"Sarah lagi sakit, emang mereka bisa apa?" tanya Prima


"Ya bisa anu lah..." jawab Devan


"Anu apa?" tanya Prima


"Jangan mikir kotor! Anu itu satu kata berjuta makna," ucap Devan


"Loh siapa yang mikir kotor? Emang kamu?" tanya Prima


"Loh aku kenapa?" tanya Devan


"Ah udah-udah, ayo pulang!" ajak Prima


.


.


.


.


.


Di dalam ruang perawatan Sarah lebih dulu sudah tertidur, lalu Reyhan memilih tidur di sofa bersama boneka favorit Sarah pemberian dirinya.


Ternyata dia masih menyimpan ini? Bahkan membawanya ke sini - Batin Reyhan


Reyhan menghampiri Sarah, mengelus kepala Sarah dan mencium kening Sarah.


Selamat tidur sayang, cepatlah sembuh! - Batin Reyhan


Reyhan pun tertidur di sofa, saat tengah malam tiba-tiba Sarah terbangun karena ternyata Reyhan lupa tidak mematikan lampu sehingga ruangan masih sangat terang.


"Ugh... Pantas terang sekali, lampunya belum di matikan," gumam Sarah


Susah payah Sarah bangun dan hendak mematikan lampunya agar ia bisa tidur nyenyak dan segera sembuh, namun wajah Reyhan saat tidur benar-benar menggemaskan. Seperti bayi kecil yang sedang tertidur. Sarah pun usil memotret wajah Reyhan saat tertidur.


Ckrek....



Reyhan tertidur di sofa sambil memeluk boneka kesayangan Sarah. Sarah gemas sendiri melihatnya, ingin segera mencubit kedua pipinya. Sarah pun menyelimuti Reyhan dan segera mematikan lampu karena kepalanya semakin pusing saat berdiri.


Di ranjang pun Sarah tak langsung tidur, ia melihat kembali hasil foto colongan nya tadi lalu membandingkan dengan foto Reyhan yang lain.



Ternyata Sarah punya foto Reyhan saat sedang membuka pintu saat di rumah Reyhan. Itu juga foto colongan, karena selama ini Reyhan sangat sulit saat di ajak berfoto.


"Bagaimana wajahmu bisa seperti singa ini saat bangun dan seperti bayi saat tidur. Betapa indahnya saat tiap pagi aku bangun dan melihat wajahmu di sampingku. Eh mikir apa coba? Ingat Sarah! Segera lah sembuh!" ucap Sarah menyemangati diri sendiri


Tapi aku tak berbohong, aku benar-benar ingin memiliki Reyhan seutuhnya. Sebagai pria yang hampir sempurna, pasti banyak orang yang menginginkannya. Aku benar-benar ingin segera menikah dengan Reyhan! - Batin Sarah


"Astaga! Mikir apa sih! Kebanyakan nonton drama nih!" gumam Sarah


Tak dapat di pungkiri kalau Sarah sebenarnya juga sudah siap jika harus menikahi Reyhan, tapi ia sadar kalau ia masih punya impian yang harus di raihnya.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE πŸ™


Dear readers, dapat salam dari babang tamvan😘 Katanya dia lagi mikirin author πŸ™ƒ