
Akhirnya Laras di terima bekerja di perusahaan Devan, ia bekerja sebagai pengantar makanan dan minuman. Jika ada seseorang yang memesan sesuatu dari kantin perusahaan, maka Laras akan mengantarkannya. Tak terasa sudah 1 minggu lebih mereka bekerja.
"Huh capek juga..." ujar Sarah
"Adik kamu itu masih sekolah?" tanya Laras
"Iya, kelas 3 SMA," jawab Sarah
"Tampan sekali ya, kakaknya cantik dan adiknya tampan. Pas sekali," ujar Laras
"Kau bisa saja," jawab Sarah
"Laras antar ini ke ruang Manager Pemasaran,"
"Baik bu," jawab Laras
Laras beranjak berdiri dan mengambil nampan yang diatasnya terdapat secangkir kopi, setelah menerimanya Laras pergi ke ruang Manager Pemasaran.
Tak lama Laras pergi, ibu kantin yang satunya juga keluar untuk mencari Laras sambil membawa nampan yang diatasnya terdapat segelas air putih.
"Laras mana Sar?"
"Oh tadi udah pergi anter ke ruang Manager Pemasaran bu," jawab Sarah
"Kamu bisa tolong antar ini nggak? Yang lain nggak ada, dan Laras juga belum kembali. Jika telat nanti orangnya marah,"
"Ok bu, ke mana antarnya?" tanya Sarah
"Ruang Wakil CEO,"
"Baik bu, sini saya antarkan," ujar Sarah sambil menerima nampan dari tangan ibu kantin
Sarah berjalan menaiki lift yang di sediakan khusus untuk para pengantar makanan dan petugas kebersihan. Sampailah Sarah di depan Ruang Wakil CEO.
"Ini kan ruangnya? Duh jadi deg degan karena takut ada kesalahan," gumam Sarah
Tok.. Tok.. Tok..
Sarah mengetuk pintu dari luar.
"Masuk!" teriak dari dalam
Cklek...
Sarah membuka pintunya, ia melihat seorang pria muda sedang sibuk berkutat dengan laptopnya sampai wajahnya tidak terlalu terlihat karena menunduk.
"Tuan... Ini airnya," ucap Sarah
"Taruh situ," jawab Reyhan
Setelah menaruh airnya, Sarah berbalik dan hendak pergi. Namun kakinya tiba-tiba berhenti karena ia mengingat sesuatu, Sarah berbalik begitu juga Reyhan. Mata mereka saling bertemu.
"KAMU!" ucap Reyhan dan Sarah bersamaan
"Kamu kerja di sini?" tanya Reyhan
"Kamu ngapain di sini?" tanya Sarah
Sarah perlahan melangkahkan kakinya mundur dan hendak pergi, namun secepat mungkin Reyhan berdiri dan menahan tangan Sarah hingga Sarah berbalik dan menabrak dada bidang Reyhan.
"Tunggu dulu!" ucap Reyhan
"Jika tidak ada apa-apa lagi, saya undur diri dahulu," jawab Sarah tanpa memandang wajah Reyhan
"Tunggu dulu! Aku ingin bicara," cegah Reyhan
"Maaf ini kantor Tuan, bukan tempat membahas masalah pribadi," sahut Sarah
"Aku sekarang berdiri sebagai Reyhan bukan Wakil CEO perusahaan ini!" tegas Reyhan
"Apa yang kau mau!" kesal Sarah
"Kenapa kau selalu menghindari ku?" tanya Reyhan
"Masalah itu apa masih perlu di tanyakan?" tanya Sarah ketus
"Aku minta maaf, saat itu aku tak sengaja. Aku di jebak oleh bos mu," ucap Reyhan
Sarah tertegun mendengar jawaban dari Reyhan, ia berpikir apakah ini semua rencana dari Dio. Dari awal kan Dio sudah menyuruhnya melayani Reyhan dengan baik, tapi berakhir seperti itu.
"Jadi aku mohon maafkan aku, aku akan bertanggung jawab. Ayo kita menikah," ajak Reyhan
"Apa? Kau gila, aku tidak mau!" ketus Sarah
"Aku tidak ingin pergi begitu saja setelah mengambil semua milikmu," ucap Reyhan
"Aku juga tidak mau menikah karena rasa kasihan. Bukan itu pernikahan yang aku inginkan," tegas Sarah
"Lalu aku harus bagaimana untuk menebus kesalahanku. Apapun yang aku lakukan tidak akan membuatku lupa tentang apa yang aku lakukan, biarkan aku menjadi suamimu dan kau bisa memiliki semua hartaku," jelas Reyhan
"Sayangnya aku bukan wanita pecinta harta," jawab Sarah
"Kenapa kau sangat ingin menikah denganku!" kesal Sarah
"Karena... Karena aku ingin bertanggung jawab," bingung Reyhan
"Alasan yang tidak bisa aku terima," ketus Sarah
"Lalu apa alasan yang tepat agar bisa menikah denganmu?" tanya Reyhan
"Cintai aku dulu baru nikahi aku!" jawab Sarah
"Setelah mencintaimu aku boleh menikahimu?" tanya Reyhan sambil mengencangkan genggaman tangannya
"Awww sakit," keluh Sarah
"Kau janji, jika aku mencintaimu kita akan menikah?" tanya Reyhan yang semakin mengencang genggamannya
"Aww... Lepaskan!" pinta Sarah
"Janji?" tanya Reyhan
"Iya-iya janji!" jawab Sarah terpaksa
Reyhan melepaskan genggaman tangannya, Sarah langsung melihat tangannya yang memerah. Karena kesal Sarah langsung keluar dan membanting pintu ruangan Reyhan. Sementara sekretaris Reyhan melongo melihat Sarah yang membanting pintu ruangan Reyhan.
"Wuah... Nyalinya besar sekali berani membanting pintu ruangan Wakil CEO. Sepertinya nyawanya dobel," gumam Sekretaris Reyhan
Sekretaris Reyhan masuk ke ruangan untuk memberikan beberapa dokumen yang perlu ditanda tangani oleh Reyhan.
"Pak, ini ada dokumen yang perlu anda tanda tangani," ujar sekretaris Reyhan
"Sekretaris Ryan, bagaimana cara agar kau jatuh cinta pada seorang wanita?" tanya Reyhan tiba-tiba
"Hah? Mana saya tau pak, selama ini saya pacaran saja belum pernah," jawab Sekretaris Reyhan
"Huh... Kerjamu bagus tapi urusan percintaan kau payah," ujar Reyhan
"Anda sendiri juga nol dalam urusan percintaan pak," gumam Sekretaris Reyhan
"Taruh dokumennya di meja dan keluarlah," ujar Reyhan
"Baik pak," jawab Sekretaris Reyhan
Sekretaris Reyhan keluar sementara Reyhan mengirim pesan pada Adit agar datang ke perusahaannya. Tak lama Adit pun datang.
"Hello my man, ada apa memanggilku ke sini? Kangen yaa?" tanya Adit dengan nada penuh selidik
"Kumat ya lo?" tanya Reyhan
"Enak aja, jadi ada apa?" tanya Adit
"Gimana caranya biar kita jatuh cinta sama cewek?" tanya Reyhan
"Hah? Lo berencana suka sama cewek ya?" tanya Adit
"Jawab aja napa! Awalnya gue ragu tanya sama lo, tapi karyawan gue semuanya lebih payah dalam urusan percintaan," jawab Reyhan
"Lo juga payah Rey," jawab Adit dengan nada datar
"Mau di eksekusi?" tanya Reyhan
"Ok-ok lanjut, simple gan. Cari aja inner beauty dari si cewek," jawab Adit
"Inner beauty?" tanya Reyhan bingung
"Kecantikan alami dari si cewek, cantik lahirnya belum tentu cantik batinnya kan?" tanya Adit
"Caranya?" tanya Reyhan
"Gampang, intip aja waktu si cewek lagi mandi," jawab Adit asal
"Gila ya lo! Itu namanya mesum b*go!" kesal Reyhan
"Hahahaha canda Rey, lagian lo itu noob apa gimana sih?" tawa Adit
"Maksudnya?" tanya Reyhan
"Cinta itu tumbuh dengan sendirinya mas bro, kamu tidak akan bisa memaksakan tumbuhnya sebuah cinta dalam hatimu. Karena cinta datang dengan sendirinya, cinta juga merupakan sebuah karunia Tuhan yang terindah. Namun ketika cinta itu datang, kau akan merasa seolah memiliki dunia sendiri," jelas Adit panjang lebar dengan gaya seorang pertapa yang menari dengan tenang tak lupa dengan nada ala motivator
"Tumben bijak?" tanya Reyhan
"Barusan liat sinetron di Tv," jawab Adit
"Jadi gue harus apa?" tanya Reyhan
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Baca karya lain saya: Penjara Cinta Tuan Muda