My Sexy Wife

My Sexy Wife
Sakit



"Laras... Kita gali dulu informasi darinya," ujar Devan


"Baiklah dad," jawab Reyhan


"Tapi apakah kau tidak merasa aneh pada Dio?" tanya Devan


"Aneh bagaimana?" tanya Reyhan


"Kau kan tidak punya masalah dengannya, lantas kenapa dia berusaha menjebakmu bahkan juga bisa menjadi kandidat CEO perusahaan kita?" tanya Devan


"Hmmm.... Iya, hal ini sangat mencurigakan!" ucap Reyhan


"Lebih baik kita awasi dia, karena yang lebih mematikan itu musuh dalam selimut!" ucap Devan


"Baik dad!" jawab Reyhan


"Huh... Kau pergilah," ujar Devan


"Oh iya dad... Daddy ada saran tidak?" tanya Reyhan


"Saran apa?" tanya Devan


"Saat Dev sedih dia suka apa gitu?" tanya Reyhan


"Dulu sih daddy taunya... Waktu Dev dapet juara 2, dia sedih banget. Trus seneng lagi waktu daddy belikan tas baru lalu daddy ajak ke taman hiburan," ujar Devan sambil mengingat-ingat


"Hanya itu?" tanya Reyhan


"Iya hanya itu, memangnya kamu kenapa? Ada masalah sama Dev?" tanya Devan


"Semalam Rey nggak sengaja bentak Dev dad," ujar Reyhan


"Haih kamu ini, sudah tau adikmu itu sama sekali tidak bisa di kasar malah kamu bentak," ucap Devan


"Ya karena aku stres semalam," ujar Reyhan


"Kamu bujuk adik mu, dia kalau sudah marah itu marahnya lama," ujar Devan


"Baik dad," jawab Reyhan


"Sana keluar dulu, daddy mau baca dokumen perusahaan," ujar Devan


"Ok dad," jawab Reyhan


Reyhan keluar dengan perasaan yang sedikit lega, sekarang setidaknya ada seseorang yang mengerti posisinya.


Hmmm.... Lebih baik aku menemui Sarah sekarang! Akan lebih baik jika ke salah pahaman kami segera selesai - Batin Reyhan


Reyhan menelfon Sarah, karena tak ada jawaban, Reyhan menghubungi Wildan.


Reyhan


Dan... Kakakmu di rumah?


Wildan


Ada kak, kenapa?


Reyhan


Aku mau ke situ!


Wildan


Iya kak, kalau bisa agak cepat ya!


Reyhan


Kenapa Dan? Ada apa?


Wildan


Sejak semalam, Kak Sarah belum keluar sama sekali dari dalam kamar. Bahkan ia tidak makan sarapan pagi hari ini


Reyhan


Baiklah, aku segera ke sana!


"Sarah, ku mohon jangan terjadi apa-apa. Jika sampai terjadi sesuatu pada mu, aku tidak bisa memaafkan diri sendiri!" gumam Reyhan


Reyhan langsung tancap gas menuju rumah Sarah. Sedangkan Wildan mondar-mandir di depan rumah menunggu Reyhan, pasalnya Sarah tidak memberi jawaban saat di panggil Wildan. Dan kamarnya pun di kunci.


///***///


Di Rumah Sarah


Setelah berkendara cukup lama dan beberapa kali terjebak macet, Reyhan akhirnya sampai di rumah Sarah. Reyhan langsung menghampiri Wildan yang mondar-mandir di depan rumah.


"Kak Rey!" panggil Wildan


"Mana Sarah?" tanya Reyhan


"Di kamarnya, sejak semalam dia nggak keluar. Dan aku panggil nggak ada jawaban!" jelas Wildan


Reyhan pun berlari masuk dan berhenti di depan pintu kamar Sarah.


"Sarah.... Sar, kamu denger aku? Buka pintunya Sar!" teriak Reyhan


"...."


"Sar... Buka Sar! Aku mohon, aku bisa jelasin semuanya Sar! Kamu tolong buka pintunya!" teriak Reyhan sambil gedor-gedor


Karena rumah Sarah itu ada di lingkungan padat penduduk dan rumahnya cukup sederhana, banyak tetangga yang mendengar teriakan Reyhan.


"Woi berisik!" teriak ibu-ibu samping rumah


"Maaf ya bu ya," ucap Wildan


"Sar buka Sar! Kalo nggak kamu buka, aku bakal dobrak pintu nya!" ancam Reyhan


Ibu-ibu yang tadi membentak Reyhan pun datang hendak protes.


"Woi bocah! Kalian ngapain sih, nggak tau apa ini masih pagi? Berisik banget sih! Ganggu lingkungan tau nggak!"


Reyhan semakin kesal, ia merogoh sakunya dan ada beberapa lembar uang seratus ribuan, saking kesalnya... Reyhan langsung memasukkan uang itu ke kantong daster ibu-ibu itu.


"Ibu... Ibu jangan bac*t mulu kayak ayam tetangga yah! Mending ibu pergi sebelum saya ratakan rumah ibu jadi tanah!" ancam Reyhan


"Apa? Untung ganteng, nggak ganteng tak cium kamu!" ancam ibu-ibu


"Udah deh bu, nggak usah berbac*t ria. Sana pergi!" bentak Reyhan dengan tatapan tajam


"Hmm... Lumayan duitnya bisa pake beli sayur," gumam ibu-ibu


Ibu-ibu itu merasa terintimidasi oleh tatapan tajam Reyhan, ia pun pergi dengan sendirinya. Sementara Reyhan berusaha membuka pintu kamar Sarah.


"Dan.... Ambilin palu, tang, obeng... Eh jangan obeng, pokoknya apapun alat yang keras!" pinta Reyhan


"Buat apa kak?" tanya Wildan


"Ngebuka pintu kamar Sarah!" jawab Reyhan


"Ok tunggu kak!" ujat Wildan


Jika aku mendobraknya, belum tentu akan terbuka seperti yang ada di film-film. Malahan bisa melukai diriku sendiri, beda kalau membukanya pakai otak. Maksudnya memikirkan caranya dengan otak, bukan di pukul pake otak. Nanti gegar otak dong - Batin Reyhan


"Ini kak!" ujar Wildan sambil memberikan alatnya pada Reyhan


"Uleg-uleg? Kok malah ini? Palu mana?" tanya Wildan


"Nggak ada, yang simpen Kak Sarah. Jadi aku nggak tau," ujar Wildan


"Hah seadanya aja!" kesal Reyhan


Bruuakk.... Bruuakkk.... Bruuakkk....


Reyhan berulang-ulang kali memukul gagang pintu itu sampai benar-benar lepas dan rusak. Setelah rusak, Reyhan langsung menendang pintunya sekuat tenaga.


Bruuakkk....


Pintunya terbuka lebar, terlihat Sarah sedang berbaring lemas tak bergerak di atas kasur. Reyhan langsung menghampiri Sarah.


"Sar... Sarah... Sar bangun Sar!" ucap Reyhan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sarah


"Kak, keadaan Kak Sarah gimana?" tanya Wildan


Reyhan menyentuh kening Sarah dengan telapak tangannya.


"Aww... Panas banget Dan! Ayo kita bawa ke rumah sakit!" ajak Reyhan


"Oh ok kak," jawab Reyhan


"Kamu buka pintu mobil!" pinta Reyhan


"Ok kak," jawab Wildan


Reyhan menggendong Sarah ala bridal style dan memasukkan Sarah ke mobil. Mereka bertiga pun bergegas pergi ke rumah sakit tempat Prima kerja.


///***///


Di Rumah Sakit


Reyhan menggendong Sarah masuk ke dalam rumah sakit, semua karyawan yang melihatnya langsung menunduk hormat.


"Sus, segera rawat Sarah!" pinta Reyhan


"Baik pak, silahkan urus admistrasi nya ya!"


"Dan, kamu ikuti Sarah. Aku akan mengurus yang lain!" pinta Reyhan


"Ok kak," jawab Wildan


"Beri pelayanan terbaik di rumah sakit ini! Aku minta kamar VVIP untuknya!" pinta Reyhan


"Baik pak,"


Siapa yang tidak mengenal Reyhan? Keluarga Kalandra memiliki 40% saham rumah sakit ini sebagai hadiah Devan untuk Prima. Jadi pasti semuanya mengenal keluarga Kalandra.


Sarah langsung di bawa ke kamar VVIP seperti permintaan Reyhan. Saat Reyhan berbalik hendak pergi ke ruangan Sarah, ia tidak sengaja menabrak Prima.


"Aww.." keluh Prima


"Maaf mom," ucap Reyhan terburu-buru


"Kenapa kamu di sini?" tanya Prima jutek


"Sarah sakit mom!" panik Reyhan


"Apa? Di mana dia?" tanya Prima


"Di sana!" ujar Reyhan


Reyhan langsung mengajak Prima untuk pergi ke kamar Sarah.


Mommy tidak mengabaikan aku lagi? Apakah ini pertanda baik? - Batin Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏