My Sexy Wife

My Sexy Wife
Luluh



"intinya kita kesana aja, nggak usah bawel" ucap Devan


"haih... Terserah kamu lah.." ucap Prima


Gimana ya ngomongnya, aku kan belum ngomong ke dia kalo mau ikut pertandingan disana - Batin Prima


///***///


Di Rumah Nenek


Devan memarkirkan mobilnya didepan pintu utama rumah mewah berlantai 3 itu.


"ayo masuk" ajak Devan


"oh iya" jawab Prima yang tak sadar kalau sudah sampai


Devan dan Prima langsung disambut oleh para asisten rumah tangga. Mama Devan yang mengetahuinya langsung berlari memeluk Prima.


"aduh anak mama, datang kok nggak bilang-bilang sih?" tanya mama


"Prima juga nggak tau ma, Mas Devan yang ajak" ucap Prima


"emang nggak ada rencana, langsung kesini aja" jawab Devan datar


"ayo, tiap hari nenek nanyain kalian loh" ajak mama


"papa mana mah?" tanya Devan


"paling juga diruang kerja, nggak mau kekantor hari ini. Katanya lagi gak mood" ucap mama


Oalah, ayah sama anak sama aja ternyata - Batin Prima


Prima pergi menemui nenek dan Devan pergi menemui ayahnya.


///***///


Di Ruang Kerja Ayah


"yah.." sapa Devan


"loh Devan, kapan kesini kok ayah nggak tau?" tanya ayah


"barusan sampai" ucap Devan


"jadi ada apa?" tanya Ayah


"ayah tau keluarga Adinata?" tanya Devan


"ya, kita salah satu investor terbesarnya. Ada apa?" tanya Devan


"nggak apa" jawab Devan


"jangan bohong!" ucap ayah


"haih... Putrinya memperlakukan Prima dan membuat Prima kena masalah dikampus. Untung saja dekan yang menangani itu ternyata Om Arga. Jadi ya everything is okay" jawab Devan


"lho Arga itu dekannya Prima?" tanya ayah


"iya, tadi Devan ketemu gara-gara Prima masuk ruang dekan. Ya karena ulah putri keluarga Adinata itu" ucap Devan


Sepertinya hati anak ini mulai luluh - Batin Ayah


"baiklah, nanti malam kamu akan makan malam dengan keluarga Adinata. Ayah akan kirim berkasnya ke kamu, terserah mau kamu apain itu keluarganya. Ayah nggak perduli, kalo dihancurkan juga boleh" ucap Ayah


"ok yah, makasih. Sama tadi om Arga nitip salam buat ayah" ucap Devan


"oh iya iya iya, nanti ayah hubungi Arga" ucap Ayah


Devan pergi menemui Prima. Prima sedang bersama nenek dan mama Devan, asik mengobrol ria di taman. Prima yang sebenarnya cerewet bertemu mama Devan yang suka gosip dan nenek yang tak mau kalah update ditambah kedatangan Zalfa sepupu Devan yang merupakan penampungan gosip, hampir semua gosip Zalfa itu tau. Mereka bagai Kelompok Penyuka Gosip mendadak.


"Prim ayo pulang.." ajak Devan


"hei dasar bocah, baru datang berapa menit sudah mau pulang saja. Nenek kutuk kau lama-lama" kesal nenek


"kalau sibuk pulang sendirian sana, nggah usah ajak-ajak menantu kesayangan nenek" ucap nenek


"tapi dia istri aku nek" ucap Devan


"yang membuat dia jadi istrimu itu siapa?" tanya Nenek


"haih ya nek, iya Devan kalah" ucap


"bohong nek, kalo kak Devan sibuk kan nggak bisa kesini" ujar Zalfa


"hei bocah ngikut-ngikut" kesal Devan


"aku nggak bocah tau, udah mau kuliah juga" kesal Zalfa


"sudah-sudah, dulu belum menikah setiap hari berantem. Udah nikah juga masih berantem, nggak capek apa?" tanya mama


"kak Devan tu tan yang mulai" kesal Zalfa


"kok aku?" tanya Devan


"udah-udah, Fa kamu dirumah nganggur kan?" tanya Prima


"nganggur kok kakak iparku sayang, kenapa?" tanya Zalfa


"hang out yuk, jalan gitu kemana kek" ucap Prima


"oke, bentar ya aku ambil tas" ucap Zalfa


Untung rumah Zalfa bersebelahan dengan rumah nenek Devan, jadi dekat jika hanya ambil tas dan ganti baju. Setelah itu Devan, Prima dan Zalfa pamit. Awalnya Devan menolak ikut, tapi karena mengingat saat Joo sering mengajak Prima jalan akhirnya Devan ikut.


///***///


Di Mobil


"Fa, kamu kok manggil mas Devan kak?" tanya Prima


"jadi, papa aku itu adik dari mamanya kak Devan. Makanya aku manggilnya kak" ucap Zalfa


"oh gitu, trus sekarang kelas berapa?" tanya Prima


"ini udah kelas 3 SMA, mau ujian" ucap Zalfa


"trus rencana mau lanjut kemana?" tanya Prima


"belum tau, mungkin mau fokus sekolah model dulu" ucap Zalfa


"loh kamu model?" tanya Prima


"iya, masa kakak ipar baru tau?" tanya Zalfa


"iya, pantesan wajah sama body kamu.." ucap Prima sambil mengacungkan jempolnya


"hahaha, kakak bisa aja. Kalo kakak? Kok bodynya bisa kayak gitar Spanyol gitu, bikin aku yang model ini iri" ucap Zalfa


"hahahaha, kamu bisa aja. Sejak kelas 3 SD, kakak udah ikut silat jadi ya gini deh" jawab Prima


"wah gilaa... Hebat banget kak, sering juara dong?" tanya Zalfa


"hehehe, nggak sering tapi ya lumayan lah piala sama medali dirumah" ucap Prima


"hebat.. Kapan-kapan Zalfa liat ya medalinya kayak apa" ucap Zalfa


"oke kalo sempet dan masih ada nanti aku kasih lihat" ucap Prima


"kak kita kerumah kakak dulu ya" ucap Zalfa


"mau ngapain lagi sih Fa? Suka banget mampir-mampir" kesal Devan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏