My Sexy Wife

My Sexy Wife
Gangguan Jiwa



"Sudah baikan nyonya," ucap Tio


"Sudah pergi, jangan lama-lama dekat istriku!" kesal Devan


"Baik tuan," jawab Tio


"Apa sih mas," kesal Prima


"Nyonya kok bisa memulihkan tenaga dalam? Ikut bela diri juga?" tanya Tio


"Hei, aku ikut silat sejak kelas 3 SD. Aku sudah mengarungi dunia persilatan selama 14 tahun. Malah aneh jika aku tidak tau hal seperti itu," ucap Prima


"Cocok sekali, yang satu suka melukai yang satu suka menyembuhkan," ucap Tio asal


"Apanya?" tanya Devan datar


"Uhm tidak tuan," ucap Tio


"Lukamu akan lama sembuhnya selama luka dalammu belum pulih, sering-sering digunakan untuk pernafasan. Pasti cepat pulih," ucap Prima


"Baik nyonya," jawab Tio


"Jadi ada apa kemari?" tanya Devan


"Bagaimana dengan Aurel? Apa yang harus dilakukan? Tuan Besar ingin agar Aurel segera dibawa ke kantor polisi dan di adili!" ucap Tio


"Ya sudah sana bawa," ucap Devan


"Masalahnya sekujur tubuhnya luka dan banyak patah tulang," ucap Tio


"Apa patah tulang? Apa yang terjadi!" tegas Prima


"Tuan Muda memukuli Aurel saat marah kemarin, kini rahangnya retak, tulang rusuknya patah 1 dan retak 1, di bagian ulu hati masih bengkak dan belum pulih," jelas Tio


"Mas, kamu mau bunuh orang ya!" kesal Prima


"Salah sendiri lah main-main sama aku," ucap Devan


"Haih biar ku obati," ucap Prima


"Jangan! Nanti dia nggak menderita!" jawab Devan spontan


"Tenang, aku bakal buat dia terpenjara seumur hidup!" ucap Prima


"Tapi..." ucap Devan


"Ya plis yaa..." ucap Prima sambil menunjukkan puppy eyes


"Huh ok baiklah," ucap Devan


Aurel dibawa keruangan Prima, Prima mengobati luka dalam Aurel. Memang yang parah luar, tapi yang luka dalam. Jadi diobati seperti apapun kalau yang dalam luka ya nggak pengaruh.


Prima mengobati Aurel perlahan, luka yang dibuat Devan benar-benar menguras tenaga Prima.


"Selesai," ucap Prima


"....."


"Kenapa diem?" tanya Prima


"......"


"Kamu pengen lihat hukuman dariku?" tanya Prima


"Hmm..." jawab Devan malas


Prima kembali mengambil nafas dalam, menotok beberapa tempat dan Aurel langsung membuka matanya. Prima memutar jarinya disekitar kepala dan mulai berbisik.


"Namamu Aurel, kamu akan mengingat setiap kejahatan yang kamu lakukan. Kamu seorang pembunuh, kamu membunuh 2 orang. Kamu melenyapkan nyawa seorang ibu dan putranya. Kamu akan hidup selamanya dengan mengurung diri dan menyesalinya. Namun bayang-bayang hitam itu tak pernah sirna, bayangan bayi laki-laki yang kamu bunuh selalu mengikutimu kemanapun dan dimana pun hingga kamu mati!" bisik Prima


Devan dan Tio terdiam melihat aksi Prima, mereka masih bingung. Sedangkan Prima, setelah berbisik ia menotok kembali beberapa tempat.


"Selesai," ucap Prima


"Apa yang terjadi?" tanya Devan


"Simple, aku mengunci ingatannya!" ucap Prima


"Maksudnya?" tanya Tio


"Dia akan tetap hidup, namun seperti orang gila. Dia akan melihat hal-hal aneh yang sebenarnya tidak ada, dia hanya akan ingat kalau ia membunuh seorang ibu dan putranya," ucap Prima


"Jika begitu dia akan lebih tersiksa," ucap Devan


"Memang itu tujuanku," ucap Prima


"Tidakkah itu terlalu kejam?" tanya Tio


"Awalnya aku enggan mengunci ingatannya, namun kejahatannya menutup hatiku. Saat aku melihatnya hanya ada satu kata yang terngiang di telingaku. 'Bunuh... Bunuh... Bunuh... Bunuh dia atau dia akan membunuhmu'," ucap Prima


"....."


"Aku tidak ingin jadi pembunuh, aku tidak ingin menjadi sepertinya. Jadi, ini adalah pilihan terbaik," ucap Prima


"Sampai kapan dia akan seperti ini?" Tanya Devan


"Sampai aku melepaskan kuncian nya," ucap Prima


"Selamanya?" tanya Tio


"Itu lebih tepatnya," ucap Prima


"Dari mana kau tau hal seperti ini sayang?" tanya Devan


"Tio dia berisik, bawa Aurel keluar! Dan untuk kalian berdua, jangan beritahu siapapun tentang ini. Jika ada yang tau, ingatan kalian selanjutnya!" ancam Prima


"Baik nyonya," gugup Tio


Tio langsung membawa Aurel keluar dan sedikit takut jika ingatannya akan dikunci.


"Ini sebenarnya ilmu larangan, tidak boleh digunakan jika tidak benar-benar penting. Salah satu ajaran terpenting guru bela diriku, namun aku menggunakannya hari ini! Mungkin setelah ini, aku tidak akan menggunakannya lagi," ucap Prima


"Sudah cukup penderitaan kita sampai sini," ucap Devan


"Jangan beritahu siapapun tentang jika aku bisa menggunakan ilmu kuncian ingatan. Akan sangat berbahaya jika ada yang tau, masalahnya tidak semua orang bisa menguasainya. Jika yang tidak kuat bisa gila setelah belajar ilmu ini, jika salah satu titik saja bisa berakibat lumpuh total atau sampai kematian." ucap Prima


"Baiklah, aku tau itu berbahaya. Setiap dari kita punya ilmu rahasia masing-masing. Jadi mari saling menjaga," ucap Devan


"Baiklah, kapan-kapan beri tau aku ya apa ilmu rahasia mu," ucap Prima


"Namanya juga rahasia, jadi nggak boleh lah!" ucap Devan


"Aaaa... Kamu kan tadi udah liat punyaku, gantian!" ucap Prima


"Gak bisa," ucap Devan


"Aaa gak bisa gitu," kesal Prima


"Harus ada bayaran nya dong," ucap Devan


"Iya nanti aku bayar, di cicil tapi. Penting lunas kan, anggep aja kredit!" ucap Prima


"Kamu pikir aku apa? Mobil kredit?" tanya Devan


"Nggak, suami terbaikku dan ayah dari putraku yang tampan," ucap Prima


Devan gemas sekali saat melihat tingkah Prima yang seperti itu.


Besoknya, mereka pulang ke rumah. Aurel awalnya dibawa ke kantor polisi, Arga atau ayah Aurel tak melakukan apapun. Namun Ibu Aurel mengemis sampai bersujud di kaki Devan dan Prima agar Aurel dimaafkan. Akhirnya dibiarkan oleh Devan dan Prima, namun tetap pada akhirnya Aurel dibawa ke rumah sakit jiwa.


PART 1


TAMAT....


Yeeyyy.... Akhirnya tamat juga part 1, tapi jangan keburu close dulu. Author akan lanjut part 2 disini juga ok. Kini kisah Reyhan yang berjalan. Kepo? Tungguin notif update ya ;)