
Prima masih tertawa terbahak-bahak di kolam melihat Aurel. Sedangkan Devan hendak masuk ke kolam.
"Kak tau nggak, aku itu pernah juara renang waktu di London," ucap Aurel
"Oh," ucap Devan biasa
"Mas ayo turun!" ajak Prima
"Iya bentar," ucap Devan
Devan masuk ke dalam kolam menyusul Prima.
"Hari ini kamu belajar renang!" ucap Devan
"Loh kok gitu!" protes Prima
"Kamu inget pernah hampir tenggelam di sini?" tanya Devan
"Tapi aku takut," ucap Prima
Nah akhirnya ketemu kelemahannya, dia nggak bisa renang - Batin Aurel
"Aku kan ada!" ucap Devan
"Ya udah deh," ucap Prima
Devan mengajari Prima gaya-gaya berenang. Dasar bagaimana berenang dan apa yang harus dilakukan agar tak tenggelam. Sementara Aurel menggertakkan gigi melihat kemesraan Prima dan Devan.
"Kak aku ajarin juga dong yang gaya kupu-kupu," ucap Aurel
"Nggak, kamu udah pernah juara kan! Belajar sendiri," ketus Devan
"Tapi kak.." pinta Aurel
"Tidak ada bantahan!" ucap Devan
Sial, kenapa saat aku tau kelemahannya malah hal itu semakin mendekatkan dia pada Kak Devan - Batin Aurel
///***///
Hari Berlalu
Setelah 1 minggu, Aurel pergi dari rumah Devan dan ikut ke apartemen ayahnya. Namun setiap hari masih saja mengunjungi Devan. Entah hanya bertanya kabar, sekedar mampir, membawakan makanan atau bahkan mencari perhatian. Tapi tetap saja tampang dingin dan cuek Devan yang ia dapat.
///***///
2 Bulan Kemudian
Sampai saat ini Aurel masih sering sekali ke rumah Devan. Joo juga berhasil menjadi seorang dokter militer. Joo juga sudah melamar Zalfa, namun Zalfa meminta agar menikah setelah selesai S1 atau setidaknya saat sudah cukup umur. Joo menurut, hari ini ia memiliki jadwal kencan malam dengan Zalfa.
///***///
Malam Hari
Di Restoran tempat Zalfa akan kencan, ia sedang menunggu Joo datang. Biasanya Joo yang akan datang lebih dulu, tapi kali ini ia terlambat. Kenapa?
Apa akan memberi kejutan? - Batin Zalfa
Disisi Lain...
Prima baru selesai operasi dan pulang ke rumah. Ia membersihkan badan lalu beranjak ke kasur karena merasa lelah setelah mengoperasi pasien. Andre sedang seminar di luar kota, jadi Prima yang jadi dokter pengganti saat ini. Untung Prima sudah menjadi dokter yang berpengalaman.
"Baru pulang sayang?" tanya Devan
"Iya mas," ucap Prima
"Baru selesai operasi pasien ya? Kok kelihatannya capek banget?" tanya Devan
"Iya mas, Dokter Andre nggak ada. Dia lagi seminar, jadi tadi yang operasi, aku sama Dokter Mia." ucap Prima
Prima beranjak naik ke kasur, ia memeluk Devan karena merasa lelah. Devan langsung menindih Prima.
"Capek kan?" tanya Devan
"Iya mas," ucap Prima
"Aku kasih tau caranya biar seneng dan nggak kerasa capek lagi," ucap Devan
"Gimana?" tanya Prima
Devan mulai menciumi bibir Prima, saat mulai turun ke leher.
Triinngg... Trriinngg...
"Sialan! Siapa yang menggangguku!" kesal Devan
"Angkat sana dulu, siapa tau penting," ucap Prima
"Jika tak penting akan ku pecat siapapun yang menelfon," ucap Devan
Devan: Halo!
Tio: Halo Tuan.. Saya ingin memberi kabar bahwa pihak dari Singapura mengajak meeting besok.
Devan: Loh kok besok? Bukannya minggu depan?
Tio: Iya tuan, tapi mereka mau memajukan jadwalnya
Devan: Baiklah, besok persiapkan semua!
Tio: Baik tuan..
"Gimana mas?" tanya Prima
"Besok ada pertemuan mendadak," ucap Devan
"Pertemuannya masih besok, ini kan nganggur. Daripada nganggur mending melakukan hal yang berguna," ucap Devan
"Contohnya?" tanya Prima
Tanpa aba-aba, Devan langsung mencium bibir Prima. Menjelajahi setiap inci mulut Prima, perlahan turun dan meninggalkan banyak tanpa kepemilikan di sana. Perlahan ia juga mulai menyingkap piyama Prima. Namun di tengah kejadian...
Trriingg... Triinngg....
"Damn! Dasar manusia penganggu!" kesal Devan
"Bentar ya mas," ucap Prima
Prima: Halo..
Suster: Halo Dokter Prima, apa anda bisa kesini sekarang?
Prima: Ada apa?
Suster: Ada pasien kecelakaan di sini, Dokter Andre sedang tidak ada, Dokter Mia membutuhkan 30 menit kesini. Hanya anda yang terdekat, dokter yang ada di sinu belum terlalu berpengalaman karena masih baru
Prima: Bagaimana keadaannya?
Suster: Mengalami patah tulang kaki, tangan retak, benturan keras di kepala dan kehilangan banyak darah
Prima: Baiklah saya akan segera kesana, siapkan ruang operasi!
Suster: Baik dok!
Prima langsung bergegas bangun, mengambil celana hitam dan kemeja berwarna peach.
"Ada apa sayang? Kenapa panik?" tanya Devan
"Ada pasien gawat darurat karena kecelakaan, tak ada dokter yang berpengalaman di sana. Aku harus bergegas, aku takut benturan di kepalanya akan mempengaruhi seluruh sarafnya," ucap Prima tergesa-gesa
"Akan aku antar, ini sudah malam!" ucap Devan
"Baik, pakai motor saja biar cepat." ucap Prima
"Ok aku tunggu di bawah ya," ucap Devan
Devan mengambil celana panjangnya dan hanya memakai kaos pendek santai karena terburu-buru. Prima menenteng jas dokternya, di tangannya ada karet kuncir. Belum memakai make up, kuncir ataupun jas dokternya Prima sudah naik motor. Prima memakai jasnya di atas motor saat perjalanan.
///***///
Di Rumah Sakit
Prima berlari sambil menguncir rambutnya asal, ia berlari dan mencari di mana pasiennya. Ia membuka tirai penutup di IGD. Prima melihat seorang pria yang memiliki perawakan besar tinggi, seperti kenal. Ia memenangkan diri sejenak sambil mengambil nafas karena masih ngos-ngosan. Lalu mengambil stetoskop dan memeriksa denyut nadi pasien.
"Suster siapkan ruang operasi," ucap Prima
"Sudah dok," ucap suster
"Segera hubungi pihak keluarganya," ucap Prima
"Baik dok," ucap suster
Beberapa perawat hendak membawa si pasien ke ruang operasi, sebelum di bawa Prima menghentikannya sejenak dan benar-benar mengamati wajah pasien yang bersimbah darah dengan teliti.
"Joo....!!!!" teriak Prima
Devan yang mendengar teriakan Prima juga langsung datang.
"Ada apa sayang?" kaget Devan
"Suster bawa secepatnya, dia ini keluargaku! Hubungi keluarga yang lain cepat!" ucap Prima
"Baik dok," ucap suster
"Ada apa ini?" bingung Devan
"Mas aku mohon, hubungi Zalfa. Minta dia ke sini, katakan kalau Joo baik-baik saja agar ia tak panik," ucap Prima
"Tadi Joo?" kaget Devan
"Iya, bantu aku hubungi keluarganya. Di ponsel ku, name contactnya Ayah Joo atau Ibu Joo. Aku akan segera mengoperasinya," ucap Prima
"Kau sanggup?" tanya Devan
"Hanya aku yang sanggup saat ini," ucap Prima
Prima berlari masuk ke ruang operasi, memakai semua baju medis dan mulai mengoperasi Joo. Sementara di luar....
Devan: Fa...
Zalfa: Ada apa kak? Tumben telfon?
Devan: Kamu bisa datang ke rumah sakit tempat Prima kerja?
Zalfa: Kenapa aku harus kesana?
Devan: Joo...
Zalfa: Joo kenapa kak?
Devan: Ia ada sedikit masalah, kemarilah!
Zalfa: Aku akan kesana sekarang!
Aku mohon tak ada apapun yang terjadi padamu Joo - Batin Zalfa
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏