
"Ih gombal! Aku berharap setelah ini, semua akan lancar dan berjalan dengan semestinya!" ucap Devina
"Ya aku juga," jawab Adit dengan sedikit nada kekhawatiran yang tidak disadari oleh Devina
Apa maksudnya dengan percakapan mama papa tadi? Semoga tidak ada halangan setelah ini - Batin Adit
///***///
Di Depan Rumah Devan
"Udah sampe..."
"Makasih udah mau anter pulang," ucap Devina
"Sama-sama honey... Nggak niat kasih hadiah?" tanya Adit
"Hadiah apa? Aku pulang dulu," ujar Devina
"Tapi...."
Cup...
Sebuah ciuman lembut mendarat di pipi kiri Adit. Adit terkejut dan langsung terdiam melongo.
"Aku pulang dulu, makasih buat hari ini. Bye honey..." ucap Devina sambil membuka pintu dan masuk ke rumahnya
Adit masih diam tak percaya, ia memegang pipi yang baru dicium Devina.
"Seingatku, ini pertama kalinya dia menciumku. Ah lemes...."
Adit langsung terduduk lemas sambil senyam-senyum sendiri karena dicium Devina.
"Ah harusnya tadi aku juga menciumnya. Kenapa aku bodoh sekali! Ah elah..." kesal Adit
Adit melajukan mobilnya dengan senang hati dan mendengarkan musik-musik romantis di mobilnya.
Sesampainya di rumah, ia memarkirkan mobilnya di garasi lalu masuk ke rumah. Tapi baru saja masuk, ia sudah berpapasan dengan kedua orang tuanya. Mengingat percakapan mereka yang tidak jelas tadi, Adit melemparkan sebuah pertanyaan.
"Pa... Ma..." panggil Adit
"Ya sayang... Kenapa? Udah nganter Devina nya?" tanya Mama Adit
"Udah Ma," jawab Adit
"Oh ya sudah,"
"Adit mau tanya sesuatu," ujar Adit
"Apa nak?" tanya Papa Adit
"Tadi... Aku denger kalian ngobrol di atas. Maksud kalian apa?" tanya Adit
Mama dan Papa Adit diam sejenak, mereka saling melemparkan pandangan lalu mulai berbicara.
"Nggak apa-apa kok Dit," ujar Papa Adit
"Jangan bohong Pa! Adit bukan anak TK lagi," jawab Adit
"Baiklah... Jujur.... Papa suka sama Dev, tapi Papa nggak setuju sama hubungan kalian," jawab Papa Adit
"Pa..." cegah Mama Adit
"Apa!!! Kenapa Pa? Apa Dev itu nggak seperti kriteria menantu kesukaan Papa?" tanya Adit
"Bukan seperti itu... Papa tau kamu sering main cewek, walau kamu nggak pernah pacaran sebelumnya. Tapi kamu suka permainin cewek, dan Papa nggak mau itu kejadian ke Devina! Dia anak yang baik," jelas Papa Adit
"Pa... Adit bener-bener serius sama Dev, Pa!" jawab Adit
"Jaman sekarang omongan itu nggak ada artinya kalau nggak ada buktinya," jawab Papa Adit
"Adit bakal buktiin kalau Adit serius!" tegas Adit
"Ingat Dit! Devina itu putri keluarga terhormat dan terpandang, sekali kamu lukai hati dia, Papa yakin keluarganya nggak bakal diam," ucap Papa Adit
"Pa! Adit bener-bener serius ngejalin hubungan sama Devina!" jawab Adit
"Lalu apa kamu bisa turuti semua kemauan Papa supaya dapat restu dari Papa?" tanya Papa Adit
"Iya selama itu masuk akal!" tegas Adit
"Kamu berhenti kuliah dan daftar ke fakultas arsitektur!" pinta Papa Adit
"Pa!" cegah Mama Adit
"Apa?" kaget Adit
"Kenapa? Nggak bisa kan? Kamu kuliah aja masih main-main kok sok-sokan mau lamar anak orang," ujar Papa Adit
"Pa... Selama ini Adit turutin semua kemauan Papa. Adit temenan sama siapa, sekolah di mana, bahkan sampai saat ini Adit bantah permintaan Papa cuma sekali waktu daftar kuliah. Jadi tolong Pa, restuin aku sama Devina. Kami bener-bener serius," jelas Adit
"Keluarga dia itu benar-benar terpandang Dit! Dia anak yang baik dan lugu, kamu nggak bisa permainin dia!" bantah Papa Adit
"Aku beneran serius sama dia! Aku bakal kerja dan nafkahin dia!" jawab Adit
"Menikah itu tidak semudah bayangan kamu Dit!" ujar Papa Adit
"Ck," Adit berdecak
Adit kesal karena berdebat dengan papanya, ia langsung berjalan menuju tangga, masuk kamarnya lalu mengunci diri di kamar.
"Pa... Papa apa-apaan sih? Kenapa sih anak sendiri kok di persulit!" kesal Mama Adit
"Ma... Dia itu anak tunggal, kalo kita nggak didik dia dengan tegas... Mau jadi apa dia? Dunia tidak selunak pikiran anak-anak. Dia harus tau kalau dunia itu keras, dia harus belajar bertanggung jawab Ma!" jawab Papa Adit
"Tapi apa gini caranya? Mempersulit hubungan mereka? Dev itu nggak salah apa-apa Pa! Kenapa Papa libatin dia?" tanya Mama Adit
"Ma... Mereka harus sadar, menikah itu bukan untuk 1 atau 2 tahun saja. Tapi seterusnya, jika mereka hanya bermain-main di awal, bukankah akhirnya malah menyakiti keduanya," jelas Papa Adit
"Tapi kan Adit udah bilang mau berubah," ujar Mama Adit
"Papa punya rencana sendiri Ma," jawab Papa Adit
"Ah terserah Papa!" kesal Mama Adit sambil berlalu pergi
"Ma... Ma... Mama... Mama dengerin Papa!" panggil Papa Adit
///***///
Di Kamar
Bruuakk....
Adit membanting buku-buku di mejanya, ia kesal sekaligus marah. Dari kecil Adit selalu menuruti kemauan Papanya, hanya sekali ia menolak saat Papanya memaksa Adit untuk daftar di jurusan arsitektur.
"Arrghh... Kenapa sih sulit banget orang-orang percaya kalo gue serius! Gue serius sama Devina! Gue nggak main-main!" kesal Adit
Ting....
Sebuah pesan masuk ke ponsel Adit, dengan kasar Adit membuka isi pesannya.
My Dear๐
Lagi apa honey?
Me
Lagi tiduran honey :)
My Dear๐
Oh... Kapan-kapan kita ketemuan lagi sama mama papa kamu ya
Me
Kenapa gitu?
My Dear ๐
Ya biar lebih kenal aja sama keluarga kamu. Jadi kan lebih akrab :)
Me
Iya deh kalo ada waktu
My Dear๐
Eh tau nggak, aku dengar... 2 hari lagi Kak Rey pulang!
Me
Beneran? Wah bagus dong
My Dear๐
Iya. Kamu kenapa? Ada masalah ya?
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE ๐
Sambil nunggu update lagi, baca karya lain saya yuk!!!
'My Ketos My Husband'