
Kami bersiap untuk pergi kembali menuju Stadion Liverpool, akan sangat menyenangkan melihat Stadion itu didepan mata, begitu nyata dan aku akan berada disana bersama Nevan.
Kami bisa masuk kedalam setelah membeli tiket dan melihat-lihat seisi lapangan yang menarik untuk kami jelajahi.
Setelah menikmati keberadaan Stadion terkenal di Inggris, Nevan mengajakku ketempat lain dan aku sungguh menikmati kebersamaan kami.
Hari sudah terik, kami makan siang dulu di Fazenda Liverpool - Bar & Grill. Tempatnya tentu sangat nyaman, seperti biasa Nevan dapat memilih tempat yang bagus untuk kami.
Pelayan mengarahkan kami duduk didekat jendela dengan spot pemandangan yang apik.
"Sayang.. saat kita pulang nanti, apa perlu kita langsung menemui orang tua kamu?" Tanya Nevan yang duduk dihadapanku.
"Orangtuaku tidak berada dijakarta, mereka di yogyakarta" ujarku memberitahu.
"Kita bisa saja langsung kesana dan menemui mereka"
Mendengarnya aku begitu terharu.
"Baiklah jika kamu tidak keberatan.." aku mengiyakan.
"Tentu tidak, aku serius akan hubungan kita.. jadi aku ingin segera memperkenalkan diriku kepada orangtuamu" Nevan menggenggam tanganku.
Nevan yang begitu dewasa saat membicarakan hal itu membuat hatiku berdegup kencang, walaupun beberapa kali Nevan menyatakan keseriusannya padaku.
Mataku mulai berkaca-kaca, moment seperti ini terlalu sensitif untuk tidak menitikan air mata bahagia.
"Jadi.. mungkin kita bisa menghabiskan 3 hari disana?" Ujar Nevan.
"Dirumah orangtuaku?" aku sedikit terkejut mendengarnya.
"Iya.. agar aku bisa lebih dekat dengan mereka" jelas Nevan.
"Maksud aku, kamu menginap di hotel saja kan?" aku memastikan.
"Hem.. baiklah untuk antisipasi jika suatu hal yang akan membuat aku dan calon mertua terjadi sesuatu yang akan merugikan" ucap Nevan dengan wajah yang berpikir.
"Oke.." kataku.
Karena aku duduk mengarah didepan jendela sambil melihat pemandangan sekitar.
Tak ada yang salah ataupun mencurigakan, semua seakan normal seperti biasa, sampai aku melihat seseorang yang memakai baju serba hitam dan memakai kacamata hitam yang menutupi setengah dari wajahnya.
Masih tak ada yang aneh saat aku melihat kearahnya.
Sampai sosok itu mengeluarkan sesuatu dari tas yang membuat aku terkejut tentunya dan orang sekitarnya juga.
Hanya satu orang dengan penampilan dengan tertutupi, mengeluarkan senjata semacam pistol dan langsung melukai orang yang berada disekitar.
Aku yang mengetahui hal itu langsung meneriaki Nevan yang berada didepanku.
"Nevan.. awas.." aku terkejut melihat orang itu menembaki sekitar dengan senjata api miliknya.
Nevan yang juga mendengar suara itu langsung tiarap bersamaku dibawah meja.
Suara senjata api kami dengar beberapa kali diluar sana, entah apa yang dia pikirkan hingga tega melukai orang sekitar dengan senjata api itu.
"Jovita, kamu tidak apa-apa?" Menanyakan keadaanku.
"Aku tidak apa-apa.. kamu?"
"Aku baik-baik saja, dengar kita tetap berada disini hingga keadaan membaik" Nevan juga terlihat panik dengan situasi menegangkan ini.
Nevan melihat disekitar restoran, semua orang melindungi diri mereka masing-masing ditempat yang bisa membuat mereka aman termasuk kami.
"Sayang.. kita perlahan menjauh dari sini, aku khawatir dia akan masuk kesini karena dia tepat diluar" Nevan mengarahkan ku berjalan sambil berjongkok agar tidak terlihat oleh si penembak brutal itu.
Nevan berada dibelakangku, melindungi diriku agar tetap aman selama berpindah tempat hingga kebelakang restoran. Beberapa pengunjung dan pekerja juga perlahan menjauh dari pintu.
Aku masih mendengar suara tembakan beberapa kali dari luar sana, aku mempercepat langkahku yang terseret-seret agar tetap berada dibawah meja. Nevan sesekali melihat kebelakang untuk memastikan keadaan.
Untunglah kami sudah menjauh dari pintu dan jendela tempat kami duduk tadi, dan saat ini kami berada dibelakang restoran tertutup oleh meja yang lebih tinggi dan panjang, semoga tempat ini membuat kami aman.
Kami dan beberapa pengunjung terlihat ketakutan dengan apa yang sedang terjadi detik ini, aku menahan ketakutan dan tangisku agar tidak menjadi perhatian si orang yang tidak dikenal yang menyerang dengan membabi buta dengan senjata api.
Bersambung... ✨✨✨✨✨