It Beats For You

It Beats For You
Meet someone



Sesampainya di Ballroom Grand Hotel.


Aku, Hifza dan Chessy berjalan beriringan, serasa menjemput impian, kami tersenyum merekah seperi bunga yang begitu harum saat bermekaran.


"Oke, Chessy dan Mbak Jovita. Nanti jika diantara kita sudah menemukan pasangan, plis jangan ganggu. Kita sudah masing-masing oke" ujar Hifza.


"Iya.." ujar ku dan Chessy bersamaan.


Didalam sudah banyak orang yang berdatangan, pria maupun wanita. Mereka mengenakan gaun dan jas seperti yang Hifza dan Chessy katakan sebelumnya. Kami menyelesaikan pembayaran tiket masuk di depan pintu.


Acara dimulai dari jam 7 hingga 12 malam.


Kami masuk kedalam ballroom tersebut dan mulai melihat-lihat sekeliling ruangan yang sangat cantik dengan beberapa spot bunga yang berwarna-warni.


Kulihat sekeliling, semua pengunjung memakai topeng bervariasi. Tak mengenali siapa mereka, karena ditutupi oleh topeng itu. Aku, Hifza dan Chessy mendekati bar untuk menyengarkan diri dengan minuman dan kami memesannya.


Sambil mengikuti irama musik yang lembut. Hifza dan Chessy sudah berkenalan begitu cepat dengan pria yang mendekati mereka di bar, dan mereka pergi meninggalkanku sambil melambaikan tangan kearahku.


Aku masih melihat-lihat seperti apa pesta ini. Sesekali ada yang mendekatiku dan mengajakku berkenalan, tapi aku menolaknya secara halus karena belum menginginkan untuk mengenal seseorang. Aku masih duduk dan memantau Hifza dan Chessy, kulihat mereka sudah ketengah ruangan sambil mengikuti alunan musik yang berganti-ganti.


Acara games dimulai jam 8 malam.


Setiap yang sudah menemukan pasangan wajib mengikuti setiap games dari host acara dan ini semakin seru melihat orang-orang menikmati semua acara ditempat ini.


Seseorang mendekatiku, dengan setelan jas hitam tanpa dasi dengan satu kancing kerah dibuka. Berikut dengan topeng berwarna hitam dan aksen berwarna merahnya. Sosok yang tinggi dan tegap mengajakku untuk menjadi pasangannya. Serasa terhipnotis dengan sosok yang terlihat tampan, aku mengikuti dan menggapai tangannya yang sudah dia berikan untuk mengajakku.


"Hai.." sapanya.


"Hai.." balasku.


Acara games sudah berganti dengan dansa, alunan musik sudah mendukung untuk para pasangan turun dan berdansa.


"Dansa?" Tanyanya untuk mengajakku.


"Oke" sahutku.


Hanya bermulai dari kata hay.. kami berdua sudah berdansa seperti pasangan lainnya. Tangan kananku berada di tangan kirinya dan dia meraih pinggangku membuat kami begitu dekat, dan tangan kiri ku dibahunya.


"Kamu cantik sekali" puji pria misterius itu.


"Aku telah melihatmu sebelumnya tapi sedikit ragu untuk kudekati. Karena kulihat kamu menolak beberapa pria disini. Kamu sedang apa disini?" Tanya lelaki misterius itu.


"Hanya untuk bersenang-senang" jawabku.


"Apakah kamu menikmatinya?"


"Iya.. dan sekedar untuk ingin tahu"


"Baru pertama kali kesini?"


"Iya, kamu?" tanyaku.


"Sama" jawabnya.


"Kalau kamu kesini untuk apa?" tanyaku lagi.


"Menemui kamu" jawabnya.


Seketika aku terkejut mendengarnya tanganku melemah, apakah dia mengenalku. Siapa pria misterius ini, kenapa dia ingin menemuiku. Apa yang dia katakan hanya menakutiku atau hanya candaan belaka. Aku menatapnya menyelidiki siapa pria ini.


"Kenapa terdiam"


"Ah tidak"


"Sudah tau siapa aku?" dia membisikiku.


Aku terdiam, aku selidiki beberapa bagian tubuhnya yang mungkin membuat firasatku benar.


Tentu saja, ada setitik tahi lalat dilehernya.


"Alvaro" aku terkejut.


"Tetap disini dan kita teruskan apa yang sudah kita lakukan, aku bisa menggila jika kamu akan melarikan diri" ungkapnya berbisik padaku.


Seakan tak punya daya untuk bertemu apalagi menatapnya, tubuhku makin melemah. Tempat ini begitu banyak orang, tak mungkin untukku merusak acara seperti ini. Tak ada pilihan lain, aku menuruti keinginan Alvaro.