It Beats For You

It Beats For You
You become the meaning of my life



Aku melamun sebentar dan mencoba beristirahat malam ini, karena hari ini begitu menguras tenaga dan pikiranku. Sifat asliku bukan yang seperti ini, bukan yang suka mempermainkan hati orang lain.. tetapi entah mengapa semua ini terjadi begitu saja, aku hanya mencari yang terbaik sebelum memutuskan kedepannya. Waktu yang tidak tepat mempertemukan kami bertiga secara bersamaan.


Mungkin saja jika kita semua tidak saling bertemu, aku akan tetap menjalani kesendirianku hingga saat ini, atau bertemu dengan Alvaro dan menjadi calon istrinya, atau hanya bertemu dengan Nevan dan menjadi calon istrinya.


Mengapa waktu membuatku seakan menjadi seorang yang jahat begitu saja, membuatku tanpa sadar telah melakukan kesalahan dan terpaksa menyakiti Alvaro, ya Tuhan.. maafkanlah saya dengan segala kekhilafan saya ini..


Tok... Tok...


Suara di pintu kamarku.


Siapa itu, apakah seseorang yang tidak aku kenal seperti waktu itu. Aku sedikit ketakutan karena sebelumnya pernah terjadi seperti ini.


"Sayang... Ini aku" suara Nevan membuatku lega.


"Oh iya.. sebentar" untunglah itu Nevan.


Aku membukakan pintu untuknya.


"Aku sungguh tidak bisa tidur tanpamu malam ini, aku masih belum bisa menenangkan pikiranku yang tersiksa dari kemarin" Nevan masuk kedalam kamarku hanya dengan memakai piyama kimono dari hotel.


"Yaampun sayang, kita sudah baik-baik saja. Tak perlu kamu risaukan lagi" aku memeluknya yang berada disamping tempat tidur.


"Kamu tidak tahu bagaimana keadaan perasaan dan hatiku saat perjalanan kesini, aku begitu takut kehilanganmu dan aku tak ingin itu terjadi" ungkap Nevan begitu jujur.


"Aku juga takut kehilanganmu, kini kamu tak perlu takut lagi" kataku, Nevan memelukku begitu erat, hangat tubuhnya membuatku nyaman.


"Baiklah, malam ini kamu bisa tidur bersamaku" ucapku menenangkannya.


"I love you.. aku tak akan bosan untuk selalu bilang i love you" Nevan menatapku, begitupun aku.


"I love you more.." balasku pada Nevan.


Nevan yang begitu tampan menghipnotisku dengan pesonanya. Dia mengarahkan wajahku dengan jari telunjuk kearah wajahnya dan mencium bibirku dengan lembut.


Kami yang sebelumnya saling bertatapan seakan menginginkan ini terjadi.


"I love you.. i love you.." disela-sela ciumannya Nevan masih saja mengatakan kata-kata itu padaku, akupun begitu mencintainya.


Ciumannya masih berada dibibirku saat ini dan kami menikmatinya karena cinta.


"Sayang.. aku akan memberikan kamu hari ini beristirahat, jadi malam ini izinkan aku tidur disampingmu agar aku dapat menenangkan hati juga pikiranku kali ini" ujar Nevan yang menghentikan ciumannya padaku.


Padahal aku masih menginginkannya, aku menatap Nevan penuh hasrat yang berada dihadapanku sambil memelukku dengan menyamping.


Aku menutupi keinginanku pada ciuman Nevan yang begitu menggairahkan tadi.


"Kapanpun kamu ingin bersamaku sayang" ujarku berubah pikiran.


"Tadi kamu tidak memperbolehkanku sekamar denganmu" Nevan mengambek karena hal itu padaku dan mencolek hidungku dengan jemarinya.


"Ya.. kupikir.." aku memikirkan kata-kata yang tepat, sebelum Nevan memotong perkataanku.


"Kupikir apa.." seakan mengerti keinginanku, Nevan menciumku lagi dengan sentuhan lembut disetiap lumatannya.


Aah rasanya aku tak mau berhenti, aku terus membalas ciumannya dengan gairahku. Seperti tak ada beban dibahuku lagi yang menghalangi ini.


"Sayang.. aku khawatir jika kita lanjutkan, aku tak bisa menahannya" ujar Nevan padaku, karena aku begitu memancing hasratnya.


Keinginanku sudah dipuncak, rasanya tak bisa kukendalikan lagi.


"Kamu tuh bisa membuatku terhanyut dalam buaian ini" kataku sambil berbisik.


"Aku cuma takut, nanti kamu tak puas karena hari ini aku sedang tidak begitu fit" Nevan memang tampak kelelahan, karena tak ingin aku kecewa jika tetap dilanjutkan.


Aku tertawa kecil.


"Kamu meledek aku ya" ujar Nevan menggelitikku.


"Aah gak sayang.. ampun.." aku tak tahan dengan kelitikan Nevan dipinggangku.


Kami tertawa dan bahagia ini terasa menyenangkan.