It Beats For You

It Beats For You
There's a heart now



Saat ini sudah jam 11.20 siang, sudah mendekati jam makan siang. Hatiku sudah deg-degan apa yang akan terjadi. Nevan memang mengabariku akan mengajak makan siang hari ini, apa dia menunggu di mobil ya, atau di kantin, atau di lobby, atau disini?


Hah.. kalau disini aku harus bagaimana coba, canggung gak sih ya ketauan menjalin hubungan sama mantan bos. Duh belakangan ini aku jadi kepikiran omongan orang, padahal sebelumnya aku tidak pernah begini.


Kudengar suara gaduh dari sudut sana, seperti orang yang menyapa dan lainnya terkejut.


Mataku langsung mencari sumber suara itu.


"Nevan" sungguh kagetku melihatnya sedang disini diruangan ibu Glory.


Yaampun, dia menjemputku tepat di ruangan kantorku, aku harus bagaimana coba menghadapi tatapan heran dari rekan kerja disini.


Teleponku berbunyi. Kuangkat.


"Halo" sahutku.


"Mbak.. mbak.. dah liat kan lo" ujar Hifza.


"Iya" dengan nada tak semangat.


"Ahh ini mah pak Nevan mau Go Public mbak, serius dia berani untuk dateng kesini langsung. Kalau nanti dia jemput dikantor lo mbak. Wah standing applause gue ama pak Nevan ini mah"


"Duhh lo bikin semerawut, gue jadi grogi tau nih" ujarku sedikit kesal oleh kusendiri yang tak tau harus bagaimana.


"Oke deh, selanjutnya terserah anda"


Telepon tertutup.


Oke.. sabar, tarik nafas, buang, lalu pura-pura baca email, sok kerja cari kertas, pulpen mana lagi nih. Oke sok nulis, gaya aja kaya lagi banyak kerjaan.


Aku gugup sendiri diruanganku, lalu kulihat jam ditangan sudah menunjukkan pukul 11.45 siang.


Ah harus siap-siap, mana lipgloss, rambut dirapiin, baju dilurusin, parfum jangan lupa. Oke aku dah ready tuk lunch bareng Nevan.


Lalu apa aku harus mendekatinya kesana atau Nevan yang kesini. Astaga kalau nanti akhirnya orang dikantor tau aku menjalin hubungan dengan Nevan, lalu nanti pulang Alvaro jemput aku dikantor dan gosip menyebar, Nevan pasti dengar. Aku harus bagaimana, yaampun mendua itu tidak semudah yang oranglain sering lakukan.


Kulihat Hifza sedang berdiri didekat ruangan bu Glory, apa yang dia lakukan. Buat apa dia dimeja Nissa staf admin, kuyakin dia pasti sedang mencari tahu apa yang dibicarakan oleh Nevan, bu Glory, pak Jaya, pak Bryan, bu Sisca. Terlihat ramai diruangan bu Glory dengan kedatangan Nevan.


Kulihat mereka saling bergurau satu sama lain, karena terdengar hingga keruanganku, padahal Nevan yang usianya termuda diantar yang lain.


Sudah mau jam 12, aku sebaiknya pura-pura tidak tau jika ia ada disana. Aku keluar dari ruanganku, dan perlahan berjalan menuju pintu keluar.


"Jovita" sapa Nevan.


"Oh hay.." dengan nada ragu.


"Maaf ya jadi agak telat, kita bisa makan siang bareng"


"Boleh"


Kami segera meninggalkan kantor menuju mobil Nevan yang sudah terparkir di lobby kantor. Hanya mobil dan direksi tertentu saja yang bisa memarkirkan mobil tepat didepan lobby kantor dan yang pasti ada yang melihat kami jalan bersama. Tapi biarlah karena memang ini yang terjadi.


Nevan membukakan pintu untukku, membuat yang melihat semakin bertanya-tanya.


Kami pergi ke mall yang tak jauh dari kantor yang berjarak hanya 5 menit.


Nevan berjalan disampingku, sambil mengobrol yang membuat kami semakin nyaman satu sama lain.


Kami tiba di Sushi Tei dan karena ini jam makan siang, terlihat sudah ramai didalam sana. Aku dan Nevan diarahkan ke meja kosong untuk kami oleh pelayan tersebut.


Tak lama hidangan sudah ramai dimeja kami.



"Maaf ya soal tadi, aku jelasin sedikit. Tadinya aku mau menunggu kamu di lobby, tapi pak Bryan bertemu denganku disana dan mengajakku keatas ke tempat bu Glory.


Jadi terlihat rekan kerja lainnya pun menyapa aku dan sedikit mengajak ngobrol.


Bukan maksud hati untuk menampilkan diri, tapi namanya pernah kerja lama disana"


"Iya gak apa kok, aku maklum dan itu tidak mengapa" aku tenang setelah mendengar darinya.


"Aku takut nanti kamu kurang nyaman jika mereka tau soal kita"


"Sebenernya aku yang takut kalau kamu kurang nyaman jika mereka tahu"


"Aku tentu saja tidak, aku terbuka soal apapun apalagi untuk mengakui hubungan kita"


Hubungan kita.. asli ini sudah pernyataan resmi dari Nevan untuk menerimaku menjadi calon pendampingnya. Apa aku lupa, dirumah Nevan juga sudah mengatakannya. Bagaimana aku nih, belum juga fokus padanya.