
Melihat perhatian dan pengertian Nevan padaku, aku jadi tersentuh.
"Sayang, kamu tuh asli baik banget sih. Baru ajah ku dikasih banyak baju, tas dan sepatu. Ini lagi banyak banget.. kamu juga tau skin care sayang?" Tanyaku terkejut.
"Hemm.. setidaknya aku tahu itu skin care merk yang bagus dari adik perempuanku" jawab Nevan.
"Yaampun kamu nanya sama adik kamu?" Ujarku mendelik tanbah terkejut
"Iya.." jawab Nevan singkat.
"Mereka tahu aku tinggal disini?" tanyaku lagi.
"Aku belum cerita, mereka juga tidak bertanya seperti itu" jawab Nevan.
"Ohh untunglah.." sedikit lega mendengarnya.
"Kenapa memangnya sayang, mereka mungkin juga sudah memakluminya" lanjut Nevan.
"Oh yah.. mereka gak mikir macam-macam begitu?"
"Gak.. kan mereka juga tahu aku sudah serius sama kamu. Muuaaach " tiba-tiba Nevan mencium kilat dibibirku.
Uuhhhh so sweet gak sih Nevan sekarang dan aku cuma mematung sambil mengedipkan mataku melihat perlakuan Nevan yang mendadak menciumku
"Ok.. sekarang, aku mau belajar menghabiskan waktu berdua sama kamu dengan moment yang lainnya, aku mau keringin rambut kamu ya. Jadi kamu harus duduk dimeja rias, biar aku belajar untuk merawat kamu dari sekarang"
"Omg.. kamu tuh sweet banget ternyata yah, selalu bikin kejutan yang buat aku gak nyangka sayang"
"Harus dong, kan nanti selamanya kita harus seperti ini. Aku mau sayangi kamu sepenuh jiwaku, tak ada yang tersisa semua untuk kamu dan anak-anak kita"
"Yaampun sayang, aku kok mau nangis dengernya" ujarku sambil memegang pipiku yabg memerah karena tersanjung.
"Kok nangis sih sayang?" tanga Nevan bingung
"Kamu bikin aku terharu sih" aku memeluknya, kuharap Nevan pilihan yang tepat untukku.
"Pokoknya mulai sekarang, aku akan buat kamu happy walaupun nanti ada kalanya hubungan kita ada kerikil kecil menganggu. Tapi itu wajar dalam setiap relationship, semoga kita bisa melewati itu dengan sabar ya sayang" ungkap Nevan dalam pelukanku.
"Iya sayang.. aku juga akan selalu selamanya disamping kamu, susah.. senang.. kamu juga harus bisa sabar sama aku ya, takkan berhenti untuk selalu sabar sama kamu, sayangi kamu selamanya" ujarku.
"Amin.. i love you" kata Nevan.
"I love you sayang" balasku
"Nah sekarang kamu duduk, biar aku mencoba men-service kamu dengan baik" Nevan mengarahkan aku duduk dibangku.
"Oke" ujarku patuh dan sudah duduk didepan meja rias ku yang menawan.
Nevan mengambil hairdryer, dan menurunkan handuk dikepalaku perlahan. Lalu mencoba memulai dari menyisir rambutku secara perlahan.
"Memangnya kenapa sayang, kurang bagus ya warnanya?" Tanyaku menebak.
"Gak ada yang salah, cuma aku suka merawat wanitaku. Apapun itu aku akan dukung selama itu baik untuk kamu" jawab Nevan.
"Memangnya kamu mau nemenin aku ke salon?" tanyaku.
"Kapanpun kamu bisa, aku bisa" ungkap Nevan.
"Nanti kerjaan kamu bagaimana?"
"Kamu yang lebih penting, pekerjaan semua sudah aku handle. Jadi gak perlu khawatir"
"Oke.. bagusnya kapan kita kesana?"
"Besok?" tanya Nevan lagi.
"Besok, boleh aku juga gak ada acara apapun" dan memang aku tidak pernah ada acara apapun setelah sepulang bekerja.
"Oke, besok aku jemput" kata Nevan.
"Oke sayang" ujarku setuju.
Nevan selesai mengeringkan rambutku dan memulai menyisirnya secara hati-hati.
"My queen, kamu selalu saja membuat aku bersyukur dipertemukan denganmu" ungkap Nevan.
"Aku juga sayang.. aku gak pernah menyangka kamu akan memilih aku" ucapku.
"Karena kamu... Memang yang terbaik untuk aku" kata Nevan. Ucapan Nevan menggetarkan hatiku.
"Makasih sayang.." kami melihat kekaca, sosok kami berdua, begitu serasi cantik dan tampan.
"Baiklah, kita tidur.. tapi karena tempat tidurmu sudah penuh dengan barang.. lebih baik kekamarku. Disana lebih rapih.." ujar Nevan sambil menggandengku dengan cepat dan mengajak kekamarnya.
"Oke.. apa ini maksudnya.. setelah membelikan barang begitu banyak dan menaruhnya dikasur" ledekku padanya.
"Entahlah, tadi aku bingung akan menaruh dimana. Dikasur tempat yang lebih baik menurutku" ucap Nevan sambil menutup pintu kamarnya.
Aku menjadi sedikit gugup, karena Nevan mengajakku tidur dikamarnya malam ini, dan aku hanya berdiri disamping kasurnya, ini pertama kali aku seruangan dengan Nevan hanya berdua dikamar.
"Ayo.. sayang" ajak Nevan dan menarikku ke atas kasurnya.
Aku menurutinya.
"Malu-malu sama aku, aku juga butuh keberanian seperti ini didepan kamu" ungkap Nevan padaku.
Aku tersenyum padanya.
"Baiklah.." aku mendekati Nevan dan tidur disisinya, sambil memeluk Nevan dan berselimut hangat.