It Beats For You

It Beats For You
I know it makes no sense



Pembicaraan para karyawan tadi membuat Nevan menjadi diam-diam mendengarkan, sambil memegang handphone, Nevan bersikap agar tidak dicurigai mereka saat berbicara.


"Bu Jovita, setahu gue sih jomblo kali yah, soalnya gue juga gak denger dia punya pacar atau pernah bawa pacar, bener gak sih Van?" Tanya si Rara.


"Lah gak tau gue" ucap Ivan.


"Nah gue lihat dia sih dapet pasangan disana" lanjut Rara.


Nevan mulai bergetar mendengar hal itu, raut wajahnya berbeda saat mendengar Jovita mendapat pasangan saat di pesta, pasangan seperti apa.. Nevan menjadi banyak pertanyaan.


"Tapi lo pada jangan resek yah.. gue sih gak maksud apa-apa, dan gue juga gak fokus lihatin dia. Cuman kebetulan karena gue dah tau dia pakai baju apa dan topengnya seperti apa, jadi pas kebetulan lewat tahu dong gue.." kata Rara.


"Ada apaan sih, jadi kepo lo bilang gitu kok gue jadi penasaran sih ra" ujar wanita berkemeja biru.


"Gue sih lihat dia pas di bangku vip gitu, kayaknya sih kissing ya.. maybe dah jadian" jelas Rara.


Nevan langsung tersentak, hatinya tak karuan mendengar itu. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Jovita yang telah dia percayai penuh untuk dicintainya.


"Woooww.. masa sih, secepat itu?" Kata pria bernama Ivan masih sambil merokok.


"Yah gak tau sih ya, gue pas banget lewat kearah bar, kan lewat bangku vip. Ya posisinya sih keliatan banget seperti kissing" lanjut Rara menjelaskan.


"Wooowww" mereka berseru saat mendengarkan cerita Rara.


"Eh lo jangan asal ngomong bahaya tar loh kalau didenger sama orangnya" kata Kevin pria berbaju merah maroon.


"Iya sih, yaudah anggap aja gue gak pernah ngomong gitu ye guys, oh.. jemputan gue dah dateng, oke bye" ujar Rara langsung ngelengos pergi.


"Ahh parah sih kalau bener kata Rara, tapi ya bu Jovita cantik sih masih muda lagi. Siapa coba yang bakal nolak" kata wanita berbaju biru.


Nevan sudah tak tahan mendengar kejadian di pesta malam tadi, rasanya Nevan ingin buru-buru meminta penjelasan Jovita.


Kebetulan Hifza dan Chessy baru saja turun dan sedang menuju kantin yang Nevan tepat ada disana.


Nevan menghalangi jalan Hifza dan Chessy.


"Baik, aku to the point aja yah. Kalian yang datang ke acara pesta semalam dengan Jovita?" tanya Nevan begitu tegas.


"Iya pak, kenapa?" Chessy yang tak tahu apa-apa terus menyahut. Sedangkan Hifza terkejut dan tak bisa berkata apa-apa.


"Lalu apa yang terjadi disana dengan Jovita, kudengar dia bersama pria lain, apa benar?"


"Iya pak, kok tahu.. lagi pula kok bapak nanyain mbak Jovita" Chessy begitu polos.


Nevan langsung meninggalkan mereka setelah mendengar penjelasan Chessy yang begitu singkat.


"Chessy apaan sih lo, ah parah nih gawat" Hifza khawatir.


"Apaan sih mbak, lagian ngapain pak Nevan nanyain bu Jovita?" Chessy masih tak mengerti apa yang terjadi.


"Ya menurut lo ngapain?" Kesal Hifza.


"Ada kerjaan mungkin"


"Kerjaan apa, memangnya dia masih bos kita, dia sekarang pacarnya bu Jovita" ungkap Hifza.


"Hahhhh???" Chessy begitu terkejut. "Mampus gue, kok lo gak kasih tau gue sih.. aduuhh berabe deh nih, mana dari mulut gue taunya" Cheesy jadi begitu bersalah dengan perkataannya tadi kepada Nevan.


"Karena udah tau, next time lo jaga-jaga kalau ngomong soal mereka berdua" ujar Hifza.


"Iya.. tapi lagipula ngapain mbak Jovita ikut party kalau udah punya pacar, kan itu khusus orang single"


"Butuh hiburan kali" ketus Hifza langsung meninggalkan Chessy.


"Mbak.. tungguin, jahat banget ditinggal" keluh Chessy.


Nevan menuju mobilnya yang terparkir didepan lobby, hatinya begitu resah dan gelisah ditambah banyak pertanyaan untuk Jovita tentang yang terjadi di pesta malam itu dengan pria lain.