
Aku berniat mencari beberapa baju santai untukku pakai disana dan berikut underwear. Cuma aku kurang nyaman untuk kearah underwear jika ditemani oleh Nevan. Tapi waktuku tidak banyak untuk bisa kembali kesini dan membelinya.
Atau aku akan membeli di onlineshop saja ya, baiklah mungkin itu bisa jadi solusi. Setidaknya aku tidak merasa malu didepan Nevan karena membeli Underwear. Pasti dia juga agak canggung menemaniku.
Aku bertanya-tanya dalam hati, apa yang dipikirannya. Baru saja bertemu tapi aku malah mengajaknya berbelanja, mana sudah dibelikan barang mahal.
Kami mulai mencari di bagian pakaian wanita.
"Apa kamu mau duduk dulu, biar aku bisa leluasa untuk shopping?" Ucapku.
"Apa keberatan jika kutemani, mungkin aku bisa kasih nilai bagaimana penampilan kamu saat memilih pakaian itu?"
"Oh ya, kamu sepertinya cocok jadi stylish ya"
"Haha masa sih, aku hanya mencoba untuk menjadi berguna"
"Kamu cukup membantu kalau kamu duduk santai disini ya" ujarku menjelaskan.
Nevan menggapai tanganku.
"Oke, aku tunggu disini ya. Kalau kamu perlu aku, aku bisa menghampiri kamu" sambil menepuk tanganku dengan lembut.
"Baiklah" senyumku lalu bergegas untuk shopping. Sambil bergetar tanganku yang telah di sambut tangannya.
Seperti wanita lainnya, aku begitu lupa diri jika dihadapkan dengan hal berbelanja. Hampir 1 jam aku mengelilingi Violet Departemen Store. Tas belanjaku pun sudah beberapa tas ditangan. Seakan tak bisa berhenti aku masih mencari beberapa pernak-pernik dan accessories yang menarik menurutku.
Sesekali aku melihat kearah Nevan. Dia masih menungguku duduk dengan santai sambil melihat handphonenya dan beberapa kali menerima telepon. Apa dia ada pekerjaan dari kantornya ya. Aah aku jadi tidak enak mengijinkan dia untuk menemaniku shopping seperti ini. Tapi kan dia juga menginginkannya.
Baiklah daripada berlama-lama mungkin aku selesaikan pembayaran belanjaanku ini. Aku memilih kasir yang jauh dari Nevan, jaga-jaga agar dia tidak membayar semua ini.
Kasirpun mensortir barang belanjaanku dan mentotalnya.
"15 juta 950 ribu ya kak" ujar kasir itu.
Aku mengeluarkan ATM ku dan membayarnya dengan debit.
Akhirnya selesai.
Aku mendekati Nevan dan mengajaknya pergi karena aku sudah selesai berbelanja.
Nevan membantuku membawa belanjaan. Begitu sopan dan lembut, aku tersanjung dengan perilaku baiknya padaku.
"Apa kamu ada rencana lain setelah ini?" Tanya Nevan.
"Aku hanya berniat membeli ini dan setelahnya pulang" jawabku.
"Oh bagaimana kalau kita makan siang, pasti yang habis shopping akan membutuhkan itu" ucapnya sambil bercanda ringan.
"Oooke.. apa kita taruh dimobilku dulu ya"
"Boleh"
"Oke, sudah semua ya belanjaannya masuk"
"Iya, makasih ya dah dibawain" ucapku
"Tidak apa, yuk kita cari makan. Mau makan disini atau diluar"
"Aku ikut aja, mungkin kamu punya tempat makan favorit kamu?"
"Iya sih, kamu mau coba Alex Kitchen. Disana ada private room dan makanannya enak-enak"
" Oooke, aku belum pernah kesana"
"Kamu pasti suka, menu makanannya beragam disana"
"Oke"
"Mau pakai mobilku?"
"Hem bagaimana bagusnya?" tanyaku.
"Baiklah, mobilku saja ya. Aku akan menservice kamu hari ini" sahut Nevan.
"Boleh" ujarku tersenyum.
Kami menuju mobil Nevan yang terparkir disisi lain basement.
"Silahkan masuk" Nevan membukakan pintu untukku.
OMG dia memakai mobil Range Rover.
"Terimakasih" sahutku.
Nevan bergegas mengendarai mobilnya dan menuju tempat makan yang dia katakan tadi.
Setelah 35 menit, kami sampai di restoran. Restoran yang kelihatan mahal yang dia maksud. Nevan mengejutkanku lagi kali ini.
Aku bergumam dalam hati.
Oke jangan norak ya Jovita, sikapnya kalem aja. Biarpun belum pernah kesini, tapi tetap elegan ya.
"Mari kita masuk" Nevan mengarahkanku ke restoran itu.
Baru bagian depannya saja sudah sangat artistik, dekorasinyapun sangat teliti dan detail. Begitu mewah, begitu cocok untuk kuposting di media sosialku. Tapi aku malu untuk mencoba selfie didepan restoran ini. baiklah lupakan saja.
Kami disambut baik oleh karyawan restoran itu.
Nevan memposisikan tanggannya dipinggangku. Rasanya kami menjadi begitu dekat dan auranya pun sangat kharismatik.