
Nevan yang sepertinya sudah menjadi langganan tetap disana, langsung dibawa oleh pelayan ketempat yang dituju.
Kami berjalan menyusuri beberapa meja dan kursi yang elegan, menuju lorong dan ruangan yang menawan. Kami diarahkan masuk kedalam ruangan. Private room seperti yang Nevan katakan.
"Silahkan" ujar pelayan wanita tersebut. "Jika ada hal yang dibutuhkan, tinggal pencet tombol ini dan kami segera melayani" ucapnya menjelaskan.
"Terimakasih" kata Nevan.
"Tempat ini sesuai dengan yang kamu katakan"
"Apa kamu suka?"
"Tentu, dari design restoran ini sendiripun sangat menakjubkan. Apa kamu pernah kesini saat masih bekerja di IGS?" aku kerbalik bertanya.
"Ini memang restoran langganan keluarga kami, jika ada acara tertentu kami pasti memesannya disini. Karena sangat privasi dan kita bisa leluasa dengan nyaman berada disini.
Lalu, sesekali saat jajaran direksi melakukan meeting. Lebih menyukai privasi aku berpikirnya" Ujarnya menjelaskan.
"Iya benar juga, makasih ya aku jadi tau tempat sebagus ini"
aku sambil melihat dekorasi private room yang meja kami dari marmer indah dan hiasan pajangan lilin yang mewah berikut dengan vas bunga cantik ditengahnya.
Dari kursinya sangat nyaman dan etnik. Ukiran mewah dipinggirannya ditabur aksen gold diatasnya dan bingkai lukisan yang sangat artistik.
Wajar jika Nevan mengetahui tempat ini, sangat keren.
Kami mulai memesan makanan. Karena aku tidak terlalu mengetahui dari menu tersebut kecuali yang tulisannya seperti soto, nasi goreng, gulai ayam, sate. Beberapa lainnya aku tidak mengerti makanannya seperti apa.
"Kamu mau pesan apa"
"Boleh kamu yang rekomendasiin makanan apa yang enak disini?"
"Baiklah, kamu pasti suka. Karena ini juga makananyang aku suka"
Nevan memencet tombol itu dan pelayan segera datang dan memesan makanan lalu pelayan itupun pergi.
"Iya aku suka, gak masalah. Ditempat ramaipun aku juga suka"
"Oh ya, kamu suka ketempat ramai seperti apa?"
"Hem ya hem.." yaampun apa ya. Kok tiba-tiba ngehang aku ini. Kelamaan jomblo sih jadi buat keluar apartemen aja jarang-jarang. Baru sadar selama ini aku cuma kerja dan pulang. Pergi hanya sesekali gak rutin seperti yang dilakukan oranglain yang punya kekasih.
"Bagaimana kalau kita coba besok, aku mau kalau kamu ngajak aku ketempat yang kamu suka"
"Oh ya, oke" main setuju aja, padahal taupun gak. Alamat searching di google nih tempat hangout.
Makananpun datang. Kami mencoba beberapa menu.
Nevelan memesan Gurame rujak mangga, iga bakar bumbu bali, sayur asem seafood dan beberapa makanan kecil. Yaampun rasanya begah kulihatnya, banyak sekali untuk menu 2 orang. Tapi aku tetap mensyukuri makanan ini.
Kami mulai memakan nya, bersikap seperti dulu. Kami pernah makan siang bersama. Tapi dengan beberapa karyawan lainnya sebagai rekan kerja.
Pembawaan Nevan yang tenang dan santai, membuatku nyaman untuk membuka obrolan dan dia menyeimbanginya.
Hal ini akan sulit dilakukan jika orang itu tidak cocok.
Hah maksudnya apa, aku dan Nevan cocok gitu? Haha mimpi banget sih, tapi mau.
Sebenernya aku harus bagaimana coba dihadapkan dengan pria yang dengan serius mengajak menjalin hubungan bersama.
Masa iya aku harus cuek.
Tapi kalau sama yang ini sih, gak bakal nolak. Yaampun Jovita pikiran kamu kenapa 2 hari ini. Gampang banget baper, ini tuh bisa jadi masalah kalau aku tidak cepat memilih siapa yang aku inginkan.
Pikiranku berlarian kemana-mana dengan argumen yang tak kunjung aku mengerti.
Sedangkan Nevan masih mengajakku ngobrol, aku malah sibuk sendiri dengan berbagai khayalanku.