
Aku berjalan menuju kamarku, tiba-tiba Nevan menarik tanganku dan mengunciku dipelukannya.
Aku terkejut, oh astaga mengapa aku sedekat ini lagi dengannya, mengapa Nevan masih mempertahankanku. Oh tidak.. aku juga tak bisa terus berpura-pura tidak mencintainya. Hati ini masih berdetak untuknya, masih ingin merasakan hangat cintanya, masih ingin memilikinya.
"Aku tak bisa menahan ini Jovita.."
Nevan menciumku begitu saja.
Astaga, kenapa seperti ini kejadiannya. Aku harus bagaimana, aku memang mencintainya.. tapi apakah aku pantas menerima cintanya.
Ku buyarkan pemikiranku, dan mulai menikmati indahnya ciuman ini bersama Nevan. Ciuman yang membuat keras kepalaku runtuh dalam sekejap.
Ciuman yang membuat hubungan ini kembali bergelora seperti sebelumnya.
Nevan yang masih menciumku, perlahan membawa tubuhku keatas kasur.
"Nevan hentikan.." seketika aku tersadar.
"Ada apa.." heran Nevan yang melihatku mendorongnya menjauh.
"Izinkan aku bertanya sebelum kamu terlalu jauh membuatku terhanyut" entah apa maksudku saat ini bertanya padanya.
"Katakan.." Nevan menjadi penasaran.
"Apa sekarang kamu mulai mencintaiku lagi?" tanyaku.
"Tentu.. cinta ini meredakan keegoisanku" jawab Nevan dengan jelas.
"Seberapa besar..?" selidikku.
"Lebih besar dari sebelumnya.." kening Nevan mengernyit.
"Kamu memafkanku?" tanyaku lagi.
"Aku memaafkanmu..." jawabnya.
"Tanpa mengungkitnya lagi?"
"Jadi yang kamu takutkan adalah aku akan mengungkitnya suatu hari nanti?" Nevan menebaknya.
"Dan akan menyebabkan hubungan kita jauh lebih menyakitkan" ujarku meneruskan.
"Tidak.. aku sudah memaafkan dan mulai melupakan kenakalan kamu dibelakangku" ungkap Nevan.
"Apakah senakal itu?" aku penasaran apa yang Nevan sedang pikirkan.
"Menurut kamu sendiri?" Nevan berbalik bertanya padaku.
Aku memutar mataku, lalu bersikap manja didepannya.
"Jika kejujuranmu sudah kamu katakan semua padaku, dan berjanji untuk setia padaku sepenuhnya.
Kita akan memulai hubungan ini tanpa kebohongan lagi.." jelas Nevan.
"Aku berjanji untuk setia hanya padamu dan mencintai kamu sepenuhnya..
tapi apakah kamu berpikir aku pantas untuk kamu cintai lagi?" aku masih tidak percaya diri dihadapan Nevan karena sikapku yang berbohong padanya.
"Dengan segala yang kuinginkan, hanya kamu dihidupku" terdengar tulus saat Nevan katakan hal itu.
"Kalau begitu jangan pergi dariku lagi, apapun itu.. jika kita bertemu masalah kumohon kita bisa bicarakan baik-baik.
Karena aku tak ingin terus kehilangan kamu" Nevan memelukku.
"Aku juga tak ingin kita menjauh lagi, tetaplah disisiku hanya untukku" Nevan mencium pipiku.
"Apakah dengan ini kita resmi berbaikan?" Tanya Nevan dan menatapku.
"I love you" kataku menegaskan.
"I love you too.." Nevan mencium bibirku lagi dan lagi dan membuat cinta ini kembali dirajut.
Perlahan Nevan sambil membuka kemeja putih yang ia kenakan lalu beberapa pakaian yang menempel ditubuhnya.
Aku melepaskan ciumannya.
"Tidak berarti aku akan bercinta denganmu malam ini" aku menolaknya lagi.
"Bagaimana jika kita ambil artian bahwa ini untuk merayakan kembalinya kamu dan aku" kata Nevan membujukku.
"Sayang.. aku masih virgin, aku tak ingin melepaskannya sekarang" aku mengedipkan mataku.
"Ow yah.. itu membuatku makin bersemangat, ternyata pilihanku adalah tepat" Nevan mencopot celana yang kukenakan.
"No.. Nevan.." aku mencoba menahan celanaku untuk ditariknya, tapi aku tak bisa menahannya lebih lama.
"Aku berjaga-jaga, agar tidak ada siapapun yang akan mengambilmu lagi dariku" lalu Nevan melepaskan baju yang kukenakan.
"Nevan tunggu, apa kamu pernah melakukan ini sebelumnya?" tanyaku hanya untuk membuatnya berhenti.
"Mau jujur atau bohong yang baik?" dan Nevan memang berhenti sejenak samb bertanya padaku.
"Ada yang namanya bohong yang baik?" Tawaku yang masih didekapnya.
"Ya kamu bisa pilih" senyum Nevan yang masih berada diatasku.
"Kalau begitu bohong yang baik bagaimana..?" aku mengedipkan mataku bersiap menantikan jawaban darinya.
"Aku masih perjaka" ungkap Nevan.
Aku terkejut, berarti Nevan mengakui sudah pernah melakukannya.
"Lalu apa?" Nevan sedikit bingung.
"Berapa banyak..?" tanyaku lagi.
"Astaga apa perlu dibahas sekarang ini?" Nevan mengelitikku.
"Nevan geli.." aku tertawa merasakan kelitikan itu darinya.
"Aku yakin akan membuatmu menikmatinya, dan kamu akan merasa puas oleh ku" janji Nevan.
"Aku tidak ingin melakukannya.." aku tetap menolak itu.
"Kenapa hanya kamu yang selalu menolakku seperti ini, sebelumnya malah wanita yang memaksaku untuk melakukannya" sambil menyentuh pipiku dengan hidungnya dan deru nafas ini semakin terpacu.
"Oyah.. apakah kamu melakukannya dengan banyak wanita?" aku merasakan sentuhannya diwajahku begitu lembut.
"Hanya beberapa yang membuatku tertarik" Nevan mencoba jujur padaku.
"Hanya beberapa katamu, memangnya terlalu banyak yang membuatmu tertarik?" aku makin penasaran.
"Tidak banyak sayang, semuanya juga butuh proses tidak langsung dilakukan begitu saja.
Tapi tenang aku tidak akan melakukannya lagi, sampai kapanpun.. hanya dengan kamu, karena aku telah menemukanmu" ujar Nevan yang kata-katanya telah meluluhkan hatiku.
"Kalau begitu, jika sudah kuberikan semua untukmu, apa yang mau kamu lakukan?" mataku menyipit.
"Menikahimu" ujar Nevan menyakinkan.
"Mengapa tak tunggu dihari pernikahan kita saja?" herankum
"Hem.. kadang kamu harus tahu, disaat pria berada disamping wanita yang dicintainya. Perasaan itu pasti terlintas.. itu karena ada kamu" mencium pipiku lagi.
"Apakah kamu akan setia padaku hingga saatnya nanti kita benar-benar menikah?" aku sungguh ragu apa yang harus aku lakukan.
"Selalu dan selamanya" Nevan sudah mengerayangi leherku dengan sentuhannya.
"Sayang.. bener deh aku belum bisa melakukannya" sebenarnya sudah sangat ingin, tapi aku masih takut.
"Hem baiklah.. jika kamu masih menahannya" Nevan merapikan posisinya dan terlentang di atas kasur.
"Maaf.." aku menutup wajahku dengan selimut.
"Malam ini aku akan menginap disini, dan sekarang aku akan mandi dahulu, aku ingin kamu mencium harumnya tubuhku saat tidur disampingmu nanti" Nevan berlalu ke toilet.
"Hem.. astaga, mengapa dia menjadi begitu liar sekarang?" aku menggeleng kepala, yang sebelumnya hanya untuk bicara sekarang menjadi menginap.
Aku segera memakai bajuku dan mengambil handphone. Menghapus semua riwayat chat ku bersama Alvaro lalu menaruh handphone ku lagi.
Tak lama Nevan datang hanya memakai handuk.
Aku tertawa.
"Kenapa tertawa..?" Tanya Nevan.
"Terlihat begitu sexy saat memakai handukku" aku tak tahan melihat tubuhnya yang atletis begitu feminim saat memakai handuk itu.
"Oyah.. " lalu Nevan bergaya sesuai dengan yang ku katakan, begitu sexy dan menggoda.
"OMG itu sangat sexy sayang.." aku tak berhenti tertawa melihatnya bergaya seperti itu.
Nevan mendekatiku yang berada dikasur, dan sekarang tepat dihadapanku dengan tangannya yang berada disebelah kiri dan kanan tubuhku.
"Aku lebih senang melihatmu tertawa seperti ini" sambil menatapku dengan tatapan yang membuatku salah tingkah.
Aku tersenyum.
"Kamu tidak ada baju untuk dikenakan, aku akan mencari baju yang besar milikku.. apa ada yah.." karena salah tingkah ditatap Nevan dengan penuh makna dan mencari alasan untuk pergi dari hadapannya.
"Tunggulah disini.. kamu tak ingin bermesraan dengan orang yang habis mandi?" Nevan menahanku dengan suara yang begitu menggodaku.
"Memangnya kalau habis mandi kenapa..?" kataku sambil sedikit menahan tawa.
"Terlihat segar dan menggemaskan.." sambil memberi senyuman nakal padaku.
Aku tertawa lagi mendengarnya.
"Okey.. kamu memang terlihat menggemaskan saat ini" melihatnya dari dekat membuatku memberanikan diri menciumnya.
Kedua tanganku bersandar diwajahnya yang tampan, memulai kembali cintaku dengan Nevan.
Oh Nevan aku tak bisa berhenti untuk terus menciummu.
Tubuh Nevan yang atletis dengan perut miliknya yang menakjubkan, sudah berada diatasku yang masih memberikan hangatnya ciuman ini.
Sentuhan tangannya telah mendarat ditubuhku, membuat aku merasakan keinginan yang lebih dari ini.
Akankah cinta kita terus hangat seperti ini, tanpa ada pertengkaran yang lainnya lagi.
Bersambung..... ✨✨✨
Hello semua, Terima Kasih karena sudah meluangkan waktu untuk membaca karya saya.
Semoga terhibur.
Jangan Lupa Like, Comment dan di Vote ya..
Thankyou 💓