
Aku mencoba beberapa pakaian yang cocok dengan style ku dan mengambil beberapa yang untuk kukenakan hari ini.
"Oke aku sudah ready" ujarku sambil memamerkan gayaku kali ini.
"Kamu kelihatan menawan seperti itu, oke baiklah.. sisanya tolong taruh di kamar dia ya" Nevan ternyata memberikan sebagian banyak pakaian, sepatu dan tas untukku.
OMG serius, yang tadi kucoba semua untukku. Aku seakan mau pingsan mengetahuinya.
"Hemm.. itu mau diapakan?" Tanyaku.
"Buat kamu, jadi kamu bisa dengan leluasa jika ingin berganti pakaian" sahut Nevan.
"Tapi ini agak berlebihan, maksudku mungkin hari ini bisa dimaklumi. Tapi tidak sebanyak ini juga"
"No problem, untukmu aku tidak masalah" ujar Nevan.
Yaampun, ini calon suami idaman banget sih. Beruntung satu seperti ini dipertemukan untukku.
"Oke, thanks ya" Nevan menyelesaikan semua pesanan barang yang tadi dibawa oleh karyawan butik dengan cepat.
"Baiklah aku juga bersiap untuk berangkat kerja ya" ujar Nevan untuk mandi dan bersiap diri.
"Oke" aku masih terpukau dengan kedermawanannya padaku sambik.melihat begitu banyak barang dikamarku.
Untung saja aku selalu siap sedia make up di tas, jadi tak perlu risau jika sewaktu-waktu darurat seperti ini dibutuhkan. Aku juga bersiap untuk berangkat kekantor setelah Nevan mandi, selanjutnya aku.
Bergegas ku merapikan pakaian baruku dengan dandanya natural soft, tak lupa kacamata pemberian Nevan yang sangat cocok dengan wajahku.
"Oke sudah siap" tanya Nevan memberikan tangannya.
"Yuk" aku menggandengnya.
Driver Nevan sudah menunggu di lobby. Kami masuk dan dalam perjalanan ke kantorku. Dimobil seakan tak mau lepas, Nevan masih menggenggam tanganku. Walaupun hanya kita berdua dibelakang driver.
Sesampainya dikantorku.
"Nanti kujemput lagi ya" ujar Nevan didalam mobil.
"Iya"
"I love you" ucap Nevan.
"I love you too" sahutku sambil mencium pipi kanannya.dan aku mulai membiasakan diri mengucapkan itu.
Aku turun dari mobil dan ternyata ada Hifza dan Cheesy yang sedang menunggu lift.
"Morning" ujarku.
"Morning mbak, duh cerianya" ledek Chessy.
"Masa sih, biasa aja kok" candaku.
"So apa kabar nih" celetuh Hifza.
"Fine.. jadi ada acara apa hari ini" tanyaku sambil memasuki lift yang sudah terbuka.
"Belum ada rencana, masih seperti biasa mantengin komputer" sahut Chessy sambil manyun.
"Ya bagus dong, masih ada aktifitas ya kan" ujarku.
"Eh tapi kan katanya lo mau ikut gue Mask Party, lah ga jadi?" Kata Hifza.
"Khusus jomblo mbak.. maaf yg udah available gak bisa ikutan" ujar Chessy.
"Masa sih, kok gitu" selidikku.
"Ya kayak khusus para jomblo yang mau ketemu teman atau pasangan gitu, gak mungkin juga kan lo ikut mbak" kata Hifza.
"Hem emang kenapa gue gak boleh ikut, kan untuk cari temen juga bisa"
"Iya jangan deh mbak, gue dah denger gosip lo" sahut Chessy.
"Gosip apa lagi, Hifza pasti deh" sedikit menuduh kearahnya.
"Gak kellesss mbak, lah kan semua orang liat si doi, yah.. pokoknya gitu" ujar Hifza singkat.
"Hemm bisa kali gue ikut, mau tau kayak apa. Perasaan pas gue jomblo gak ada tuh party seperti ini" kataku
"Ada mbak, tapi kan lo gak mau ikut party-party beginian, berapa bulan sekali gitu. Tapi ada bayar tiket masuknya" ucap Chessy.
"Mahak gak?" tanyaku
"Lumayan, 400 ribuan. Snack atau cake sih free, tapi kalau mau makan dan minum disana juga ada" kata Hifza
"Yaudah gak apa, sekali ini ajalah mau tau gue kayak apa. Mumpung lagi males pulang cepet" ujarku.
"Haha alesannya asli tumben banget ini Chess.. biasanya pulang kerja langsung pulang" ledek Hifza.
"Iya, ada apaan sih mbak.. gue yakin ada masalah ya lo" canda Chessy.
"Aahh masa musti punya masalah dulu baru ikut party, gak juga kan" aku sedikit beralasan.
"Yaudah kita sih ada 5 orang yang kesana, kalau lo ikut jadi 6" ujar Hifza.
"Oyah, siapa aja?" Tanyaku.
"Si Kevin sama Rara anak accounting, si Harry anak HRD" ujar Chessy.
"Hah Kevin yang anak baru itu, perasaan masih muda dia kan?" aku sedikit terkejut.
"Ya karena masih muda, party terus dong mba" canda Chessy sambil tertawa.
"Asli kenapa gak dari dulu gue ikut beginian. Kayak ketinggalan zaman gue" sesalku.
"Jangan deh mbak, jangan sering-sering.. bikin kantong kosong hahaha" sahut Hifza dan Chessy.
"Ini lo serius ikut mbak, jangan cari masalah kenapa" Hifza memperingati.
"Iih masalah gimana, ya mumpung gue juga masih muda. Sekali aja juga gak masalah dong" ujarku.
"Yaudah, tapi kalau ada apa-apa gue gak mau tanggung jawab ya" ujar Hifza.
"Kenapa-napa gimana" aku binggung.
"Ya kan disana tempat orang cari kebanyakan cari jodoh gitu, nanti kepincut sama laki-laki gimana coba" ujar Hifza.
"Gak deh.. yakin gue. Gue juga mau tau aja. kalau boring gue pulang duluan ya"
"Siiip..." Ucap Hifza sedikit khawatir, tapi masih menahan pembicaraan untuk menyebut nama bos Nevan didepan Chessy.