It Beats For You

It Beats For You
I want to spend my lifetime to loving you



Aku berjalan disamping Nevan, merangkul lengan kirinya oleh tanganku. Nevan selalu menatapku penuh senyum, sambil mengelus tanganku yang menempel dilengannya.


Aku begitu bersemangat saat ini setelah apa yang baru saja terjadi.


Kami berhenti dan masuk ke dalam restoran untuk makan malam. Tempatnya begitu kental khas England, pintu masuk yang berwarna biru dengan banyak ornamen bola putih dan biru yang menggantung seperti di pohon buatan, kurasa Nevan pernah ke tempat ini sebelumnya.



Wajah kami begitu ceria apapun yang kami lakukan, seperti baru saja mendapat hawa segar yang membuat kami sungguh bahagia.


Hingga aku lupa bagaimana dengan Alvaro, kuharap dia baik-baik saja. Semoga Alvaro bisa menemukan wanita yang benar-benar mencintainya.


Sambil menunggu makanan tiba.


"Kamu pernah kesini sayang? Tanyaku.


"Belum.. baru ini, aku mau mengukir setiap moment baru bersama kamu di negara ini.." jawab Nevan terdengar begitu manis.


"Owh.. so sweet banget sih kamu" ujarku memanja.


"Hem.. Ingat ya kamu jangan seperti ini lagi, kamu tuh bikin aku serba salah kemarin, kenapa kamu meninggalkan apartemen, hingga aku tidak sadar kamu tidak ada saat aku menunggumu untuk keluar dari kamar?" Nevan mengatakan itu dengan menyesal.


"Entahlah.. kita sedang bertengkar.. aku tak sanggup bermalam disana.." sahutku jujur.


"Lalu kamu kemana?"


"Kembali ke apartemenku"


"Dan aku tidak tahu hari itu, adalah hari ulang tahunmu dan kamu akan berangkat ke negara Inggris, kenapa kamu tidak memberitahuku?" Tanya Nevan penasaran.


"Aku.. lupa.. baiklah bagaimana jika kita sudahi cerita apa yang menjadikan kita sempat menjauh..


Sekarang, aku hanya ingin menjalani hari ini dan seterusnya dengan bahagia bersamamu.." ucapku sambil mengelus tangannya yang mengandengku erat.


"Hemm.. oke... by the way aku tidak sempat untuk menyiapkan apapun saat memutuskan untuk kesini, karens aku ingin segera meluruskan kesalahpahaman kita.. bahkan koper dan juga yang lain, aku tak sempat membawanya, hanya tas ransel yang berisikan paspor" ucap Alvaro.


"Yaampun.. pantas kamu masih memakai jas dan kemeja kerja, maafin aku ya sayang" kataku sambil bermanja, yang tak kuasa jauh dari tubuhnya untuk saat ini.


"Akupun tak bisa menghubungi kamu, kamu sengaja berbuat itu ya" selidik Nevan.


"Aah gak kok, masa sih.. handphone ku baik-baik saja. Tidak ada yang menghubungi aku" ujarku sambil mengeluarkan handphone.


"Hem baiklah karena aku kesal dengan handphone kamu, aku ingin menggantinya. Jangan menolak karena dia telah membuat aku dan kamu menjauh" ujar Nevan sedikit kesal terhadap handphone ku.


"Yaampun sayang, gak ada yang salah dari handphone nya.. gak perlu diganti juga" balasku.


"Entahlah, aku berpikir untuk menggantinya nanti" wajah Nevan begitu serius dan sedikit meledekku.


"Anyway.. Happy Birthday ya sayang.. dan hadiah ulang tahunmu adalah aku, kuharap kamu suka" ujar Nevan sambil mencium keningku.


"Sangaaat sukaaaa.... Sampai tidak bisa berkata apa-apa" aku merangkul Nevan begitu senang.


"Kamu suka cincinnya..? ini jadi tanda kalau kamu sudah menjadi tunanganku.. dan kuharap kamu bisa mempublikasikannya" ungkap Nevan.


"Maksud kamu?" tanyaku heran.


"Ya.. dari obrolan karyawan dikantor kamu saat itu, mengira kamu masih single.. jadi aku harap kamu bisa mempublikasikannya di media sosial kamu.. biar semua tahu kamu sekarang adalah milik aku" ungkap Nevan sambil mencium kening ku lagi.


"Astaga.. jadi mau go public kita sayang..?, Memangnya gak akan jadi keributan?"


"Iya dong, aku juga akan memasang kamu di profil WA aku.. lagipula keributan seperti apa maksud kamu"


"Yah.. kamu tahu sendiri, kamu tuh fans nya banyak dikantor.. nanti pada jealous sama aku" ujarku.


"Biarlah.. hanya kamu dihatiku" Nevan menggenggam erat tangan kananku.


"Baiklah bagaimana kita foto berdua.. apa perlu dengan cincinnya?" Tanyaku.


"Kamu bisa lakukan yang kamu inginkan" Nevan memberikan semua keinginan itu padaku.


Ini pertama kalinya aku dan Nevan memberanikan diri menampilkan hubungan kita di media sosial kami, jadi kami foto bersama dengan berbagai macam gaya yang akan membuat baper teman-temanku di Jakarta, tak lupa dengan cincin tunangan indah pemberian Nevan padaku.


"Yaampun aku kurang rapi gak sih sayang?" Tanya Nevan.


"Ganteng kok kamu difoto sayang, memangnya kenapa" jawabku.


"Aku belum mandi dari semalam.. masih kucel gak ya kelihatannya" ucap Nevan gelisah.


"Kamu tuh kalau dah ganteng.. ganteng aja sayang..


gak mandi juga seperti kelihatan sudah mandi.." aku menyentuh pipinya penuh perhatian.


"Okey.. oh ya karena aku gak bawa apa-apa kesini, habis ini ikut aku belanja ya sayang.. aku gak bawa baju soalnya" pinta Nevan.


"Iya.. sayang.. lagian kamu buru-buru banget nyusulnya... Aku masih lama juga disini" kataku.


"Iya.. pikiran sudah gelisah tak menentu, lagi pula kesini kan seharian sayang jadi musti buru-buru" ucap Nevan.


"Kamu tuh ya.. hal yang tak kuduga yang pernah aku alami ya saat ini.. disusul ke Inggris tanpa prepare apa-apa" aku sedikit meledeknya.


"Because im in love with you.." ucap Nevan mengatakannya dihadapanku penuh ketulusan.


"I love you more.." begitupun aku, membalas nya dengan keyakinan.