It Beats For You

It Beats For You
You’re the reason I believe in love



Kami menikmati setiap detik kebersamaan kami, hingga akhirnya aku banyak bertanya tentang pribadi Nevan, dan aku banyak mengatakan tentang diriku. Sambil menyantap makanan yang sudah datang.


"Eh iya sayang lihat deh.. semenjak aku pasang foto kita berdua, banyak sekali yang respon.. sampai bu Glory coba" aku memperlihatkan handphone ku pada Nevan.


"Oh iya.. wah bu Glory ternyata kepo juga sama hubungan kita" kata Nevan sambil tertawa pelan.


"Iya.. by the way.. waktu kamu keruangan bu Glory ada sesuatu yang kamu katakan tentang kita mungkin?"


"Gak sama sekali, ya mungkin dia sudah baca gelagat aku saat aku yang tiba-tiba ada disana, tanpa keperluan dan menanyakan kamu yang akan ke Inggris"


"Ya.. bisa jadi, kamu yang baru kelihatan sudah nanyain aku kan.. hehe..


Aku tuh bingung deh, jawab apa nanti coba" aku menaruh handphone di atas meja.


"Ya jawab aja sejujurnya, kita sudah tunangan.." ujar Nevan tenang.


"Pasti dia bingung mendengarnya" sahutku.


"Haha bisa jadi" tawa Nevan.


"Lalu kamu?" Aku menanyakan apakah sama dengan respon di handphone ku.


Nevan mengeluarkan handphone nya.


"Kamu mau lihat.. ini" Nevan memberikan handphone nya padaku tanpa basa-basi.


Wow.. Nevan begitu percaya sama aku hingga memberikan begitu saja handphonenya padaku.


Aku mencoba men scroll dari atas kebawah. Ada beberapa yang memberikan selamat dan meledek Nevan, kulihat hanya dari kata-kata yang terlihat tanpa harus membuka isi chat itu sendiri.


"Gak begitu banyak ya sayang, ada beberapa tapi lebih banyak aku yah" ujarku yang sambil melihat perlahan isi dari semua WA di handphone Nevan.


"Hehe iya kan kamu perempuan, mungkin kalau sama aku mereka segan, berbeda sama kamu" ujar Nevan sambil meminum minumannya.


Yang terakhir kulihat ada isi pesan mengenai pekerjaan Nevan yang membuatku bisu.


"Iya gak apa.. aku sudah meneleponnya jadi tidak perlu dibalas" respon Nevan masih tenang.


"Ini tentang launching property ya.." aku menebaknya, karena ada kata launching kulihat.


"Iya, aku minta orang lain yang menggantikan, karena ada hal penting yang musti ku dahulukan.. yaitu kamu" Nevan mencium keningku.


"Aww.. aku tersanjung mendengarnya, tapi aku menjadi merasa bersalah.. karena aku pekerjaan kamu jadi tidak bisa hadir"


"Sayang.. itu bukan hal yang penting, orang lain masih bisa menggantikan. Yang penting kan kamu.. kalau kamu yang menghilang, aku yang sedih" Nevan membuat wajah yang muram.


"Iih kamu tuh bisa saja bikin aku geer.. coba ceritakan apa pekerjaan kamu yang tidak bisa kamu hadiri sayang" aku terus saja tersipu malu oleh kata-katanya.


"Jadi memang ada pekerjaan yang sudah hampir selesai, dan kemarin yang aku diminta datang dan tidak bisa digantikan, karena aku harus melihat secara langsung keadaan lapangan saat itu. Karena aku harus memberikan kepastian bahwa itu layak atau tidak layak tempat itu akan dibuka dengan segera" Nevan menjelaskan.


"Oh iya.. apa yang sudah di launching"


"Baru soft grand opening Mall Green Jakarta, di jakarta pusat"


"Oh.. mall baru ya sayang" kataku.


"Iya.. nanti kalau ada waktu kita kesana bersama ya"


"Oke pak Nevan.. yaampun kok jadi kangen manggil kamu pak Nevan" ledekku padanya.


"Baik mbak Jovita" balas Nevan meledekku sambil mencium pipiku.


Entahlah aku harus berkata apa untuk perhatian dan cintanya Nevan terhadapku. Rasanya 100% Nevan pria idaman semua orang, khususnya aku.


Kami akhirnya menghabiskan makanan dan minuman yang kami pesan. Tak lupa dessert yang sangat lezat ini juga harus dihabiskan, lalu kamu bisa berkelana ketempat yang menakjubkan lainnya.