It Beats For You

It Beats For You
When you smile, I smile



Aku sudah dijemput Nevan dan bergegas untuk pergi dari kantor.


"Maaf aku jadi merepotkan kamu, karena minta dijemput tiba-tiba" ujarku.


"Gak apa, aku tak merasa direpotkan, apapun yang kamu butuhkan kamu bisa katakan kapan saja padaku" jelas Nevan.


"Makasih ya.." aku senang mendengarnya.


"Kamu mau kuantar kemana?


"Aku tidak tahu, tapi mungkin Mall Graha Village. Sekalian lihat event disana"


"Aku tungguin yah" Nevan menawarkan.


"Hem aku takut mengganggu waktu kamu" ujarku.


"Tidak perlu takut, aku bisa leluasa pergi kemanapun. Saat ini aku bisa bersama dengan kamu dan aku bisa menunggu kamu sambil nanti lanjut ke salon mungkin"


"Oh iya, baiklah kalau kamu tidak keberatan" aku menyetujuinya.


"Dengan senang hati nona" ujar Nevan padaku.


Aku senyam-senyum dengan perlakuan manis Nevan, tanpa menghiraukan hati lain yang risau karenaku.


Nevan dan aku datang ke event yang sedang berlangsung di Mall Graha Village, aku memantau beberapa kegiatan dan penjualan disana. Lalu berdiskusi dengan beberapa rekan kerja yang menunggu stand bazar yang berada di grandfloor.


Nevan menungguku di bangku yang ada disisi panggung yang tersedia untuk umum. Sesekali aku memandang kearahnya dan dia melempar senyuman manisnya saat kami bertatapan mata. Itu membuatku bersemangat.


Sekiranya satu jam aku sudah berada disana, aku pamit dengan beberapa orang yang sedang bekerja disitu. Lalu aku dan Nevan pergi meninggalkan event tersebut.


"Oke karena tempat salon dan butiknya didekat rumah aku, jadi kita menuju rumahku yah"


"Oke"


"Are you ready?"


"Yes"


"Hehe oke.." canda Nevan.


Setelah 30 menit sampai kita di salon yang tak jauh dari rumah Nevan.


"Hay Gladys, tolong bantu pacar aku yah. Make up dan hair do oke"


Ujar Nevan dengan karyawati salon itu.


"Oww akhirnya muncul juga pacarnya ya mas Nevan, cantik banget. Oke deh kamu percaya aja sama aku ya mas" ujar mbak Gladys.


Gemes gak sih dibilang pacarnya sama Nevan, duuh girang terus deh aku ini.


Mbak Gladys make over ku begitu detail dan rinci. Rambutku dirapikan dan dibentuk sesuai wajahku, lalu kemudian wajahku dimake up natural namun elegan sesuai dengan penataan rambutnya juga.


Akhirnya pengerjaan oleh mbak Gladys selesai. Kulihat Nevan melihatku begitu terkejut, apa karena baru ini aku kelihatan cantik atau memang aku makin cantik. Entahlah tapi aku memang terlihat cantik.


"Wow.. kamu begitu cantik" puji Nevan padaku.


"Kamu suka?" Tanyaku.


"Selalu suka segalanya tentang kamu" jawab Nevan.


"Hemm bikin baper deh pasangan ini, tapi memang oke banget kan ya cantik" ujar mbak Gladys kearahku.


"Oke, thanks ya Gladys, kita harus pergi ketempat lain" ujar Nevan setelah membayar tagihan salon ini dikasir dan memberi tip kepada mbak Gladys.


Kami pergi ketempat lain, butik yang tak jauh dari salon yang kami singgahi tadi.


Sesampainya dibutik, Nevan menemui seseorang dan berbicara padanya, aku tak jelas mereka berbicara apa karena aku agak jauh dari mereka.


Aku diarahkan ke fitting room dan diberikan beberapa contoh pakaian yang cocok untuk kukenakan saat makan malam bersama keluarga Nevan.


Beberapa pakaian kucoba dan ku perlihatkan pada Nevan, beberapa lainnya masih belum cocok untukku pakai. Setelah berulang kali mencoba akhirnya Nevan merasa cocok dengan gaun fit body dengan warna pink peach, potongan bahu model sabrina. Panjang bajunya melebihi sedikit dari lututku. Terlihat begitu anggun dan elegan. Semoga dandananku ini cocok bertemu dengan keluarga Nevan.


"Bagaimana penampilanku?" Tanyaku.


"Perfect. Aku tahu kamu cantik dan ini terlihat kamu makin cantik"


"Oyah.. makasih ya" aku memandangnya dengan senyuman.


Hanya bertemu untuk makan malam, aku sudah bersiap seperti ingin tunangan. Hadeh begitu mendebarkan yah bertemu dengan keluarga pria yang dicintai, rasanya akan ada hal yang membuatku minder nantinya. Semoga nanti berjalan baik-baik saja.


Aku dan Nevan keluar dari butik itu, lalu kami menuju rumah Nevan hampir pukul 5 sore.


Sampai sudah tepat didepan rumah Nevan, oow sesuatu baru saja membuatku gugup.


Nevan melihat kearahku.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Nevan.


"Tentu, apa ini terlihat jelas?" Aku berbalik bertanya.


"Rileks ya, tidak perlu khawatir untuk bertemu dengan keluargaku" Nevan menyentuh wajahku dengan lembut, lumayan untuk menenangkan perasaanku.


"Yuk kita masuk kedalam" Nevan keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untukku dan menggandengku berjalan bersama kedalam.


Pertemuan ini seperti.. aku melamar sebagai menantu keluarga Harun dan penampilanku ini untuk menyakinkan mereka bahwa aku pantas untuk menjadi istri dari anak mereka, doakan saja agar aku tidak ceroboh disana. Amin..