It Beats For You

It Beats For You
I’m okay with not being perfect



Hifza yang merasa bertanggung jawab, ikut bersalah dalam hal ini.


"Gue juga minta maaf ya mbak, gue harusnya bisa kontrol Chessy" ujar Hifza pelan.


"Gue lagi gak mau bahas ini za.. gue mau mencoba happy dihari ulang tahun gue..


bisa kan?" Aku yang tadinya terdengar ketus, mendadak menangis.


Hifza memberikan beberapa tisu kepadaku.


Aku yang terduduk sedikit mengeluarkan perih ini dengan menangis.


"Ini bukan salah siapa-siapa za, ini pyur salah gue. Jadi gak perlu minta maaf, karena memang yang disalahkan ya gue.. gue yang memulai dan gue yang nanggung akibatnya" aku menjadi terisak mengingat semua kesalahan yang telah kulakukan.


"Yang sabar ya mbak.. gue akan selalu menjadi pendengar yang baik untuk lo.. gak usah sungkan untuk mengeluarkan kegelisahan lo mbak, biar semua ringan, gak lo pikul sendiri" Hifza mencoba menenangkan.


"Gue malu-maluin ya, dikantor kok masih bisa nangis, baru ini gue seperti ini kan.. tolong jangan ngadu ke bu Glory ya" aku berusaha bercanda dengan kekonyolan ini.


"Lo yah.. masih aja bisa bercanda" Hifza jadi ikut tertawa dengan tingkahku.


"Untuk hari ini, plis bantu gue jadi happy ya.. ini tangisan terakhir hari ini, gue mau dihari ulang tahun gue ketawa, bahagia.." ungkapku.


"Pasti.. gue akan buat lo happy khusus hari ini.. tapi hari lain gue bakal buat lo sibuk sama kerjaan.." Hifza membuatku tertawa.


Aku membasuh wajahku yang dibasahi air mata penyesalan.


"Oke, sedikit lega. Yaudah potong nih kue bagi-bagiin sama yang lain. Terus pesan catering sejumlah orang dilantai ini ya.. pokoknya itu kerjaan lo, gue gak mau ribet.." aku mulai memerintah Hifza seperti biasa.


"Oke boss... Siap dilaksanakan.. jangan lupa duitnya transfer ke gue"


"Siap buk"


Kami pun mulai bergurau.


"Oke deh, gue mau laksanakan birthday traktirannya bu boss dulu.. and lanjut nanti yah.." Hifza mengerjakan apa yang kuminta.


Aku kembali fokus bekerja, hari sudah hampir siang, kue-kue sudah dipotong dan diberikan ke setiap rekan kerja lalu nasi kotak juga sudah diberikan.


Biasanya aku mentraktir beberapa rekan kerjaku di restoran, tidak untuk kali ini, yang kuingin hanya menyelesaikan semua pekerjaanku dan bergegas menuju bandara setelah pulang kerja nanti.


Makan siang aku diruangan, berkutat dengan laporan dan laporan, karena ini akhir tahun jadi aku begitu sibuk menjelang pembukuan dan tutup buku kinerja tahun 2019.


Jam 5 sore, aku sudah siap bergegas pergi dan sudah menanti taxi online didepan lobby.


"Iya" jawabku singkat.


"Oleh-oleh coklat enak ya mbak" ujar Chessy.


"Iya" masih singkat.


"Jangan lupa gantungan kunci atau gunting kuku juga boleh" ucap Hifza.


"Iya" sudah mulai gerah dengan petuah mereka.


"Jangan lupa update foto di WA sama IG yah.. biar mupeng lihatnya"


"Iya" sudah ke ubun-ubun kekesalanku.


"Jangan lupa.."


"Yaaampun banyak banget jangan lupa, WA plis... Berasa gak balik lagi gue ya" ujarku jutek.


"Tuh kan marah lagi, lo sih mbak Hifza" kata Chessy.


"Ye.. lo si Chess kebanyakan ngomong.." ujar Hifza.


"Udah.. udah.. princess Jovita mau pergi ke Kerajaan Inggis dulu, jadi berhubung mobil dah sampai.. tolong bukain pintu dan taruh nih koper dibagasi okey.." ujarku dengan penuh dramatisir.


"Oh oke boss" ujar mereka berbarengan.


Hifza yang membukakan pintu dan Chessy yang mendorong koper mendekati bagasi dengan dibantu driver taxi online yang membantu mengangkatnya kedalam mobil.


Aku sudah masuk kedalam mobil sambil membuka jendela.


"Baik-baik dikantor, jangan bikin masalah sampai gue pulang.. ada masalah SP gue kasih ke kalian"


"Yaampun mau liburan tetap aja ngancemnya ngeri" ujar Hifza merinding.


"Tau nih.. yaudah sana mbak.. hati-hati dijalan.. happy holiday.." ucap Chessy.


"Happy holiday.." kata Hifza.


"Bye" akupun pergi menuju bandara.


Untunglah waktu yang ditunggupun tiba, aku harus melepaskan sebentar saja lelah dipundak ini. Biarkan aku memilih jalanku untuk bahagia, walaupun kini aku sendiri.